Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 102


__ADS_3

"Aby! Aby kamu mau kemana, Mama belum selesai bicara?" seru Ratu.


"Pulang, ini udah waktunya pulang. Jam kerja sudah habis," ucap Aby.


"Abymana! Tunggu dulu," ucap Ratu.


"Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul di sini?" tanya Randy yang hendak pulang.


"Papa, ini Pa, Mama ada urusan sama Dirga," ucap Ratu dengan senyum canggung penuh ketakutan.


"Tuh kak Aby mau ketemu sama perempuan idaman lainnya. Udah punya kak Mawar, masih aja melirik perempuan lain," ucap Nasya keceplosan.


Nasya menutup mulutnya dengan telapak tangannya, ia tak menyangka mulutnya tak dapat menjaga rahasia itu.


"Apa? Benar itu Aby?" tanya Randy.


Aby menatap Papanya lalu berjalan kembali memasuki ruangan Dirga!


"Sepertinya aku harus jujur. Caroline memang sudah aku cintai sejak beberapa waktu terakhir ini," ucap Aby.


"Tuh kan, ngaku juga," ucap Nasya.


"Jadi benar apa yang dikatakan oleh Nasya?" tanya Randy.


"A ...." Aby menghentikan ucapannya karena ponselnya berdering.


"Sebentar, Pa. Frans menelpon," sambung Aby sembari menerima telponnya.


[Ada apa Frans?] ucap Aby setelah telponnya tersambung.


[Mbak Mawar terluka,kepalanya berdarah. Kami sudah mengajaknya ke rumah sakit tapi beliau tidak mau pergi ke rumah sakit.] jelas Frans.


[Apa! Mawar terluka? Bujuk dia agar mau rumah sakit. Saya pulang sekarang.] Aby langsung mematikan telponnya lalu bergegas pergi.


"Mawar terluka. Bicaranya nanti saja," ucap Aby sembari berjalan dengan langkah cepat!


"Tuh kan, khawatirnya sampai segitu besar tapi dia ada wanita lain. Mas ganteng ayo ikuti dia! Aku mau lihat keadaan kak Mawar," ucap Nasya sembari menarik tangan Dirga.


"Kenapa lagi menantu ku? Jangan-jangan dia dilabrak sama Caroline itu," ucap Ratu.


"Ayo kita ke rumah Aby sekarang," ucap Randy.


Mereka pun segera menyusul Aby ke rumahnya!


**********


Di kediaman Mahendra.


"Ada apa ini? Kalian terlihat begitu bahagia?" ucap Mahendradatta.


Laki-laki paruh baya itu meletakkan tas kerjanya di atas meja lalu duduk di kursi yang ada di sebelah Jingga!


"Tidak ada, setiap hari Mama dan Jingga kan selalu bahagia. Papa lupa kalau kita ini keluarga ceria," ucap Marisa.

__ADS_1


"Jangan macam-macam ya kalian," ucap Mahendra.


"Macam-macam gimana maksud Papa?" tanya Marisa.


"Jangan sampai kalian melakukan sesuatu yang dapat merugikan kita."


"Nggak Pa, gak mungkinlah kita melakukan itu. Udah Papa tenang aja," ucap Jingga.


**********


"Mawar! Apa yang terjadi, kamu kenapa?" tanya Aby dengan raut wajahnya yang dipenuhi kekhawatiran.


Mawar yang saat itu sedang menonton televisi, mengalihkan pandangannya pada Aby lalu mengerutkan dahinya.


"Kenapa? Aku tidak apa-apa?" ucap Mawar.


Aby menghela batasnya panjang lalu berjalan menghampiri Mawar! Ia memeluk Mawar lalu menciumnya.


"Kenapa?" tanya Mawar yang tak mengerti kenapa tiba-tiba suaminya sekhawatir itu padanya.


"Kamu kenapa bisa samai terluka seperti hmm?" tanya Aby sembari mengusap kepala Mawar.


"Ini ... siapa yang memberitahu kamu tentang ini?" tanya Mawar.


"Frans yang menelpon ku."


"Frans ini, dasar tukang ngadu."


"Sekarang jawab, kenapa bisa terluka kayak gini?" ucap Aby.


"Aku terjatuh saat menjemur pakaian," ucap Mawar berbohong.


Terpaksa ia berbohong pada Aby karena tak ingin memperpanjang masalah dengan Marisa dan Jingga.


"Lain kali hati-hati, aku sudah bilang untuk membayar jasa asisten rumah tangga saja." Aby memeluk Mawar lagi sembari menghujani Mawar dengan ciuman.


"Mas lepaskan aku." Mawar mendorong Aby karena baru melihat ada banyak orang yang sedang menonton aksi mereka.


"Kalian, kalian mengejarku sampai ke sini?" ucap Aby saat melihat keluarganya ada di rumahnya.


"Mengejar? Memangnya kalian ada masalah apa?" tanya Mawar sembari berjalan menghampiri Randy dan Ratu untuk menyalami mereka!


"Tidak ada, kami ingin melihat keadaan kamu saja. Tadi tidak sengaja kami mendengar pembicaraan Aby di telpon dan karena khawatir padamu, kami memutuskan untuk datang ke sini. Kamu beneran gak apa-apa kan Mawar?" ucap Randy.


"Tidak apa-apa. Frans yang terlalu berlebihan, maaf sudah membuat kalian khawatir dan kerepotan karena harus ke sini," ucap Mawar.


"Kak Mawar, apa setiap hari kakak berlaku seperti itu padamu?" tanya Nasya.


"Kenapa memang? Ada yang salah?" tanya Mawar.


"Kak Aby beneran udah cinta kan sama kakak?" sambung Nasya.


"Nasya sebenarnya ada apa?" tanya Mawar.

__ADS_1


"Mereka mengejarku ke sini karena mau nemarahi aku. Mawar tolong aku, jelaskan pada mereka kalau aku sangat-sangat mencintai Caroline," ucap Aby.


"Apa! Jadi Mawar tahu tentang hubungan kamu dengan perempuan itu?" ucap Ratu tak percaya.


Mawar menatap Aby dan laki-laki itu tersenyum padanya.


"Mawar maafkan Aby ya. Papa begitu malu karena kelakuan Aby padamu," ucap Randy.


Dirga hanya diam mematung, ia tak percaya bahwa Mawar juga mengenal gadis yang disukai oleh Aby.


"Tidak Pa, Papa jangan minta maaf karena Papa gak salah, Mas Aby yang salah karena sudah mengerjai orang tua," ucap Mawar.


Mawar mencubit perut Aby hingga laki-laki itu kesakitan.


"Maksud kamu apa?" tanya Ratu.


"Nama asli aku Mawar Caroline. Perempuan yang dimaksud Mas Aby adalah aku sendiri," ucap Mawar.


Seketika Aby tertawa terbahak karena berhasil mengerjai mereka. Niatnya ia hanya ingin mengerjai Nasya dan Dirga tapi ternyata kedua orang tuanya juga kena.


"Maaf ya Pa, Ma bukan maksud aku mengerjai kalian tapi aku sudah terlanjur membuat rencana ini untuk Nasya dan Dirga," ucap Aby.


"Kamu ini, bercandanya keterlaluan tahu gak, sampai Mama naik darah gini," ucap Ratu.


"Maaf Ma, maafkan aku ya," ucap Aby.


"Kakaaak! Keterlaluan ya punya kakak satu ini." Nasya mendekati Aby lalu berusaha mencubit dan memukul kakaknya yang sudah keterlaluan dalam bercanda.


Aby yang tak ingin kena pukul atau cubitan Nasya pun langsung berlari menghindari Nasya!


"Ma, Pa mari duduk, aku buatkan minum dulu ya," ucap Mawar.


"Gak usah repot-repot kalau haus, Mama dan Papa bisa ambil sendiri," ucap Ratu.


Tanpa berkata, Dirga pergi ke dapur untuk membuat minuman.


Sedangkan Nasya masih penasaran karena belum berhasil mencubit kakaknya, dia terus mengejar Aby sampai ke halaman rumah!


"Mawar, kamu beneran gak apa-apa? Luka di kepala jangan diremehkan lho," ucap Ratu.


"Tidak apa-apa Ma, ini hanya luka kecil," ucap Mawar.


"Nak, sepertinya Aby benar kalian harus menyewa jasa asisten rumah tangga buat kamu gak harus melakukan semuanya sendiri," ucap Randy.


"Pa ini hanya kecelakaan kecil saja lagipula aku juga gak apa-apa, aku masih bisa melakukan semuanya setelah pulang kuliah."


"Minumnya sampai," ucap Dirga sembari menata minuman yang ia buat sendiri.


"Terimakasih ya Dirga, padahal kamu gak harus repot-repot," ucap Ratu.


"Gak apa, Bu lagian saya gak ada kerjaan di sini mau ikut main kejar-kejaran juga gak mungkin karena saya gak diajak sama mereka," ucap Dirga.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2