Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 238


__ADS_3

Keesokan harinya.


Di kediaman Mitha.


"Sayang, aku berangkat kerja ya," ucap Dirga pada Michelle.


"Iya, bentar lagi aku juga mau pergi ya," ucap Michelle pada Dirga.


"Hati-hati. Eh tapi, apa gak sebaiknya kamu istirahat aja dulu di rumah biar aku yang gantiin tugas kamu," ucap Dirga.


"Aku gak apa-apa kok, Mas," timpal Michelle.


"Michelle, aku mau beres-beres rumah. Boleh aku masuk ke dalam kamar kamu untuk menyapu dan mengepel?" tanya Michaela pada Michelle.


"Kak, aku bisa sendiri bersihin kamarku dan lagi kakak jangan kerja terlalu capek, kakak kan bukan pembantu di rumah ini," ucap Michelle.


"Cuma nyapu sama mengepel lantai aja kok, itung-itung olahraga," ucap Michaela.


"Ya udah kalau gitu, masuk aja," ucap Michelle.


"Yakin nih gak ada ranjau atau bom di dalam kamar kamu?" tanya Michaela sambil tertawa kecil.


"Mana ada lagian ranjau untuk apa dan bom untuk apa?" ucap Dirga.


"Kalian kan pasangan aneh. Istrinya tangguh suaminya juga gagah, bisa aja kalian menyimpan senjata untuk berjaga-jaga kalau-kalau kalian berantem," ucap Michaela lagi.


"Ih kakak ini, bercandanya keterlaluan," ucap Michelle.


"Haha, maaf-maaf," ucap Michaela yang saat itu sudah memegangi sapu.


"Aman ya, ni? Kakak masuk ni," ucap Michaela lagi.


"Aman. Masuk saja, aku juga mau ngambil tas," ucap Michelle.


"Aku pergi ya. Kamu hati-hati," ucap Dirga pada Michelle.


"Iya, Suami kulkas ku," sahut Michelle.


"Udah berbuat paling manis dan romantis masih aja dibilang kulkas. Mau kamu tuh aku yang gimana sih?" ucap Dirga sembari berjalan keluar dari rumahnya!


Sementara itu Michelle dan Michaela masih berada di dalam kamar.


"Kak, yakin ya ini mau bersihin kamar aku? Nanti kak Roger marah gak?" tanya Michelle.


"Gak lah. Kakak kamu itu sayang banget sama kamu gak mungkin dia marah gara-gara nyapu doang," sahut Michaela sambil tersenyum.


"Ya udah kalau gitu terima kasih ya, aku pergi duluan. Maaf ya merepotkan kakak," ucap Michelle sambil berjalan keluar dari kamarnya!


Sebenarnya Michelle merasa tidak enak pada kakak iparnya itu tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengizinkan Michaela membersihkan kamarnya. Bukan hanya takut menyinggung perasaan sang kakak ipar jika ia menolak sebenarnya ia memang tak sempat untuk membersihkan kamarnya itu.


Michaela menatap kepergian Michelle lalu mulai menyapu kamar itu.


********


Di kediaman Haris.


"Fredy, kamu yakin dengan perempuan pilihan kamu itu?" tanya Haris pada Fredy.


"Yakin, Pah. Kenapa? Papa tidak menyetujui hubungan kami?" tanya Fredy sembari menatap sang ayah.


"Tidak. Papa setuju dengan pilihan kamu, seperti apa pun dia, bagaimana pun dia kalau kamu suka Papa tidak bisa melarang. Papa hanya ingin agar kamu cepat-cepat menikah, kamu kan sudah dewasa," jelas Haris.

__ADS_1


"Papa benar, Nak. Sudah waktunya kamu menikah," tambah Mamanya Fredy.


"Akan aku usahakan secepatnya. Sebenarnya El masih kuliah tapi sebentar lagi selesai," ucap Fredy.


"Soal kuliah tidak masalah kalau keluarganya metestui, kuliah bisa dilanjut setelah menikah. Kamu jangan gak mau membiayai semua kebutuhan dia nanti termasuk biaya kuliahnya," ucap Haris.


"Iya, Pah," sahut Fredy sementara itu Mamanya Fredy hanya tersenyum mendengar percakapan serius antara suami dan anak tunggalnya itu.


Dimata keluarganya Haris adalah sosok yang sangat membanggakan, Haris adalah suami yang baik dan setia pada istrinya dan juga seorang ayah yang baik dan bertanggungjawab pada anaknya.


Haris adalah sosok laki-laki sempurna bagi istrinya dan juga Fredy, tanpa mereka tahu bahwa sebenarnya sosok laki-laki itu adalah seorang yang jahat dan keji.


********


Di kediaman Aby.


"Mas, aku mau ngajak anak-anak keluar. Boleh gak?" tanya Mawar pada Aby.


"Kamu sendiri?" tanya Aby.


"Tidak. Mama, Ibu dan Bapak ikut juga, aku mau bersenang-senang di luar. Udah lama aku gak pergi cari hiburan," jelas Mawar.


"Boleh tapi Frans dan Salman ikut ya. Untuk jaga-jaga saja," ucap Aby.


"Siap, Pak Suamiku yang tercinta," ucap Mawar.


Tak ingin larut dalam kesedihan, Mawar pun berencana untuk bersenang-senang bersama keluarganya di luar.


"Tapi ingat, setelah urusan kita selesai," ucap Aby.


"Urusan apa?" tanya Mawar.


"Pagi ini akan ada petugas KUA yang akan menikahkan kita lagi," jelas Aby.


"Kebutuhan apa? Tidak ada persiapan yang harus dilakukan karena ini hanya mengesahkan saja untuk urusan keperluan selamatan, semua sudah Mama dan Ibu urus," jelas Bu Marisa.


"Tuh dengar, gak usah gaun pengantin lagi cukup ijab qobul habis itu syukuran dengan hanya mengundang orang-orang penting saja dan selesai paling dua atau tiga jam kalau kamu mau pergi jalan-jalan bisa agak siangan dikit," ucap Aby.


Tak lama petugas KUA pun tiba di saja bersama beberapa saksi yang mereka undang dari sekitaran tempat tinggal mereka.


Abad penikahan itu hanya di saksikan oleh keluarga Aby dan beberapa orang-orang penting do wilayah sana seperti Pak RT dan kiyai saja.


Setelah semua berkumpul mereka pun langsung melaksanakan acara hari itu dan memulainya dengan doa.


*******


Di sebuah rumah sakit.


"Kemarin ada Pak Mahendra yang datang dan meminta saya melakukan tes DNA pada sample darah yang dia bawa sekarang, Mbak Michelle. Ada apa ini? Kalian kompakan melakukan tes DNA," ucap dokter itu.


Dokter itu memang sudah akrab dengan keluarga Abymana dan orang-orangnya Aby. Selain teman Aby, dokter itu juga dokter yang sering menangani keluarga Aby dan semua karyawan Aby saat mereka tiba-tiba sakit ketika sedang berada di lingkungan kantor.


"Dokter, saya minta agar Dokter merahasiakan tentang ini semua dari karya-karya, Pak Abymana," pinta Michelle pada dokter itu.


"Saya adalah seorang dokter. Apa pun yang saya ketahui dari pasien saya, saya tidak pernah memberitahu orang lain termasuk orang-orang terdekat saya, Mbak Michelle tenang saja semua aman bersama saya."


"Terima kasih, Dokter. Oh ya apa sampe yang diberikan Pak Mahendra sudah dilakukan tes DNA? Apa saya bisa mengambil hasilnya sekalian dengan yang baru saya bawa ini?" tanya Michelle.


"Akan saya usahakan secepat mungkin. Semoga bisa diambil sekalian hasilnya."


"Baik, Dokter terima kasih, kalau gitu saya permisi," ucap Michelle sembari bangkit dari duduknya!

__ADS_1


"Silahkan, Mbak."


Michelle mengulas senyuman lalu menjabat tangan dokter itu sebelum ia pergi dari rumah sakit itu.


*******


Di kampus.


Reza dan Fredy sudah menunggu belahan jiwa mereka di depan kampus tempat Nasya dan El berkuliah. Mereka nampak asyik mengobrol meski sebelumnya mereka tidak pernah saling mengenal.


"Eh ngapain dua anak tuyul itu di situ?" tanya Ussy pada dirinya sendiri.


Ussy memang suka asal bicara hingga laki-laki ganteng macam Fredy dan Reza saja dikatai anak tuyul.


Ussy berjalan menghampiri mereka karena penasaran sedang apa dua laki-laki itu berdiri di sana!


"Kalian sedang apa di sini?" tanya Ussy saat ia sudah berada di dekat mereka.


"Ussy? Kamu sendiri ngapain ke sini?" tanya Reza.


"Ditanya malah balik nanya, dasar orang aneh," ucap Ussy.


"Kita mau menculik orang di sini," jelas Fredy.


"Oh," sahut Ussy dengan santai.


"Eh gila kalian ya! Anak tuyul kerjanya nyuri uang bukan anak orang," celetuk Ussy.


Reza dan Fredy saling menatap lalu mereka menatap Ussy secara bersama-sama.


"Anak tuyul? Siapa yang kamu maksud dengan anak tuyul?" ucap Reza.


"Kalian berdua lah, masa Ussy."


Seketika Reza dan Fredy menyentuh pipi mereka masing-masing lalu meraba-raba seluruh wajahnya.


"Perasaan aku ganteng deh, kenapa jadi anak tuyul?" ucap Fredy.


"Hooh," ucap Reza.


"Hei Sy!" seru El sembari berjalan menghampiri Ussy dan dua pemuda itu.


"Kalian ngapain di sini?" tanya El pada dua pemuda itu.


"Iya, kalian ngapain di sini? Kita gak minta kalian datang," ucap Nasya.


"Tahu nih orang, ganggu kita aja," ucap Ussy.


"Kita mau ngajak kalian makan," ucap Reza.


"Kalian gak kasian apa sama aku? Joe gak bisa datang terus aku disuruh jadi nyamuk pengganggu gitu?" ucap Ussy.


"Acara tidak terduga. Aku telpon kak Aby deh buat minjem Joe," ucap Nasya.


"Eh jangan, Mbak." Ussy melarang Nasya untuk menelpon Aby.


"Kenapa?" tanya El.


"Dia lagi kerja, kalau gitu Ussy pulang lagi aja deh mau main sama anak-anak aja," ucap Ussy.


"Ya udah hari ini kita habiskan waktu bersama anak-anak di panti," ucap Nasya.

__ADS_1


Mereka pun setuju dengan pendapat Nasya dan akhirnya mereka semua memutuskan untuk pergi ke panti asuhan dan makan siang bersama dengan anak-anak di panti itu.


Bersambung


__ADS_2