Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 98


__ADS_3

"Mama, Papa," ucap Aby yang terkejut orang tuanya datang tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


"By, boleh kami masuk?" ucap Randy.


"Ih ya, tentu saja mari Pa, Ma," ucap Aby dengan raut wajahnya yang masih dalam kebingungan.


"Aku tak disuruh masuk?" tanya Nasya.


"Ya kamu juga lah, masa adik satu-satunya yang cantik gini gak diajak masuk," ucap Aby sembari merangkul punggung Nasya.


"Mana Mawar? Gimana keadaannya?" tanya Randy.


"Mawar? Emm dia ... dia baik-baik aja, Pa sekarang lagi di kamar."


"Mama mau lihat keadaannya, katanya tadi dia baru menjadi korban penculikan," ucap Ratu.


"Boleh, aku gak berani nyuruh dia kesini karena dia masih sedih dan sedikit syok. Kita aja yang datangi dia di kamar," ucap Aby.


"Ya udah, ayo," ucap Nasya yang tak sabar ingin melihat kondisi kakak iparnya lagi.


Mereka pun berjalan memasuki kamar Aby dan Mawar!


"Mawar, ini Mama sama Papa ingin melihat kondisimu," ucap Aby.


Mawar yang kala itu sudah menutup matanya pun langsung membuka matanya. Ia duduk di atas tempat tidurnya lalu mencium punggung tangan kedua mertuanya itu.


"Pa, Ma," ucap Mawar.


"Kamu sudah tidur ya? Maaf kami mengganggu," ucap Ratu.


"Tidak Ma, sebenarnya aku belum tidur hanya ingin menutup mata sebentar untuk mendapatkan ketenangan," sahut Mawar.


"Bagaimana keadaan kamu? Apa ada yang terluka? Papa dengar tadi kamu diculik oleh orang tak dikenal," ucap Randy.


Mawar menatap Aby sekilas lalu menatap kedua orang tuanya Aby!


"Aku baik-baik saja, Pa. Penculiknya anak-anak ABG yang cuma nganggur aja," ucap Mawar berbohong.


"Mereka tidak apa-apain kamu kan Mawar? Mama lihat ada luka di sudut bibir kamu. Kalau sampai kayak gini namanya bukan baik-baik saja tapi kamu tidak baik-baik saja, mereka harus dilaporkan ke polisi," ucap Ratu yang merasa khawatir pada Mawar.


"Iya kak, mereka harus dilaporkan ke polisi," ucap Nasya.


"Mereka sudah aku kasih pelajaran Ma, jadi gak usah lapor polisi toh aku juga gak apa-apa. Luka kecil ini biasa kudapatkan dari orang-orang brandal di kampung," ucap Mawar lagi.


Meski dirinya sangat tersakiti dengan perbuatan para preman itu, Mawar tak berniat melaporkan mereka pada pihak yang berwajib, dirinya masih harus menunggu perlakuan Yura selanjutnya, jika gadis itu membawa masalah itu pada pihak berwajib maka dirinya juga akan maju dengan membawa bukti yang ia miliki.

__ADS_1


"Kak, orang-orang seperti mereka harus dihukum," ucap Nasya.


"Hukuman tidak harus di penjara terus, terkadang ada hukuman yang lebih berat daripada dipenjara atau disakiti fisiknya, kita bisa menghukum mereka dengan suatu perbuatan," ucap Mawar.


"Maksud kakak?"


"Mereka itu orang pengangguran, kalau kita kasih kerjaan mungkin mereka tidak akan melakukan kejahatan jika setelah diberi kesibukan mereka tetap melakukan kejahatan baru kita ambil jalur hukum," jelas Mawar.


"Kamu baik sekali, Nak." Ratu meraih kepala Mawar lalu mengelusnya.


"Kalau menurut kamu itu keputusannya yang baik, kami ikut saja apa kata kamu. Semoga kamu sehat dan semoga selalu bahagia ya, Nak," ucap Randy pada Mawar.


"Terimakasih, Pa."


Aby hanya diam sembari mendengarkan pembicaraan mereka sebuah senyuman pun terukir di bibirnya saat mendengar perkataan Mamanya yang memuji Mawar.


**********


Di kediaman Dirga.


"Sini aku obati lukanya, setelah ini lukanya akan sembuh sedikit demi sedikit seiring dengan hilangnya racun yang ada dalam tubuh kamu," ucap Michelle.


Dirga membuka bajunya dan membiarkan Michelle mengobati lukanya.


"Ahhhh." Dirga meringis kesakitan. Baru sedikit cairan itu mengenai lukanya tapi ia sudah merasakan perih dan panas.


"Kalau kamu mengoleskannya dengan cinta, mungkin sakitnya akan berkurang," ucap Dirga.


Nampaknya pemuda itu keceplosan bicara hingga ia melontarkan perkataan yang tidak seharusnya ia katakan pada Michelle.


Michelle menghentikan gerakan tangannya lalu menatap Dirga.


"Apa kamu bilang? Coba ulangi perkataan kamu barusan," ucap Michelle.


"Astaga, keceplosan lagi," batin Dirga.


"Emm, maaf maksud aku, kamu ngobatinnya pelan-pelan aja soalnya ini sakit banget," ucap Dirga.


"Oh." Michelle menganggukkan kepalanya lalu melanjutkan pekerjaannya.


"Kenapa kata yang diucapkan jadi berubah? Perasaan tadi kalimatnya gak gitu deh," batin Michelle.


Michelle terus mengolesi luka itu dengan cairan obat yang ia racik sendiri dari bahan alami.


Sementara itu Dirga terus menatap Michelle yang terlihat begitu serius dalam mengurus lukanya.

__ADS_1


"Hhh, astaga Michelle gila banget kamu bisa ngelus-ngelus dada orang yang bukan siapa-siapa kamu mana seksi banget lagi nih badan," batin Michelle.


Melihat postur tubuh Dirga yang tinggi dan berisi dengan dada yang lebar dan menonjol ditambah lagi dengan bentuk perutnya yang membentuk kotak-kotak membuat Michelle merasa nyaman dan enggan mengalihkan pandangannya dari sana.


Sebagai seorang perempuan tentunya Michelle menyukai laki-laki yang bentuk tubuhnya seperti Dirga, selain terlihat lebih kuat dan berwibawa tentunya terlihat seksi juga.


"Michelle, udah belum ya? Aku gak tahan nih," ucap Dirga.


Seketika Michelle tersadar dari lamunannya, pikirannya yang tadi terbang entah kemana kini kembali pada tempatnya lagi.


"Ah ya, sedikit lagi," ucap Michelle.


"Terimakasih ya, kamu sudah berbaik hati menolong aku," ucap Dirga setelah Michelle selesai dengan semua gerakan tangannya.


"Sama-sama, aku harus membantu kamu karena kita sama-sama karyawannya Pak Randy kan," ucap Michelle.


Dirga tersenyum lalu segera memakai kembali bajunya!


"Mau aku buatkan minum? Maaf ya sampai lupa nawarin minum," ucap Dirga.


"Gak usah, aku langsung pulang aja takut keburu malam," ucap Michelle.


"Oh ya, silahkan. Maaf ya gak bisa ngajak kamu menginap di sini karena aku hanya tinggal sendiri di rumah ini," ucap Dirga.


"Gak apa-apa, aku ngerti kok. Aku pulang ya, semoga cepat sembuh," ucap Michelle lalu beranjak dari duduknya.


*********


Di kediaman Roger.


Saat ini Roger tengah duduk di kursi yang ada di balkon rumahnya, dia asyik menatap foto kedua orang tuanya yang dan seorang bayi yang digendong oleh Mamanya.


Dia terus mengelus foto itu dengan ibu jarinya.


"Sayang, aku mencari kamu kemana-mana ternyata kamu ada di sini," ucap Michaela.


Roger segera menyembunyikan foto itu kedalam saku celananya sebelum Michaela melihatnya.


"Sayang, ada apa mencari ku?" tanya Roger sembari mengulurkan tangannya pada sang istri tercinta.


"Gak, aku cuma bosan aja sendirian, aku butuh teman," ucap Michaela.


Ia meraih tangan Roger lalu duduk di pangkuannya!


"Maaf ya, aku keasyikan melihat pemandangan malam hingga aku lupa mengajak kamu ke sini," ucap Roger.

__ADS_1


"Gak apa sayang, lagian kamu masih ada di sekitar rumah, aku gak marah kok. Aku tahu kamu butuh waktu untuk sendiri."


Bersambung


__ADS_2