
"Gebrakan mu membuat semua orang menatap kita," ucap Reza dengan suara pelan.
Nasya melihat ke arah pengunjung yang duduk disekitarnya dan benar saja mereka tengah melihat ke arah dirinya.
"Maaf semuanya. Saya sedang berlatih berakting. Maaf ya karena sudah menyebabkan suara berisik," ucap Nasya pada semua orang yang berada di restoran itu.
"Nasya! Kalau ada waktu nanti sore kamu ke rumah ya, ada yang mau kakak bicarakan," ucap Mawar sembari berjalan ke arah Nasya dan Reza.
"Sekarang juga boleh, kak," ucap Nasya penuh semangat.
"Sekarang kamu sedang sama dia. Nanti saja," ucap Mawar.
"Nanti akan saya antar Nasya ke rumah kakak," ucap Reza.
"Owh, calon suami yang baik. Ditunggu ya nanti," ucap Mawar.
"Sudah menjadi tugas saya," ucap Reza dengan senyuman ramah.
"Kalian lanjut saja makan siangnya. Kami sudah selesai dan akan langsung pulang," ucap Mawar.
"Hati-hati di jalan kak," ucap Reza.
Mawar tersenyum lalu kembali ke meja mereka!
"Kakak-kakak. Kakak dari mana kamu hah? Jangan sok akrab deh," ucap Nasya.
"Emang aku udah akrab sama Aby," ucap Reza.
"Oh astaga. Ada ya polisi model kayak kamu gini."
"Kenapa? Aku ganteng ya, bikin kangen ya dan bikin kamu tergila-gila pastinya," ucap Reza.
"Kamu itu polisi nyebelin, bikin jengkel dan jelek. Oh ya kamu juga mesum. Dasar polisi mesum."
"Kita kan pacaran, wajar kalau kita berciuman," ucap Reza.
"Ya Allah kenapa engkau menghadirkan makhluk ini dalam kehidupanku? Aku mohon musnahkan makhluk ini dari muka bumi agar para gadis tetap terjaga keasliannya," ucap Nasya dengan suara pelan.
Reza hanya tertawa melihat tingkah laku Nasya dan mendengar suaranya.
**********
Di kediaman Roger.
"Jangan sedih. Ini cobaan yang harus kita lawan bersama, aku tidak akan menuntut seorang anak darimu," ucap Roger yang kini sudah memeluk Michaela.
"Mas, aku tidak berguna lagi. Aku bukanlah istri yang sempurna untuk kamu," ucap Michaela sembari terus menangis.
Mengetahui dirinya ternyata mandul, Michaela begitu terpukul dan sangat sedih.
Wanita mana yang tidak sedih jika mengetahui dirinya tidak bisa memiliki anak. Semua orang pastinya memiliki keturunan termasuk Michaela dan Roger tapi kenyataannya, mereka harus menerima bahwa mereka tidak akan pernah mendapatkan seorang anak dalam pernikahan mereka.
"Tidak ada yang sempurna di dunia ini karena hanya yang kuasa lah pemilik dari segala kesempurnaan. Aku sayang sama kamu meski kita tidak bisa memiliki keturunan, aku tidak akan meninggalkan kamu, aku janji apa pun yang terjadi kamu akan tetap ada di sisiku," ucap Roger.
"Bagaimana dengan Mama? Aku tahu selama ini Mama sangat menginginkan cucu dari kamu."
"Tidak. Itu hanya perasaan kamu saja. Mamaku adalah orang terbaik yang aku punya, dia tidak akan memaksa kita untuk punya anak kalau dia tahu yang sebenarnya terjadi. Meski apa pun yang terjadi kita akan hadapi bersama," ucap Roger.
__ADS_1
"Terima kasih, Mas. Kamu masih mau menerima aku yang begitu banyak kekurangan dalam diriku."
"Jangan bicara seperti itu. Kamu sempurna bagiku." Meski hatinya terpukul atas kenyataan bahwa istrinya tidak bisa memberinya keturunan tapi Roger berusaha menguatkan sang istri.
Dirinya begitu mencintai Michaela, saat dirinya tahu kenyataan ini pun dirinya masih tetap mencintai istrinya itu.
Cinta tetaplah cinta, meski apa pun yang terjadi selama itu bukan penghianatan dalam bercinta, Roger pasti akan memperjuangkan istrinya itu.
********
"Sy, gimana nasib Nasya ya nanti?" ucap El.
"Mana Ussy tahu, Mbak. Mungkin laki-laki itu jodohnya Mbak Nasya," ucap Ussy.
"Jodoh kok datangnya begitu. Masa belum apa-apa udah mencuri ciuman bibir Nasya," ucap El lagi.
"Ngeri juga ya kalau gitu. Wah kasian Mbak Nasya udah gak tersegel lagi bibirnya," ucap Ussy.
"Emang bibir kamu masih gadis?" tanya El.
"Tentu saja iya. Pak Dirga selalu menjaga Ussy dari genitnya pemuda di sekitaran sini," ucap Ussy.
"Emang di sekitar sini ada pemuda?"
"Banyak tapi Ussy gak kenal sama mereka."
"Kenapa?"
"Karena Pak Dirga. Setiap pemuda di sini yang mau kenalan sama Ussy pasti dipelototin dan dikasih ancaman yang menakutkan," jelas Ussy.
"Gak jelas banget kak Dirga. Kalau gitu gimana caranya kamu punya pacar?" ucap El.
"Nah, bagus itu tapi apa salahnya kuliah sambil pacaran yang penting pacarannya sehat."
"Mbak sendiri emang udah punya pacar?" tanya Ussy.
"Gak ada. Nasib kita sama karena aku tinggal sama Mama, Mama yang selalu menjauhkan aku dari para laki-laki tapi ada untungnya juga sih."
"Apa untungnya?"
"Setelah aku pindah ke sini aku bisa, cari cowok di sini. Aku gak nyangka di sini banyak laki-laki ganteng," ucap El.
"Mbak mau pindah ke sini?"
"Iya. Aku mulai kuliah di sini besok," jelas El.
"Wah alhamdulillah. Di universitas mana?" tanya Ussy.
"Di universitas xxx."
"Wah itu kan tempat Mbak Nasya kuliah."
"Serius kamu? Kok aku gak tahu dia kuliah di sana?"
********
Di kediaman Aby.
__ADS_1
"Mawar, kamu langsung istirahat aja biar belanjaan kamu, aku yang bawa masuk ke dalam," ucap Jingga.
"Aku bisa sendiri lagian apa kamu gak mau balik ke kantor?" ucap Mawar.
"Papa bilang pelajaran ku cukup setengah hari aja disetiap harinya," ucap Jingga.
"Mawar, kaki kamu pasti pegal karena tadi banyak berjalan. Ayo ibu pijat kaki kamu," ucap Bu Ratna.
"Bu, gak usah. Ibu sama Bapak istirahat aja di dalam ya," ucap Mawar.
"Pakde, Bude ayo kita cobain pakaian yang dibelikan oleh Aby tadi," ucap Marisa.
"Eh sampai lupa tadi aku juga ada beli baju buat Frans, Salman dan Joe," ucap Mawar.
"Yang mana?" ucap Jingga.
"Kayaknya tadi aku simpan di bagasi deh. Aku cari dulu deh," ucap Mawar.
"Ayo kita masuk duluan aja," ucap Jingga sembari menenteng belanjaan milik mereka!
"Nah ini dia," ucap Mawar setelah menemukan paper bag berisi pakaian laki-laki.
"Ini untuk kalian, aku belikan sama warnanya dan sama ukurannya," ucap Mawar sembari memberikan paper bag itu pada Frans.
"Terima kasih, Mbak Mawar," ucap tiga bodyguard itu.
"Sama-sama. Kalau gak suka kasih ke orang lain aja biar kalian beli lagi nanti," ucap Mawar.
"Pilihan, Mbak pasti bagus. Kami pasti suka," ucap Salman.
Mawar tersenyum lalu segera masuk ke dalam rumahnya!
Setelah Mawar sudah benar-benar masuk ke dalam rumah. Mereka pun langsung mengintip sisi paper bag itu dan seketika mereka langsung terkejut.
"Apa! Yang benar saja, kita ini cowok-cowok cool masa dikasih kemeja pink," ucap Salman.
"Mungkin kita disuruh jadi pinky boy," ucap Joe.
"Aku gak suka warna pink tapi gimana lagi kalau kita gak pakai takutnya Mbak Mawar ngidam pengen liat kita pakai kemeja ini," ucap Frans.
"Udahlah, kita pakai aja. Ingat kata Tuan Muda semenjak Mbak Mawar hamil dia sangat sensitif jangan sampai dia tersinggung karena kita tidak memakai baju yang dibelikannya dan akhirnya Mbak Mawar memecat kita nanti," ucap Joe.
"Ya udahlah. Nasib," ucap Joe.
"Pakai kemeja pink juga kalau dasarnya udah ganteng pasti tetap ganteng. Aku mau pakai kemeja ini nanti sore," ucap Salman.
"Aku juga," ucap Frans.
"Kita pakai kemeja ini bersama-sama. Semangat pejuang pink. Kita akan ditertawakan oleh pacar kita kalau mereka tahu," ucap Joe.
"Kayak yang punya pacar aja," ucap Salman.
"Meski pacarku entah dimana mungkin masih dicetak oleh orang tuanya tapi kalau dia tahu aku pakai kemeja pink, dia pasti tertawa," ucap Joe lagi.
"Yaelah, lebai banget," ucap Frans.
Bersambung
__ADS_1