Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 192


__ADS_3

"Hai, selamat datang semuanya," ucap Nasya yang baru tiba di panti asuhan.


"Halo semuanya," ucap El yang juga baru tiba di sana.


"Wah ternyata kalian benar datang. Terima kasih Mbak El, terima kasih, Mbak Nasya," ucap Ussy.


"Jangan berterima kasih. Ayo semuanya masuk mobil," ucap Nasya.


Semua anak-anak itu pun segera masuk ke dalam mobil milik Nasya dan yang lainnya masuk ke dalam mobil milik Eliandra!


"Terima kasih kalian sudah mau mengantarkan kami ke rumah Michelle," ucap Bu Jena.


"Bu, tidak perlu berterima kasih. Kami melakukan ini atas kemauan kami sendiri bukan, Ibu atau pun Ussy yang meminta," ucap Nasya.


"Mari, Bu," ucap El.


"Ayo kita berangkat!" Ussy segera masuk ke dalam mobil El sedangkan Bu Jena masuk ke dalam mobil Nasya.


Mereka pun memulai perjalanan mereka menuju rumah orang tua Michelle dengan penuh kegembiraan.


*******


Di kediaman Aby.


Setelah selesai sarapan, Aby langsung berpamitan untuk pergi ke kantor.


Hari ini Dirga masih cuti itu artinya dirinya lah yang harus menghandle pekerjaan Dirga di kantor karena tak mungkin harus merepotkan Papanya.


"Mas! Handphone mu ketinggalan," ucap Mawar sambil berjalan menghampiri Aby yang sudah tiba di garasi mobilnya.


"Hey Mawar! Kamu tidak boleh berlarian. Tidak baik untuk kehamilan mu," ucap Jingga.


"Jingga tolong berikan handphone Mas Aby. Kamu benar, aku tidak boleh berlari," ucap Mawar.


"Sini." Jingga meraih handphone milik Aby dari tangan Mawar lalu segera berlari menghampiri Aby karena takut laki-laki itu keburu pergi dari rumah!


"Aby!" teriak Jingga.


Aby yang sudah masuk ke dalam mobilnya dan sudah siap untuk pergi pun menyempatkan diri untuk menoleh ke arah Jingga.


"Ada apa?" tanya Aby.


"Handphone mu tertinggal," sahut Jingga sembari berjalan menghampiri Aby.


Aby meraba saku celananya dan benar saja ponselnya tidak ada di sana.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Aby sembari meraih ponselnya dari tangan Jingga.


"Untunglah kamu punya istri yang begitu perhatian jadi, dia selalu tahu apa saja yang terlewatkan oleh suaminya," ucap Jingga.


"Mawar memang yang terbaik untukku. Aku pergi ya."


"Ya. Hati-hati," ucap Jingga.


Jingga masih berdiri di sana dengan tatapan mata yang terus tertuju pada mobil yang dikemudikan oleh Abymana.


"Iya By, kamu benar. Mawar memang yang terbaik untuk kamu dan keluarga kamu. Semoga kalian bahagia selalu," batin Jingga.


********


Di kediaman Mitha.


"Tha, rumah kamu ini sangat berantakan," ucap Athalia sembari terus berjalan memasuki rumah sahabatnya itu.


"Makanya kamu bantuin beresin dong," ucap Mitha.


"Aku sengaja datang pagi karena ingin membantu kamu beres-beres. Oh ya, dimana pengantin baru itu?" ucap Athalia.


"Setelah sarapan mereka masuk lagi ke kamarnya. Biarin ajalah mungkin mereka akan mencetak cucu buat kita," ucap Mitha.


"Ish kamu ini. Lagian siapa yang mau gangguin mereka, aku cuma bercanda dan hanya ingin melihat mereka," ucap Athalia.


"Aku pengen tahu aja anakku udah berhasil belum."


"Berhasil apa?" tanya Mitha.


"Berhasil membobol pertahanan Michelle lah, apa lagi? Aku udah pengen cucu," ucap Athalia.


Di kamar Michelle.


Michelle dan Dirga sedang sibuk membuka kado yang mereka dapat dari orang-orang terdekat. Satu per satu mereka membuka kado itu hingga kini tinggal tersisa kado dari Nasya saja.


"Ini dari Nasya nih," ucap Dirga.


"Eh ada tulisannya nih," sambung Dirga.


Michelle menatap kado itu lalu membacanya.


"Kado ini untuk kak Michelle jadi, hanya boleh dibuka oleh kak Michelle."


Michelle segera meraih kado itu dari tangan Dirga!

__ADS_1


"Kado ini milik aku," ucap Michelle.


"Ya udah, ambil aja lagipula aku gak bakal iri," ucap Dirga.


"Kita buka ya," ucap Michelle sembari terus membuka kado itu.


"Ya ampun, ini apa?" ucap Michelle sembari melebarkan isi kado yang ternyata adalah sebuah lingerie.


"Waw mantap," ucap Dirga.


"Sekalian aja gak usah pakai baju kalau yang aku pakai bentukannya begini," ucap Michelle.


"Nasya pintar juga ya milih kado buat kamu. Pasti itu cocok buat kamu," ucap Dirga.


"Eh ada ucapannya nih." Michelle mengambil selembar kertas yang terdapat di dalam kotak kado itu, dia pun langsung membacanya.


'Yang aku tahu Mas ganteng itu orangnya kayak kulkas berjalan jadi, aku kasih ini buat kakak menggoda dia. Semoga berhasil.'


Michelle langsung tertawa setelah selesai membaca ucapan dari Nasya.


"Jadi kamu bukan hanya dingin pada orang yang baru ditemui saja tapi sama semua orang kamu bersikap seperti itu?" ucap Michelle dengan terus tertawa.


"Nggaklah. Aku perhatian kok sama Nasya," ucap Dirga.


********


Di kediaman Aby.


Jingga asyik menyendiri di bawah pohon besar itu sambil terus menatap kedua orang tuanya yang sedang sibuk bekerja di kebunnya.


Meski tatapannya tertuju pada mereka tapi hati dan pikirannya tidak. Gadis bernama Jingga itu terus memikirkan perasaannya pada Aby yang tak kunjung hilang meski dirinya sudah mencoba menghapusnya dari dalam hatinya.


"Entah kenapa aku baru merasakan cinta padamu, By. Setelah semuanya sudah terlambat, aku dan kamu tidak mungkin dapat bersatu lagi. Sudah cukup banyak aku menyakiti Mawar, aku tidak mau menyakitinya lagi," batin Jingga.


Dahulu memang Jingga tak pernah mencintai Aby. Dirinya berpacaran dengan Aby hanya karena permintaan orang tuanya saja dan bukan benar-benar mencintainya tapi kini setelah semuanya sudah terlambat, setelah Aby sudah benar-benar melupakannya, dirinya malah mulai mencintai Aby.


"Sekarang aku bisa apa? Membuka hati untuk laki-laki lain saja aku tidak berani. Dengan keadaan aku yang seperti ini, aku takut orang yang aku cintai tidak dapat menerimaku apa adanya. Aku memang bodoh, dengan begitu gampangnya aku menyerahkan diriku dan kesucian ku pada Roger. Sekarang apa yang aku dapatkan dari pengorbanan bodohku itu? Roger malah pergi dan memilih menikah dengan perempuan lain," batin Jingga lagi.


Jingga terus berbicara di dalam hatinya. Betapa ia sangat menyesali semua perbuatannya dimasa lalu.


********


"Assalamualaikum!" seru Bu Jena dan semua anak-anak asuhnya.


"Waalaikumsalam!" sahut Mitha dan Athalia.

__ADS_1


"Bu, kami dari ...." Bu Jena menggantung ucapannya kala melihat Michelle dan Dirga berjalan ke arah mereka.


Bersambung


__ADS_2