
Acara hari itu begitu menyenangkan, meski Ratu sempat kecewa karena gak ada yang mengingat hari ulang tahunnya tapi kekecewaan itu berubah menjadi kebahagiaan yang terkira, ternyata suami dan anak-anaknya sudah menyiapkan kejutan untuknya.
Selesai potong kue, kini Ratu sedang membuka kado dari sang suami.
"Semoga Mama suka ya," ucap Randy.
"Isinya apa, Pa? Kotaknya gede banget," ucap Ratu sembari berusaha membuka kado itu.
"Mama buka aja, nanti juga tahu sendiri," ucap Randy.
Ratu tak berucap lagi, dia terus membuka kado pemberian dari sang suami tercintanya sementara itu semua orang sudah tak sabar ingin melihat isi dari kotak besar itu.
"Wah tas branded," ucap Ratu dengan raut wajahnya yang penuh kebahagiaan.
"Mama suka?" tanya Randy.
"Suka banget. Terima kasih ya, Pa." Ratu memelukmu Randy sekilas lalu kembali pada posisi awalnya.
"Sekarang kado dari aku dan Mawar. Mama pasti bahagia setelah tahu isi kado dari kita," ucap Aby sembari memberikan sebuah kado yang ukurannya kecil.
"Kecil banget, masa dari berdua kadonya kecil banget," ucap Nasya.
"Feeling Papa sih itu isinya perhiasan. Kalung berlian mungkin," ucap Randy.
"Mungkin kunci mobil. Mobilnya udah di rumah," ucap Dirga.
"Sepertinya jam tangan," ucap Ratu.
__ADS_1
"Bisa juga gelang emas," ucap Nasya.
"Buka aja Ma, pasti kalian semua terkejut pas lihat isinya, pokoknya kado ini paling istimewa dibanding dengan kado yang lain," ucap Aby.
Karena penasaran, Ratu pun langsung membuka kado itu dan dia melihat ada sebuah lembaran kertas yang terlipat rapi.
"Apa ini?" ucap Ratu sembari mengambil kertas itu lalu membacanya.
Setelah membaca surat itu Ratu tersenyum lebar lalu kembali melihat kotak kado yang masih dipegangnya dan ia melihat ada sebuah alat tes kehamilan bekas pakai yang menunjukkan dua garis berwarna merah jambu.
"Hah, serius ini? Mawar hamil," ucap Ratu dengan penuh kegembiraan.
Semua orang di sana merasa bahagia dengan kehamilan Mawar terkecuali Marisa dan Jingga.
Ratu segera memeluk Mawar dan menghujaninya dengan ciuman penuh kasih sayang.
"Yey, akhirnya punya keponakan juga," ucap Nasya sembari memeluk Mawar.
"Sini Papa peluk kamu kalau kamu pengen banget ada yang meluk," ucap Randy.
Sementara keluarga Randy berbahagia, Marisa dan Jingga hanya terdiam dengan perasaan iri bercampur marah.
"Selamat ya Tuan Muda, akhirnya sebentar lagi jadi Papa," ucap Dirga.
"Selamat ya Pak Aby, Mawar semoga bayinya sehat, selamat sampai lahiran nanti," ucap Michelle.
"Mawar, selamat ya Nak. Sebentar lagi kamu akan jadi Ibu. Papa yakin kamu pasti bisa menjadi ibu yang baik," ucap Mahendra.
__ADS_1
Mawar tersenyum mendengar perkataan Mahendra, ingin sekali dirinya dipeluk oleh orang tua kandungnya itu tapi rasanya tidak mungkin karena mereka sebenarnya tak pernah menganggapnya ada.
"Permisi, aku ke toilet sebentar ya," ucap Mawar.
"Mau aku antar?" tanya Aby.
"Gak usah aku bisa sendiri," ucap Mawar.
Mawar pun berjalan ke arah kamar mandi yang letaknya ada di ruangan belakang restoran itu!
"Silahkan semuanya, silahkan nikmati hidangan yang sudah kami sediakan," ucap Randy.
Mereka pun lanjut menyantap makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Di kamar mandi.
Mawar baru keluar dari kamar mandi itu dan langsung melihat Marisa dan Jingga yang sedang berdiri di depan pintu toilet itu.
"Mawar tak berucap apapun bahkan ia berlagak seperti tidak ada orang di sekitarnya.
Dia terus berjalan hingga akhir dia tiba di depan Marisa dan Jingga barulah ia menghentikan langkahnya karena Marisa menghalangi jalannya dengan kakinya.
"Permisi, aku mau lewat," ucap Mawar.
Dengan arogannya Jingga mendorong tubuh Mawar hingga kini punggungnya tersandar di tembok!
"Mau lo apa sih Mawar? Gue udah menyuruh lo untuk pergi tapi kenapa lo masih di sini dan sekarang malah lo hamil," ucap Jingga tanpa melepaskan tangannya yang sedang mencengkram baju Mawar.
__ADS_1
"Heh anak kampung. Kamu sengaja ya hamil biar mereka semua sayang sama kamu, biar Jingga semakin sulit untuk mendapatkan Aby lagi," ucap Marisa.
Bersambung