
Sore hari Mawar baru pulang dari kantornya. Dia berjalan pelan dengan langkah pincang memasuki rumahnya!
"Mbak kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Frans sembari berlari menghampiri Mawar untuk membantunya!
"Mawar!" Aby yang saat itu sudah tiba di rumah lebih dahulu langsung merasa khawatir saat melihat sang istri yang berjalan pincang.
Aby segera berlari menghampiri Mawar dan langsung memangku tubuh Mawar!
"Mas, aku bisa sendiri," ucap Mawar setelah dirinya berada dalam pangkuan Aby.
"Diamlah, kamu kenapa sampai terluka kayak gini?" ucap Aby sembari terus berjalan membawa Mawar ke dalam rumah!
"Aku terjatuh dari motor," ucap Mawar.
Aby menghentikan langkahnya lalu menatap Mawar dengan tatapan dalam.
Sebuah senyuman misterius terukir di bibir Aby lalu dia kembali melanjutkan langkahnya!
**********
"Ussy! Tolong buatkan minuman ucap Michelle ya," ucap Dirga pada Ussy.
Ussy yang sedang asyik menyapu halaman belakang pun langsung berlari menghampiri Dirga yang baru tiba di rumahnya!
"Maaf, Pak tadi nyuruh apa? Ussy kurang dengar soalnya tadi lagi di halaman belakang," ucap Ussy.
"Buatin minum untuk Michelle," ucap Dirga lagi.
Ussy melongok kanan dan kiri Dirga tapi tak melihat Michelle.
"Dimana kak Michelle?" tanya Ussy.
"Aku di sini, ada apa mencariku?" ucap Michelle sembari berjalan memasuki rumah Dirga!
"Oh itu dia orangnya. Kak Michelle mau minum apa?"
"Gak usah repot-repot kalau haus, aku bisa ngambil sendiri," ucap Michelle.
"Duduk," ucap Dirga sembari mengarahkannya Michelle pada kursi yang ada di ruangan itu.
"Terima kasih," ucap Michelle dengan senyuman manisnya.
"Aku ganti baju dulu ya, kamu di sini saja sama Ussy," ucap Dirga.
"Padahal kalau boleh aku mau lihat–"
"Jangan kak Michelle. Belum muhrim jadi gak boleh lihat Pak Dirga ganti baju," ucap Ussy memotong perkataan Michelle yang belum sempat diselesaikan.
__ADS_1
Dirga dan Michelle menatap Ussy secara bersamaan.
"Jangan menatap Ussy seperti itu lagipula yang Ussy katakan itu benar," ucap Ussy yang mulai ketakutan karena mendapat tatapan aneh dari Michelle dan Dirga.
"Kamu mikir apa Ussy?" ucap Michelle.
"Tadi kak Michelle mau lihat Pak ganteng ganti baju," ucap Ussy dengan polosnya.
Dirga tak kuasa menahan tawanya karena mendengar perkataan Ussy ditambah lagi dengan raut wajahnya Ussy yang terlihat lucu semakin membuatnya merasa geli dan akhirnya tertawa.
"Aku mau lihat-lihat rumah ini bukan Dirga ganti baju," ucap Michelle.
Dirga mengusap wajah Ussy dengan tawa yang belum henti! "Makanya Ussy, masih kecil jangan berpikir dewasa dulu," ucap Dirga.
"Ish gimana gak berpikir begitu tadi kan Bapak izin mau ganti baju dan kak Michelle bilang dia mau lihat. Aku pikir mau melihat Bapak ganti baju," ucap Ussy dengan raut wajahnya yang terlihat malu dan berwarna kemerahan.
"Itu karena ucapanku belum selesai," ucap Michelle.
Ussy nyengir kuda sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal sedangkan Dirga memilih pergi untuk mengganti pakaiannya.
**********
Di kediaman Aby.
"Jatuh dari motor ya? Kok bisa pemain seperti kamu sampai jatuh dari motor?" ucap Aby sembari mengelus betis Mawar.
Akhir-akhir ini memang Mawar sering merasakan pusing dan sakit di kepalanya tapi ia tak terlalu menghiraukan rasa sakitnya itu selama dirinya masih bisa menahannya.
"Kenapa gak bilang? ayo kita periksa ke Dokter," ucap Aby.
"Gak usah, Mas, aku rasa aku sudah baik-baik saja sekarang."
Aby terdiam dari seribu bahasa, dia hanya menatap betis Mawar yang kini sedang dielusnya.
"Mas," ucap Mawar.
"Ya, ada apa?" sahut Aby sembari menatap Mawar.
"Sebenarnya aku sedang ... aku ingin ... aku–"
"Kamu ingin membalas dendam pada orang tua kami tapi kamu gak bisa," ucap Aby dengan tatapan penuh percaya diri.
"Mas."
"Aku tahu makanya aku membiarkan kamu memimpin perusahaan itu," ucap Aby.
Seketika Mawar menundukkan kepalanya lalu meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Aku terlalu lemah untuk membalas perbuatan mereka padaku," ucap Mawar dengan suara lirih.
"Kenapa tidak bisa? Mereka sudah menyakitimu, mereka sudah membuat kamu tersiksa selama lebih dari dua puluh tahun."
"Aku gak bisa melihat mereka kesusahan. Ya, awalnya aku ingin membalas dendam pada mereka tapi aku sadar aku tidak bisa melakukan itu sekarang tujuanku adalah membuat mereka merasakan apa yang aku rasakan selama aku tinggal bersama Ayah dan Ibu angkat ku," ucap Mawar.
"Apa di dalam sini sudah tidak ada rasa sakit akibat perbuatan mereka? Apa didalam sini sudah tidak ada rasa benci pada mereka?" ucap Aby sembari meletakkan jari telunjuknya di dada Mawar.
"Ada. Jujur masih ada."
"Lalu apa yang sekarang kamu inginkan?" tanya Aby.
"Aku mau saham milik Pak Mahendra menjadi milikku. Aku ingin Pak Mahendra tak memiliki apapun lagi agar mereka merasakan susahnya mencari uang tanpa mempunyai bekal apapun."
"Cuma itu saja? Kamu tidak ingin menjebloskan mereka ke penjara saja?"
Mawar menatap Aby dengan tatapan penuh tanya. Dia tak mengerti mengapa Aby berkata demikian.
"Aku tahu kamu sudah tahu bahwa Pak Mahendra sudah mencurangi aku," sambung Aby.
Mawar menggelengkan kepalanya sembari menggenggam tangan Aby!
"Jangan Mas, aku mohon jangan kalau mereka dipenjara siapa yang akan mengganti uang kamu yang mereka pakai. Maafkan aku karena aku gak jujur sama kamu tapi beberapa bulan ini aku tidak menggaji Pak Mahendra karena uang gajinya aku gunakan untuk mencicil uang kamu yang mereka pakai," ucap Mawar.
"Tidak usah diganti, masukkan saja mereka ke penjara."
"Jangan Mas, aku mohon."
"Kamu kasihan pada mereka? Kamu tidak tega melihat mereka?"
Mawar menundukkan kepalanya lagi lalu mengangguk pelan.
"Hati kamu terbuat dari apa Mawar? Mereka sudah menyakiti kamu, mereka sudah mensia-siakan kamu, mereka sudah tak menganggap kamu ada tapi kamu masih mengasihani mereka? Kamu masih bisa memaafkan mereka," ucap Aby.
Mawar terdiam sembari terus menangis. Ia tahu kelemahannya adalah tak bisa melihat mereka kesulitan dan menerima hukuman yang berat.
Aby memeluk Mawar dan mendekapnya dengan erat!
"Besok saham milik Pak Mahendra akan menjadi milikmu, kamu jangan khawatir karena aku akan selalu ada untuk kamu. Kejarlah kebahagiaan kamu, aku tahu kamu pasti melakukan yang terbaik untuk kamu dan untuk mereka," ucap Abymana.
"Terima kasih Mas, terima kasih," ucap Mawar sembari memeluk Aby erat.
"Kita bertemu tanpa sengaja dan kita menikah tanpa cinta tapi seiring berjalannya waktu aku merasa kamulah takdirku, kamulah wanita yang pantas aku pertahankan. Aku sayang sama kamu Mawar," ucap Aby lalu mencium kening Mawar beberapa kali.
"Maaf selama ini aku tidak jujur sama kamu. Aku takut kamu tidak benar-benar menerimaku dan akhirnya kamu meninggalkan aku demi Jingga," ucap Mawar.
"Sssst, jangan bicarakan dia lagi. Saat ini hanya ada kamu di hatiku," ucap Aby.
__ADS_1
Bersambung