Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 48


__ADS_3

Di kantor.


"By, Papa lihat kemarin ada Jingga datang ke sini," ucap Randy.


"Iya Pak, kenapa menangnya?" sahut Aby tanpa menutup-nutupi kedatangan Jingga kemarin siang.


"Papa juga liat kalau dia bawain makanan untuk kamu. Ingat ya Aby, kamu sudah menikah dengan Mawar."


"Aku tahu itu. Papa tidak usah mengingatkan aku terhadap pernikahan tanpa cinta itu."


"Papa harus mengingatkan agar kamu tahu kalau kamu tidak boleh lagi berhubungan dengan Jingga."


"Seharusnya Papa tahu kalau Jingga adalah gadis yang sangat aku cintai."


"Papa tahu itu tapi Aby, Papa rasa Mawar tidak lebih buruk dari Jingga."


"Pa udahlah, ini kantor tempat kita mengurus pekerjaan kalau, Papa manggil aku cuma untuk membicarakan ini aku rasa Papa salah tempat."


Tok!


Tok!


Tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu ruangan itu.


Randy dan Aby pun terdiam sesaat dan menoleh menatap ke arah pintu.


"Masuk!" seru Randy.


Pintu itu sedikit terbuka lalu menapakkan seseorang saat pintunya terbuka lebar.

__ADS_1


"Michelle, mari masuk," ucap Randy.


"Maaf Pak, saya datang terlambat," ucap Michelle.


"Michelle ... untuk apa dia menemui Papa? Apa mungkin Michelle ada pekerjaan dari Papa? Tapi pekerjaan apa? Setahu aku Papa tidak punya musuh ataupun masalah pribadi yang mengharuskan menyewa seorang pengintai rahasia," batin Aby.


"Aby, Papa mau bicara sama Michelle tolong kamu keluar dari sini."


Seolah tak pernah bertemu dengan Aby, Michelle tak berucap sesuatu apapun pada Aby, ia hanya menyapa Aby dengan senyuman yang terlihat biasa saja.


Tak mempermasalahkan tentang Michelle Aby pun segera keluar dari ruangan itu dan membiarkan mereka membicarakan masalah yang sama sekali tidak ia ketahui!


"Ga, sini. Ikut aku." Aby menarik tangan Dirga dan membawanya ke dalam ruangan pribadinya.


"Tuan Muda ada apa? Saya masih ada yang harus dikerjakan," ucap Dirga sembari terus melangkah mengikuti gerakan kaki Abimana!


"Nanti dulu, saya mau bicara."


"Ada Michelle di ruangan Papa. Kamu tahu tidak dia mau ngapain?"


"Ada Michelle? Mau ngapain dia?"


"Kamu gak tahu kenapa Papa memanggil dia?"


Dirga menggelengkan kepalanya, ia memang tidak mengetahui Randy yang meminta Michelle datang ke kantornya.


"Jangan sampai Papa tahu kalau sebenarnya Jingga kabur dengan laki-laki lain."


"Kenapa? Padahal biarin aja Pak Randy mengetahui semuanya."

__ADS_1


"Dasar bodoh, nanti yang ada Papa membenci Jingga meski sebenarnya sekarang Papa sudah membenci dia."


"Tuan Muda khawatir kalau Tuan Muda tidak bisa bertemu dengan Jingga lagi? Tuan Muda masih mencintai Jingga?"


Bukannya menjawab pertanyaan dari Dirga, Aby malah menatap Dirga dengan bibirnya yang tertutup rapat.


**********


"Eh benar tuh si Mawar ada di kampus ini," ucap Marisa.


Marisa dan Jingga beneran datang ke kampus itu dan rela menunggu di depan sebuah parkiran yang terdapat di area kampus itu.


"Gak sia-sia kita nunggu Mawar di sini," ucap Jingga.


Mereka berdua hanya menatap Mawar yang sedang berjalan menuju tempat parkir.


Saat Mawar sedang berjalan santai sambil memainkan ponselnya tiba-tiba Yura dan kedua temannya menghadang Mawar dan menghalangi jalannya.


"Yura," gumam Mawar.


"Dengar ya Mawar, Galaxi itu milik gue. Gue tegaskan sama lo, lo jangan berani-beraninya mendekati Galaxi apalagi sampai menggoda dia."


"Maaf, aku tidak minat memacari laki-laki tengil itu. Kalau kamu suka, ambil aja aku gak perduli."


Mawar mulai melangkah hendak meninggalkan tempat itu!


Namun tanpa diduga, Mia menjulurkan kakinya pada kaki Mawar yang sedang melangkah dan akhirnya hanya beberapa detik kemudian, Mawar terjatuh dan kini gadis itu duduk tepat di bawah kaki Yura.


Tiga gadis itu menatap Mawar dengan senyuman penuh kemenangan."

__ADS_1


"Ini cuma contoh kecil aja Mawar. Kalau kamu berani mendekati Galaxi, jangan harap bisa hidup tenang di kampus ini."


Bersambung


__ADS_2