Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 190


__ADS_3

Setelah hampir setengah jam mereka bermain panas akhirnya Dirga sampai pada puncak permainannya. Dia menggerakkan tubuhnya naik turun dengan gerakan cepat sampai akhirnya dia selesai.


Tubuhnya mulai melemah, perlahan turun dari atas tubuh Michelle lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka!


Dirga terbaring dengan posisi menyamping menghadap Michelle, dibelainya pipi Michelle dengan lembut sembari merapikan anak rambut Michelle yang berantakan di wajahnya.


"Terima kasih," ucap Dirga dengan suara lembut.


Michelle tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Rasa perih di bawah sana masih terasa tapi ia coba untuk menahannya.


Dirga mencium kening Michelle lalu mulai tertidur.


Sementara itu Michelle masih terjaga, ia menatap wajah Dirga yang terlihat begitu tampan dengan banyaknya keringat yang membawahi wajahnya.


Rupanya permainan mereka barusan cukup menguras tenaga dan menyebabkan keringat bercucuran.


"Ah astaga, ular darat kamu begitu besar hingga membuat aku kesakitan," batin Michelle saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


Waktu sudah memasuki dini hari. Michelle pun langsung tertidur karena sudah lelah dan sangat mengantuk.


*********


Di kediaman Mawar.


Pagi hari telah tiba, Mawar sudah terbangun dan hendak melakukan aktivitasnya seperti biasa.


Baru Mawar akan beranjak dari tempat tidurnya Aby meraih tangannya dan menahannya.


"Mau kemana?" tanya Aby.


"Sudah pagi, aku harus masak untuk sarapan," ucap Mawar sembari menatap sang suami yang masih menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.


"Nanti saja masaknya. Aku masih ingin memeluk kamu dan bayi kita," ucap Aby lagi.


Mawar tersenyum kecil lalu kembali menaikkan kakinya yang sudah menjuntai ke lantai.


"Lima menit ya," ucap Mawar sembari kembali membaringkan tubuhnya.


"Hmmm." Aby hanya bergumam dengan tangannya yang bergerak merangkul tubuh sang istri.


"Aduh, baru Papa memeluk Mama udah kena tendangan aja," ucap Aby saat merasakan bayi yang dalam kandungan Mawar menendang perut istrinya itu.


"Rupanya ada yang cemburu atau mungkin minta disapa sama Papa," ucap Mawar.


Aby mendekatkan wajahnya pada perut Mawar lalu mencium perut yang sudah membesar itu.


"Hey, selamat pagi sayang. Kamu sedang apa hem? Apa kamu sedang bermain bola atau mungkin kamu sedang berada di diskotik?"


"Ih gimana sih kamu, Mas masa di diskotik," Mawar.


"Mungkin saja, di dalam perut kan gelap," ucap Aby sembari tertawa kecil.


"Ish kamu tuh bercandanya keterlaluan, masa masih dalam perut udah kamu ajari ke diskotik," ucap Mawar sembari menepuk punggung Aby.

__ADS_1


Aby tak menjawab, dia mencium perut buncit itu lalu kembali ke posisi semula yaitu memeluk Mawar!


"Sekarang kamu mau apa lagi? Aku mau masak," ucap Mawar.


"Melihat kamu saja, aku udah puas," ucap Aby.


"Tapi gak bikin kenyang kan," ucap Mawar.


"Aku tahu itu. Cium aku dulu setelah itu aku akan membiarkan kamu pergi ke dapur," ucap Aby.


"Mau pergi ke dapur saja minta cium, gimana kalau pergi ke luar kota?" ucap Mawar.


"Sehari saja tanpa kamu, aku tidak akan bisa. Jangan pernah coba menjauh dari ku."


"Udah tua masih bucin aja. Oh iya sampai lupa, hari ini orang tuaku dari kampung akan datang," ucap Mawar.


"Mereka akan datang?" ucap Aby terkejut.


"Ya, kali ini mereka benar-benar akan datang."


Aby tersenyum lebar lalu memeluk Mawar dengan erat.


"Akhirnya mereka akan datang. Selamat sayang," ucap Aby penuh kegembiraan.


"Ya ampun. Sampai mengucapkan selamat segala."


"Kamu sudah lama menunggu mereka kan. Aku ikut bahagia," ucap Aby.


"Baiklah, kalau begitu boleh aku pergi memasak?"


"Ya terserah kamu saja." Mawar bangkit lalu mulai berjalan keluar dari kamarnya!


********


Di rumah Mitha.


Pagi ini Dirga sudah terbangun lebih dahulu dari Michelle tapi sedikitpun dia tidak ada niat untuk beranjak dari tempat tidurnya.


Dirga masih asyik terbaring sembari menatap Michelle yang masih tertidur pulas.


"Pasti kamu kelelahan tidurnya sampai pulas begitu," batin Dirga.


Tiba-tiba tangan nakal itu merayap ke atas perut Michelle dan mendarat tepat di bagian dada Michelle!


Merasakan ada sesuatu yang merayap Michelle membuka matanya dan langsung melihat wajah Dirga.


"Tangan kamu nakal," ucap Michelle.


"Maaf," ucap Dirga dengan senyuman manisnya.


"Udah bangun dari tadi ya?"


"Dari satu jam yang lalu tapi rasanya aku baru bangun satu menit yang lalu. Entah kenapa aku gak bosan menatap wajah kamu."

__ADS_1


"Udah dari satu jam yang lalu tapi baru ngebangunin aku sekarang. Tega kamu ya," ucap Michelle.


"Tega kenapa? Justru aku sayang sama kamu. Aku tahu semalam kamu kelelahan jadi, aku gak berani mengganggu kamu."


"Sekarang aku udah jadi istri, aku harus mengurus kamu dari keperluan pagi sampai malam hari. Udah ah aku mau mandi dulu," ucap Michelle sembari berusaha duduk di tempat tidurnya.


"Ah." Michelle merintih kesakitan.


"M_Michelle, kamu kenapa?" ucap Dirga yang mulai panik.


"Rupanya ular milikmu berhasil membuat aku lumpuh. Di sini sakit sekali," ucap Michelle sembari memegang area bawah perutnya.


"Astaga, aku tidak tahu akan sesakit ini. Maafkan aku ya," ucap Dirga sembari mengelus tangan Michelle.


"Gak apa-apa, aku ikhlas karena kamu yang melakukannya. Aku baik-baik saja, jangan khawatir." Michelle berusaha bangkit dan berjalan meski perlahan!


"Michelle, ayo aku bantu kamu berjalan," ucap Dirga sembari merangkul kedua belah pundak Michelle.


"Aku bisa kok. Luka gak berdarah, kena tusukan pisau saja aku gak apa-apa."


"Itu beda, buktinya kamu sampai seperti ini."


"Iya aku tahu, aku kalah dalam pertempuran semalam. Kamu hebat suamiku," ucap Michelle dengan sedikit tersenyum.


"Masih berani menantang ku?" ucap Dirga sembari menatap Michelle jahil.


"Siapa takut. Udah terlanjur juga kan."


"Terlanjur apa?"


"Terlanjur keenakan meski menyakitkan," ucap Michelle sambil tertawa kecil.


"Astaga, ternyata kamu mesum juga ya."


"Gak apa sama suami sendiri ini, asal jangan sama laki-laki lain saja kan," ucap Michelle.


"Mau aku mandikan juga?" tanya Dirga setelah tiba di dalam kamar mandi.


"Gak usah. Aku bisa sendiri."


"Kalau aku mau nambah?"


"Silahkan kalau kamu gak kasihan sama aku. Aku udah kesakitan ini lho."


Dirga tersenyum sembari mengelus pipi Michelle dengan ibu jarinya.


"Aku bercanda, sayang. Selama kamu belum sembuh aku tidak akan memintanya lagi meski aku masa tidak tahan," ucap Dirga.


"Terima kasih suamiku. Keluarlah karena aku mau mandi," ucap Michelle.


"Ya, baiklah." Dirga langsung keluar dari kamar mandi lalu mengecek ponselnyaponselnya dan dia mendapatkan sebuah pesan whatsapp dari Abymana.


"Tuan Muda? Ngapain dia mengirimi aku pesan, bukankah dia tahu aku cuti?"

__ADS_1


Dirga pun langsung membuka pesan itu dan membacanya.


Bersambung


__ADS_2