
"Mawar, kita jalan yuk!" Abu yang baru tiba di rumahnya, langsung mengajak Mawar pergi dari rumah.
"Dih, udah pulang aja baru juga jam berapa."
"Aku kan CEO di perusahaan Papaku jadi aku bebas keluar masuk kantor."
"Segitu bangga nya jadi CEO."
"Iya lah, semua orang pasti bangga dengan apa yang mereka capai."
"Jadi CEO juga karena memang orang tua kamu punya perusahaan kalau gak ya belum tentu."
"Kamu kok ngomongnya gitu sih. Mau gak jalan sama aku?"
"Jalan kemana?" tanya Mawar.
"Kemana kek. Sebenarnya aku mau ngajak kamu ke tempat favorit aku."
"Ya udah ayo tapi kamu udah gak gila kan?"
"Nggak, serius deh."
"Aku ganti baju dulu."
"Jangan lama." Aby tetap terdiam di tempatnya sembari memainkan ponselnya.
"Keluar sana, aku mau ganti baju," ucap Mawar karena Aby tak kunjung pergi dari kamarnya.
Aby mendongak mengalihkan pandangannya menjadi menatap Mawar!
"Ya ganti aja ngapain ngusir aku lagian aku gak akan liat kok orang aku sibuk sama ponsel aku."
Mawar berjalan mendekat pada Aby lalu menarik tangan Aby dengan paksa dan menyeretnya keluar dari kamarnya!
"Aduh! Aduh! Mawar, kamu kasar banget sih sama suami sendiri."
"Dilembutin udah tapi gak mau ngerti ya udah aku pakai cara kasar."
"Tega kamu ya, tangan aku sakit nih."
"Yang penting gak berdarah atau sampai patah." Mawar menutup pintu kamarnya dengan sedikit keras.
Aby yang masih berdiri di depan pintu pun terperanjat mendengar suara pintu yang tertutup dengan keras.
"Nasib-nasib punya istri jagoan." Aby berjalan menuju balkon lantai dua rumahnya!
Dia duduk di atas ayunan besi lalu kembali memainkan ponselnya.
__ADS_1
Entah apa yang sedang dia lakukan dengan ponselnya tapi dia begitu asyik mengutak-atik ponselnya itu.
********
"Sayang, kamu percaya ya sama aku. Aku tuh cinta banget sama kamu," ucap Roger.
"Cewek itu siapa sih? bikin aku malu aja dihadapan semua tamu restoran kita."
"Aku juga gak kenal sayang, terakhir yang aku tahu dia itu ngaku-ngaku pacarnya Abymana tapi sekarang Abymana malah nikah sama perempuan lain, mungkin ya cewek tadi itu emang suka menghayal menjadi pacar laki-laki kaya jadinya dia melabrak semua orang yang sedang berkencan atau bermesraan."
"Tapi kamu benar ya, gak punya hubungan sama perempuan tadi."
"Nggak dong sayang, aku kan cintanya sama kamu. Kamu kurang bukti apa lagi sih tentang cinta aku ke kamu? Perusahaan kita jalani bersama, uang untuk biaya kita nikah, aku serahkan ke kamu kalau misalnya aku cuma main-main sama kamu, aku gak mungkin dong ngasih uang aku ke kamu. Uang aku yang kamu pegang itu banyak lho, bukan cuma puluhan juta doang."
"Iya deh aku percaya tapi kalau sekali lagi perempuan itu mempermalukan aku didepan umum, aku gak mau melihat wajah kamu lagi, uang kamu akan aku kembalikan dan usaha kita, kita bagi dia. Kamu ambil hak kamu dan aku juga akan mengambil hak aku."
"Jangan dong sayang. Aku janji wanita itu gak akan mempermalukan lagi seperti tadi, lagipula tadi itu hanyalah kesialan kita berdua aja semoga kedepannya kita gak akan pernah bertemu dengan dia lagi."
Michaela tersenyum tipis lalu memeluk Roger dengan mesra!
**********
Di rumah Mahendra.
Jingga menyandarkan punggungnya di balik pintu, dia terus menangis karena menyesali semua yang sudah diberikannya pada Roger.
"Kenapa aku begitu bodoh, dua kali aku melakukan hal bodoh itu tanpa sedikitpun aku merasa kalau Roger tidak benar-benar mencintai aku, bagaimana kalau nanti aku hamil? Jahat kamu Roger, kamu tega membohongi aku dan memanfaatkan cinta tulus aku ke kamu," ucap Jingga didalam hatinya.
Dia terus menangis, melihat Roger bermesraan dengan wanita lain membuatnya sangat cemburu ditambah lagi dengan mendengar semua pernyataan Roger pada wanita itu sangat membuat dirinya merasa sakit dan sesak.
"Nggak, nggak bisa begini. Aku sudah mengorbankan Aby demi hidup bersama Roger, aku gak bisa diam saja dan menerima semua kenyataan ini. Roger milikku dan hanya milikku, tidak boleh ada orang yang memiliki Roger selain aku."
"Jingga! Jingga buka pintunya!" seru Marisa sembari terus mengetuk pintu kamar Jingga.
Jingga tak menyahut ataupun berpindah dari tempatnya, dia terus menangis tanpa menghiraukan Marisa yang sedari tadi berteriak memanggil dirinya sambil terus mengetuk pintu kamarnya.
**********
"Mas ganteng, kak Aby dimana?" tanya Nasya yang baru tiba di kantor itu dan langsung masuk ke ruang kerja Dirga.
"Eh Nasya, sini masuk. Tuan Muda udah pulang," sahut Dirga.
"Hah pulang? Jam berapa ini, kok udah pulang?" Nasya berjalan menghampiri Dirga!
"Kayanya mau ngajak Mawar jalan-jalan."
"Besok kan minggu, kenapa gak nunggu besok aja jalan-jalannya."
__ADS_1
"Mana aku tahu Nasya cantik, mungkin kakak kamu itu sudah mulai jatuh cinta sama Mawar."
"Emang iya? Ada tanda-tandanya gak?" Nasya menatap Dirga dan menunggu jawaban dari laki-laki yang biasa dia panggil 'mas ganteng' itu.
"Tandanya itu, jam segini dia udah pulang dan ngebelain ngajak Mawar jalan. Apa maksudnya coba, tanpa rencana dan bukan weekend tiba-tiba Tuan Muda sengaja pulang cuma buat ngajak dia jalan."
"Hmm, patut dicurigai."
"Ngapain dicurigai, mereka sudah menikah. Justru bagus kalau mereka saling jatuh cinta."
"Ih ya, Mas ganteng. Gimana kabar kak Jingga? Dia udah ditemukan belum?"
"Udah. Makanan sekarang dia udah punya pacar baru."
"Iya kah? Baguslah biar yang jadi kakak ipar ku tetap kak Mawar."
"Anak kecil udah milih-milih."
"Aku udah gede Mas ganteng, bentar lagi aku masuk kuliah lho."
"Oh gitu, kok badannya masih mungil aja, gak tinggi-tinggi."
"Aaah Mas ganteng." Nasya merajuk karena paling tidak suka dibilang dirinya mungil padahal kenyataannya memang dirinya memiliki tubuh langsing dan pendek.
**********
Di pinggir sebuah Danau, Abymana dan Mawar berjalan pelan sembari menikmati indahnya pemandangan di sana dan suasana yang memenangkan!
"Eh ada perahu bebek tuh. Kamu mau naik gak?" ucap Aby sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah perahu yang ia maksud.
"Kamu bisa berenang gak? Kalau gak aku gak mau."
"Kenapa? Kamu takut tenggelam?"
"Bukan gitu, aku hanya ingin tahu saja. Di kampung ada banyak danau, gak mungkin aku gak bisa renang."
"Kalau gitu ayo kita naik perahu itu, buat terlihat romantis."
"Romantis, romantis mah orang pacaran lah kita ... apa?"
"Kita pengantin baru, justru lebih hot pengantin baru dibanding dengan orang pacaran."
"Oh iya, aku sampai lupa kalau kita baru aja menikah."
"Nikmat aja lupa, jangan-jangan mau malam pertama juga lupa."
"Iya, emang lupa. Kita udah bertempur belum ya?"
__ADS_1
"Mawar, kamu beneran lupa? Apa jangan-jangan kamu kepentok habis itu hilang ingatan." Aby mengecek suhu tubuh Mawar dengan menempelkan punggung tangannya di kening Mawar.
Bersambung