
"Makanan siap," ucap Aby sembari membawa makanan yang ia masak ke meja makan.
"Ya udah kamu makan," ucap Mawar.
"Kamu juga makan," ucap Aby sembari mengisi piringnya dengan nasi dan lauk yang baru matang itu.
"Aku udah makan tadi sebelum minum obat." Mawar menolak makan bareng Aby karena memang dirinya sudah makan.
"Tadi cuma sedikit, sekarang makan lagi ya. Aku gak mau makan kalau kamu gak makan."
"Ya udah makan satu piring berdua sama kamu."
"Iyalah sama aku masa sama Frans atau Salman," ucap Aby sembari tertawa kecil.
"Iih, Mas Aby," ucap Mawar dengan gaya manja. "Gak mungkin sama mereka, aku kan sayangnya sama kamu," sambung Mawar.
Aby tertawa lalu menyendok nasi lalu menyuapi Mawar!
"Kamu dulu baru aku," ucapnya.
Mawar tersenyum lalu segera melahap nasi itu.
*********
Di kafe.
"Tumben pakai baju gitu?" ucap Dirga sembari menatap Michigan.
"Ya, kenapa? Gak suka ya?" sahut Michelle.
"Gak juga."
"Terus kenapa bertanya?"
__ADS_1
"Kamu cantik," ucap Dirga dengan sedikit mengulas senyum di bibirnya.
"Terima kasih tapi emang biasanya gak cantik ya?" Michelle tersenyum lalu menyedot jus miliknya.
"Biasanya juga cantik sih tapi kayaknya malam ini lebih kelihatan cantiknya apa mungkin sekarang kamu pakai dress ya."
"Bisa jadi."
"Lupakan soal kamu yang cantik, kamu memang sudah cantik dari lahir. Sekarang apa aku bisa bertemu dengan Mama kamu dan kakak kamu agar aku bisa melamar kamu langsung pada mereka," ucap Dirga.
Michelle tersedak minuman yang sedang ia minum, mendengar perkataan Dirga membuatnya terkejut hingga menyebabkan dirinya tersedak.
Dirga segera mengusap-usap punggung Michelle. "Pelan-pelan, cinta," ucapnya.
Michelle mendongak menatap Dirga!
"Kenapa hemm?" tanya Dirga dengan sedikit senyuman.
"Ya, apa lagi? Itu panggilan sayang untuk kamu."
"Aah kamu jangan bikin aku terbang," ucap Michelle padahal dalam hatinya ada keraguan yang tengah membara.
Michelle merasa ragu untuk mengenalkan Dirga pada Roger, pasalnya Roger pernah merusak hubungan percintaan Aby dengan Jingga, ia merasa takut Dirga akan pergi meninggalkan dirinya setelah tahu siapa dirinya yang sebenarnya, ditambah lagi dengan Roger yang ternyata orang yang selalu berbuat jahat pada Randy dan keluarganya pastinya Dirga juga merasa benci dan tak ingin menjalin hubungan dengannya lagi.
Meski dirinya tak pernah mengatakan siapa Roger pada Dirga tapi Dirga pasti tahu dari Rendy.
Dalam pikirnya Randy pasti mengatakan semua yang dilaporkan olehnya pada orang-orang penting dan salah satunya adalah Dirga.
"Jadi kapan aku boleh menemui keluarga kamu?" tanya Dirga setelah duduk kembali di tempatnya.
"Sebenarnya ... sebenarnya aku masih mencari waktu untuk mempertemukan kamu dengan Mama. Saat ini kondisinya belum benar-benar pulih aku takut kalau kamu membicarakan sesuatu yang penting Mama gak nyambung dan malah membuat rencana kamu berantakan," ucap Michelle mencoba mengulur waktu.
Dirga terdiam sembari menatap Michelle, dalam hatinya ia bertanya-tanya ada apakah dengan Michelle? Ia melihat seperti ada sesuatu yang berbeda dari Michelle saat itu.
__ADS_1
"Maaf ya, nanti aku kabari lagi kalau udah bisa bertemu," ucap Michelle dengan raut wajahnya yang penuh rasa berasal.
"Kenapa harus minta maaf? Aku mengerti dengan kondisi keluarga kamu. Aku hanya tidak ingin kita berlama-lama pacaran, kita sudah sama-sama cocok dan kita juga sudah cukup usia untuk melakukan pernikahan. Aku rasa tidak ada penghalang lagi untuk kita memperkuat hubungan kita dengan tali pernikahan."
"Kamu yakin ingin menikahiku?" tanya Michelle memastikan.
"Ya, apa aku terlihat sedang bermain-main? Apa yang aku lakukan belum cukup untuk membuat kamu percaya kalau aku serius sama kamu?"
"Tidak, bukan begitu hanya saja aku sering mendapati suami yang ada main dengan perempuan lain," ucap Michelle.
Dirga tertawa kecil lalu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Michelle yang duduk di kursi yang berhadapan dengannya!
"Itu tandanya kamu tidak percaya padaku," ucap Dirga sembari merangkul Michelle dari belakang!
Digenggam nya tangan Michelle dalam waktu yang lumayan lama. "Apa aku harus mengumumkan pada dunia kalau aku ini mencintai kamu, apa aku harus berteriak di sepanjang jalan kalau aku mencintai kamu dan hanya akan mencintai kamu saja."
**********
Malam semakin larut, Mawar dan Aby kini sudah tertidur lelap.
Mawar tertidur dengan posisi terlentang, di sampingnya ada Abymana yang tertidur dengan posisi menyamping dengan tangan kanannya yang melingkar menindih perut Mawar.
Seolah tak ingin jauh dari Mawar, Abymana terus saja memeluk sang istri hingga Mawar tak dapat bergerak bebas.
Mawar membuka matanya kala merasakan mual di perutnya, ingin sekali ia pergi ke kamar mandi tapi rasanya tak tega jika harus mengganggu suaminya yang sedang terlelap.
"Jangan Mawar, jangan muntah di sini," ucap Mawar didalam hatinya.
Mawar mencoba menahan mual yang ia rasakan setelah beberapa saat ia mengubah posisinya menjadi miring menghadap Aby lalu menyusupkan wajahnya pada dada bidang Aby.
"Entah yang aku lihat difoto itu benar atau tidak aku tidak perduli, aku sudah nyaman sama kamu aku akan menyingkirkan Jingga demi memiliki kamu Mas," ucap Mawar didalam hatinya lalu ia segera menutup matanya karena sudah mulai mengantuk lagi.
Bersambung
__ADS_1