Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 188


__ADS_3

Setelah mengganti pakaiannya Dirga dan Michelle langsung berjalan ke pelaminan dan langsung menyambung para tamu undangan yang hendak memberikan doa restu pada mereka.


Satu per satu para tamu undangan itu baik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat pada mereka berdua!


"Pak Dirga, selamat ya. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah," ucap salah satu rekan kerja Dirga di kantornya.


"Terima kasih, semoga cepat menyusul ya," ucap Dirga sembari menjabat tangan rekannya itu.


"Doakan saya juga, Pak biar dapat jodoh yang sempurna seperti Mbak Michelle," ucap temannya yang lain.


"Oh ya, pasti tapi kamu harus ingat tidak ada yang seperti Michelle lagi di luar sana karena Michelle ini hanya satu-satunya. Limited edition," ucap Dirga.


Michelle menatap Dirga lalu mencubit tangan suaminya itu.


"Iih kamu, emang aku barang, kok limited edition?" ucap Michelle.


Mereka semua pun tertawa melihat Michelle yang kesal pada Dirga.


"Selamat, Pak Dirga, Mbak Michelle. Semoga selalu bahagia dan cepat diberikan momongan," ucap tamu yang lainnya.


"Terima kasih, Pak," ucap Dirga dengan selalu mengembangkan senyumannya pada semua tamu undangan.


Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa malam sudah tiba. Para tamu undangan pun sudah tak ada lagi yang mengantri untuk mengucapkan doa terbaik pada kedua mempelai.


Kini tinggal menyisakan orang-orang terdekat saja di rumah Mitha.


"Dirga, Michelle, selamat ya. Semoga kalian dapat menjadi pasangan suami istri yang baik yang bisa menjadi contoh untuk Nasya nantinya," ucap Randy.


"Terima kasih, Pak," ucap Dirga dan Michelle secara bersamaan.


"Ini kado untuk pernikahan kalian," ucap Randy sembari memberikan sebuah kotak kado yang ukurannya tidak terlalu besar.


"Terima kasih, Pak," ucap Dirga tentunya dengan senyuman ramah.


"Ih, Papa kok kadonya kecil gitu," ucap Nasya.


"Sstt! Nasya kalau bicara hati-hati," ucap Dirga.


"Masa, Mas gant– eh maksudnya Mas Dirga. Mas Dirga udah kerja lama lho sama Papa masa kadonya kecil," ucap Nasya.


"Gak apa. Kecil juga berharga, gak mungkin Papa kamu ngasih kado yang harganya murahan," ucap Dirga dengan tawa kecil.


"Kamu gak mau ngasih kado?" ucap Dirga lagi pada Nasya.


"Tentu saja ada. Nih aku udah siapkan untuk kalian berdua." Nasya memberikan sebuah kado pada Dirga!


"Selamat ya Mas ganteng, Mbak cantik," sambung Nasya.


"Terima kasih, Nasya," ucap Michelle.


"Dirga, Michelle, ini kado dari aku dan Mawar. Ukurannya sih kecil tapi semoga bermanfaat," ucap Abymana sembari memberikan kado yang kotaknya kecil bahkan lebih kecil dari milik Papanya.

__ADS_1


"Yah, ini lagi ... mini banget," ucap Nasya.


"Terima kasih, Tuan Muda," ucap Dirga.


"Terima kasih ya, Mawar," ucap Michelle.


"Buka dong kado dari kak Aby. Aku penasaran apa isinya," ucap Nasya.


"Ya tentu saja. Mari kita buka sama-sama," ucap Dirga.


"J_jangan. Jangan dulu, itu kado untuk Dirga dan Michelle saja. Orang lain gak boleh tahu," ucap Aby.


"Gak apa-apa, Tuan Muda. Daripada Nasya penasaran," ucap Dirga.


"Jangan. Aku bilang jangan," ucap Aby.


"Kenapa sih, Mas? Udahlah biarin Nasya tahu," ucap Mawar.


"Mending buka punya Nasya saja," ucap Aby.


"Eh, gak boleh. Kado dari aku sangat rahasia jadi, jangan dibuka di sini," ucap Nasya.


"Ya udah, buka kadonya nanti aja biar gak ada orang yang tahu," ucap Athalia.


"Betul itu. Buka kadonya nanti aja di kamar," ucap Mitha.


"Tapi aku penasaran dengan isi kado dari bosnya kakak," ucap Eliandra.


"Bukan aja. Gak ada rahasia-rahasiaan di dalam kado itu," ucap Ratu.


"Maaf ya, Pak, Bu," ucap Dirga yang merasa tidak enak hati dengan perkataan sang adik.


"Gak apa-apa, buka aja kadonya," ucap Randy.


Dengan senyuman yang sedikit dipaksakan Dirga meraih kado dari Randy lalu membukanya!


Semua orang di sana juga sebenarnya merasa penasaran dengan isi kado itu tapi tak ada yang berani meminta Dirga membuka kadonya.


Siapa yang tidak penasaran dengan isi kado itu, secara Randy adalah bos utama di perusahaan tempat Dirga bekerja.


"Ini apa?" ucap Dirga yang tak mengerti dengan isi kado yang berupa sebuah anak kunci.


"Lihat lagi isinya," ucap Randy.


Dirga mengambil sebuah kertas yang terdapat di dalam kotak itu dan langsung membacanya.


Begitu terkejutnya Dirga saat tahu itu adalah kunci sebuah rumah mewah yang berada di kawasan elit di kota tempatnya tinggal.


"Pak, ini serius?" ucap Dirga.


"Tentu saja. Sertifikatnya nanti ya karena masih harus dipindah nama kepemilikan," ucap Randy.

__ADS_1


"Pak, terima kasih banyak. Bu, terima kasih ya," ucap Dirga dengan penuh kebahagiaan.


"Sama-sama. Udah malam nih, kita pulang sekarang aja," ucap Ratu.


Randy menatap jam di tangannya dan memang sudah larut malam.


"Jam dua puluh tiga lewat," ucap Nasya.


"Kita pulang sekarang," ucap Mawar.


"Yakin kalian mau pulang?" ucap Michelle.


"Iya, kenapa memangnya?" tanya Mawar.


"Kamu sedang hamil, apa gak sebaiknya pulang besok pagi saja? Aby pasti lelah setelah seharian sibuk di sini," ucap Michelle.


"Terima kasih atas perhatiannya tapi kami tidak ingin mengganggu pengantin," ucap Aby.


"Ya udah kalau gitu, kami permisi," ucap Randy.


Randy dan Ratu pun berpamitan pada semua orang yang ada di sana.


"Kami juga pulang ya. Oh ya selamat atas pernikahan kalian," ucap Mahendra yang sedari tadi hanya diam.


Mahendra merasa malu pada Dirga, saat semua orang memberi kado pernikahan pada Dirga, dirinya tidak. Karena ketidak adaanya uang untuk membeli kado, alhasil mereka datang tanpa membawa apapun.


"Dirga, Michelle, selamat ya," ucap Jingga.


"Terima kasih, Jingga. Semoga kamu cepat nyusul kami ya," ucap Michelle.


"Terima kasih," ucap Jingga lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu.


"Kita juga pulang. Oh ya, Ga kalau mau unboxing video call ya nanti kita adu siapa yang dapat banyak," ucap Aby dengan berbisik pada Dirga.


"Tuan Muda bisa aja. Tunggu ya nanti akan saya telpon via whatsapp," ucap Dirga.


"Apa sih?" ucap Mawar.


"Gak. Ini urusan laki-laki, perempuan gak usah tahu," ucap Aby.


"Udah pulang sana," ucap Dirga.


"Iya." Aby pun mulai berpamitan pada keluarga Dirga dan Michelle yang sudah duduk di tempat yang lumayan jauh dari mereka!


"Tinggal unboxing deh," ucap Dirga pada Michelle.


"Sudah pasti. Itu banyak kado yang minta diunboxing," ucap Michelle sembari berjalan meninggalkan Dirga!


Dirga menatap kepergian Michelle. Senyum misterius terukir di bibirnya.


"Gadis tangguh juga punya rasa takut ternyata. Aku pengen tahu seberapa besar rasa takutnya di malam pertama," ucap Dirga sembari melangkah menyusul Michelle!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2