
"A_apa yang kamu lakukan?" Adi berusaha menarik tangannya yang sudah terasa sakit akibat cengkraman Michelle.
"Tangan kotor ini sudah berani menyentuh apa yang seharusnya tidak kamu sentuh. Dasar laki-laki brengsek!"
"Siapa kamu? Apa mau kamu?" tanya Adi lagi.
"Tidak penting siapa saya." Michelle mendorong Adi hingga jatuh tersungkur!
"Apa yang akan kamu lakukan padaku? Kesalahan apa yang sudah aku perbuat padamu?" ucap Adi.
"Ingat dua puluh tiga tahun lalu?" Michelle berjongkok di depan wajah Adi yang kini terkapar di lantai itu.
"Itulah kesalahanmu." Michelle mengambil tali yang sudah ia siapkan di ruangan itu dan mulai mengikat tangan dan kaki Adi.
Kalau kamu mencoba kabur dari sini, istri dan anakmu akan mengetahui masa lalu kotor mu itu." Setelah selesai bicara, Michelle langsung pergi meninggalkan ruangan itu! Tak lupa ia mengunci pintu itu.
"Aku harus mencari sasaran kedua," ucap Michelle setelah mengunci pintu itu.
*********
Di kediaman Abymana.
"Hai istriku," ucap Aby pada Mawar sembari memeluk Mawar dari belakang.
"Ada apa? Pasti ada maunya kalau sudah bersikap seperti ini," ucap Mawar.
"Kamu kok tahu?" tanya Aby tanpa melepaskan tangannya dari perut Mawar.
Mawar memutar tubuhnya menjadi menghadap Aby lalu mengalungkan tangannya di leher Aby! Senyuman manis terus membingkai di wajahnya seolah sedang menggoda Aby.
"Mas, kamu tuh gak pernah berubah ya. Apa yang kamu inginkan?" tanya Mawar.
"Bersamamu. Aku ingin terus berdua denganmu," ucap Aby.
"Senyum itu milikku kan?" sambung Aby lagi.
"Tentu saja, Suamiku." Mawar meraih pipi Aby lalu mengusapnya dengan tangannya.
"Aku melihat ada keresahan dalam dirimu, ada apa? Cerita padaku," ucap Mawar.
Aby tersenyum yang dipaksakan, ia meraih tangan Mawar lalu menurunkannya dari wajahnya!
"Tidak ada apa-apa. Aku tidak menyimpan masalah apa pun," ucap Aby sembari membelakangi Mawar.
"Benarkah? Aku tahu kamu. Kalau tidak mau bicara sekarang, kamu boleh bicara nanti," ucap Mawar sembari mengusap bahu Aby.
Aby tak bergeming sedikit pun, ia tetap diam pada posisinya.
"Aku tahu kamu. Akhir-akhir ini kamu terus gelisah, tidurmu tidak nyenyak dan makanmu tidak enak seperti biasanya, Mas ... kalau ada apa-apa cerita sama aku. Bukankah sebagai suami istri kita harus berbagi semua yang kita alami? Kamu bahagia, aku pasti ikut bahagia bersama mu kalau sekarang kamu punya masalah kenapa kamu tidak membaginya denganku? Mari kita hadapi semua masalah bersama-sama," ucap Mawar lagi.
__ADS_1
"Yang bermasalah bukan aku, justru kamu yang bermasalah. Aku khawatir padamu, aku takut kamu akan kembali terpuruk setelah tahu kebenarannya seperti apa," batin Aby.
"Mawar, sebenarnya aku ... aku." Aby tidak menemukan alasan yang tepat untuk membuat Mawar berhenti bertanya padanya.
"Apa? Kenapa hmm?" tanya Mawar.
"Aku ... aku mau. Ah aku lupa mau bicara apa, ini pasti karena kecantikan kamu yang membuat konsentrasi ku terganggu," ucap Aby. Padahal sebenarnya ia tidak punya ide untuk membohongi Mawar.
"Gombalnya keluar," ucap Mawar sambil tertawa.
"Aku tidak akan sanggup kalau tawamu hilang," batin Aby.
"Ya ampun, kalian sibuk pacaran sementara Aditya dan Maira dibiarkan begitu saja di dalam kamar," ucap Jingga.
"Tadi mereka sedang tidur," ucap Mawar.
"Tidur dari mana? Lihat saja di kamar mereka. Mereka main berdua tanpa ada yang mengawasi, bagaimana kalau kedua keponakan ku digigit nyamuk atau semut?" ucap Jingga lagi.
"Kamu itu ganggu orang pacaran aja. Mereka kan tidak menangis tolonglah kamu jaga mereka sebentar, aku dan Mawar mau berduaan dulu," ucap Aby.
"Dasar kalian ini. Ya sudah lanjut saja pacarannya biar aku yang jaga Aditya dan Maira," ucap Jingga sembari pergi dari sana.
Aby dan Mawar saling menatap lalu mereka tertawa. Mawar langsung memeluk Aby dengan erat dan Aby pun membalas pelukan itu.
*********
"Gadis yang cantik. Silahkan duduk," ucap ayahnya Fredy.
"Mereka adalah keluargaku," ucap Fredy pada El.
"Kenapa aku jadi bodoh gini? Ngapain coba aku ketemu sama mereka?" batin El.
Fredy menarik kursi untuk El duduk dan mempersilahkan El duduk di samping mamanya.
********
Di kediaman Mitha.
"Ma, boleh kan untuk sementara ini kami mau tinggal di sini?" ucap Roger pada Mitha.
"Tentu saja. Kalian boleh tinggal di sini sampai kapan pun," ucap Mitha.
"Sudah lama aku tinggal sendiri di rumah kadang aku merasa sedih karena tidak adanya anak kecil di rumah kami. Maafkan aku ya, Ma, Mas," ucap Michaela.
"Jangan bahas itu karena hanya akan membuat kamu sedih. Michaela jangan terus memikirkan tentang anak lagipula Roger tidak pernah menuntut mu untuk hamil," ucap Mitha.
"Aku sangat bersyukur karena Mama dan Mas Roger sudah mau mengartikan aku. Terima kasih," ucap Mitha.
*********
__ADS_1
"Pak! Pak Dirga!" seru Ussy saat melihat Dirga sedang berjalan di sana.
"Ussy," ucap Dirga saat melihat Ussy di sana.
"Pak, kebetulan Bapak ada di sini ayo Ussy kenalkan pada seseorang," ucap Ussy sembari menarik tangan Dirga.
"Siapa? Pacar kamu bukan?" ucap Dirga sembari mengikuti langkah Ussy.
"Iya, kalau menurut Bapak dia gak baik mau Ussy putusin hari ini juga," ucap Ussy.
"Kamu gimana sih, kita gak bisa menilai baik buruknya seseorang dalam satu kali bertemu saja," ucap Dirga.
"Itu dia orangnya," ucap Ussy sembari menunjuk ke arah Joe.
"Eh, Pinky boy," gumam Dirga sembari berjalan mendekati Joe.
"Pak Dirga, Anda di sini juga?" ucap Joe.
"Jadi kamu pacarnya Ussy?" ucap Dirga.
"Bapak kenal sama Joe?" tanya Ussy.
"Tentu saja," ucap Dirga.
"Pak, maaf ya bukannya saya lancang memacari Ussy tapi saya mencintai Ussy tulus setulus hati saya, izinkan saya menjalin hubungan dengan Ussy," ucap Joe.
"Kenapa kalian jadi izin sama saya untuk berpacaran? Itu hak kalian," ucap Dirga.
"Karena Bapak adalah orang yang Ussy punya sebagai wakil dari orang tua," ucap Ussy.
"Kalau ini pacar kamu, saya percaya dia ini orang baik-baik tapi sebaik-baiknya laki-laki pasti ada khilaf nya. Hati-hati kamu," ucap Dirga pada Ussy.
"Saya gak akan khilaf dari pada berhadapan dengan Anda dan Mbak Michelle, lebih baik saya menjaga diri untuk tidak melakukan kesalahan dan lagi saya tidak mungkin merusak sesuatu yang saya sayangi," ucap Joe.
"Alah itu hanya ucapan semata. Kita ini laki-laki jadi, kita sama-sama tahu rasanya seperti apa saat berduaan. Awas ya kalau kamu berani menyentuh Ussy."
"Tidak akan, Pak. Saya tidak berani," ucap Joe.
"Pak, setuju kan Ussy sama Mas Joe?" ucap Ussy.
"Gimana lagi, kalian saling cinta," ucap Dirga.
"Terima kasih, Pak terima kasih," ucap Ussy penuh kegembiraan.
*********
Michelle sedang dalam perjalanan menuju rumah tempat Haris tinggal, meski hari sudah mulai sore tapi ia akan tetap melanjutkan perjalanannya mencari tempat tinggal laki-laki bejat itu!
Bersambung
__ADS_1