
Mawar menepis tangan preman itu dengan tangannya yang terikat!
Untunglah mereka mengikat tangan Mawar di depan hingga Mawar masih bisa melakukan perlawanan untuk membela dirinya.
"Wiss, galak juga kamu," ucap preman itu dengan nada meremehkan wanita yang ada di hadapannya.
"Mawar, gue izin merekam permainan kalian semua ya biar gue bisa memperlihatkan video ini pada Galaxi dan pihak kampus," ucap Yura.
Mawar mengepalkan tangannya dan mengeratkan rahangnya karena terlalu marah pada Yura dan mereka semua yang ada di sana.
"Ayo, cepat lakukan tunggu apa lagi," ucap Yura pada tiga preman itu.
Yura berjalan ke arah Mia dan Ghina lalu mengambil alih ponselnya dari Mia!
Tiga preman itu mendekati Mawar lalu berusaha membuka kancing baju Mawar!
"Kurangajar! Tidak akan aku ampuni kalian!" Mawar memukul mereka yang berusaha menyentuhnya.
Karena keadaannya yang terikat kencang, Mawar tak dapat berbuat banyak untuk melindungi dirinya hingga akhirnya dirinya dapat tersentuh oleh mereka.
Dua laki-laki itu memegangi tubuhnya sementara yang satu terus membuka kancing bajunya.
Yura dan dua temannya tertawa melihat baju Mawar yang hampir terbuka semuanya.
Dengan sekuat tenaganya, Mawar mendorong laki-laki yang sedang membuka kancing bajunya dengan kakinya hingga laki-laki itu terpental dan terjatuh ke lantai!
Karena gerakan Mawar yang cepat dan kuat sedikit demi sedikit tali itu menjadi longgar dan akhirnya tali yang mengikat kakinya itu terlepas dan akhirnya Mawar bisa melawan mereka dengan menggunakan kaki dan tangannya meski tangannya masih terikat.
"Hei cantik, jangan memberontak. Tenang aja kita akan bersenang-senang di sini," ucap laki-laki yang tadi memegangi tubuh Mawar.
Mawar tak banyak bicara, dia langsung melayangkan pukulan keras pada laki-laki itu hingga tak lama kemudian tali yang mengikat tangannya pun terlepas.
Tiga preman itu nampaknya sangat marah karena terus mendapatkan perlawanan hingga akhirnya mereka memaksa Mawar dengan cara kasar.
Mereka mulai menyerang Mawar secara bersamaan dan akhirnya perkelahian antara Mawar dan tiga preman itu pun terjadi.
"Astaga, ternyata anak itu jagoan," ucap Ghina yang mulai ketakutan.
"Lo tenang aja Mawar pasti kalah. Sekuat-kuatnya dia, dia pasti kalah oleh tiga preman sekaligus," ucap Yura.
Mawar terus berusaha melawan mereka dengan kemampuannya hingga setelah beberapa menit dirinya mendapatkan kesempatan untuk memberi Yura pelajaran.
Saat tiga preman itu kewalahan melawannya, dirinya menarik tangan Yura dan membantingnya pada salah satu preman yang tengah terkapar di atas tempat tidur.
Yura pun berteriak karena kesakitan sekaligus terkejut dengan perlakuan Mawar.
__ADS_1
"Sini lo semua. Lakukan apa yang mau lo lakukan pada gue tapi sebelum itu gue duluan yang akan melakukan apa yang mau gue lakukan pada lo semua," ucap Mawar yang sedang dalam kemarahan besar.
Sementara itu, Mia dan Ghina memilih mudur dan tak ingin berhadapan dengan singa betina yang baru terbangun dari tidurnya itu.
**********
"Itu kan motornya kak Mawar," gumam Nasya.
Nasya segera turun dari mobilnya dan menghampiri motor Mawar yang terparkir di tengah jalan!
"Kunci motornya masih menggantung," ucapnya.
Nasya mengedarkan pantangan kesemua arah dan dia melihat tas Mawar tergeletak di tempat yang jaraknya tak jauh dari motor itu.
Nasya pun mengambil tas itu dan langsung mencari Mawar di sekeliling tempat itu!
"Kak Mawar!"
"Kak Mawar!" Nasya terus berteriak memanggil Mawar tapi tak mendapatkan respon apapun. Tempat itu sepi bahkan tak ada satu orang pun yang lewat ke sana.
"Jangan-jangan kak Mawar menjadi korban tabrak lari atau korban penculikan," pikir Nasya.
Nasya pun langsung menelpon Aby tapi beberapa kali menelpon, kakaknya tak juga menerima telpon darinya.
Nasya pun langsung menelpon Dirga.
[Mas ganteng cepat ke sini, kak Mawar hilang.] ucap Nasya setelah Dirga menerima telponnya.
[Ada apa, kenapa kamu panik gini?] tanya Dirga karena Nasya terdengar sedang panik.
[Cepat lepaskan ikatan kak Aby dan segera ke sini. Aku menemukan motor kak Mawar dan tasnya tergeletak di jalan tapi aku tidak dapat menemukan kak Mawar di mana-mana. Cepatlah,aku takut kak Mawar kenapa-kenapa.]
[Baiklah, kirim lokasi kamu sekarang, aku akan segera tiba di sana.]
**********
Saat ini, Mawar sudah berhasil mengalahkan tiga preman itu.
Mawar berjalan mendekati Yura lalu menjambak rambutnya!
"Gimana rasanya, sakit?" ucap Mawar pada Yura.
"Ya, kira-kira seperti inilah rasanya saat kamu menjambak rambutku tadi," sambung Mawar.
"Aww, sakit. Lepasin gue," ucap Yura.
__ADS_1
"Dengar Yura, selama ini aku diam dengan semua yang kamu lakukan padaku karena aku pikir aku tidak punya masalah denganmu dan aku rasa kenakalan kamu masih bisa dimaafkan tapi hari ini ... hari kamu sudah sangat keterlaluan, kamu menyuruh mereka menculik aku dan dengan gampangnya kamu menyuruh mereka menikmati tubuhku. Coba sekarang kita balik kondisinya, bagaimana kalau kamu yang dinikmati oleh mereka?" ucap Mawar panjang lebar.
"Nggak, nggak. Jangan Mawar, gue mohon jangan. Ampun Mawar, ampun," ucap Yura.
"Apa, ampun? Apa tadi kamu mengampuni aku? Tidak kan terus menurut kamu apa aku harus mengampuni kamu?" ucap Mawar lagi.
"Mawar tolong lepaskan kami. Maafkan kami, kami tidak akan mengulangi kesalahan seperti ini lagi," ucap Mia.
"Iya Mawar, tolong lepaskan kami, kami mohon," ucap Ghina.
Mawar tak menghiraukan permohonan mereka, dia terus mencengkram rambut Yura dengan keras.
"Hey kalian! Ke sini," ucap Mawar pads tiga preman yang sudah babak belur itu.
Tiga preman itu pun melangkah mendekati Mawar!
"Lakukan apa yang tadi kalian lakukan padaku," titah Mawar.
"Jangan Mawar, jangan," ucap Yura.
"Cepat buka bajunya!" Mawar sedikit berteriak karena mereka bergerak sangat lambat.
"Hentikan, hentikan kalian kalau tidak, kalian akan gue laporkan ke Polisi," ucap Yura.
"Yura, kamu harus merasakan apa yang aku alami tadi, tadi kamu menyuruh mereka menikmati tubuh aku kan dan mereka sudah berhasil membuka semua kancing bajuku jadi mereka juga akan melakukan itu padamu," ucap Mawar.
"Gue akan melaporkan lo ke Polisi," ucap Yura pada Mawar.
Mawar memperlihatkan ponsel milik Yura. "Kamu lihat ini, semua bukti ada di sini sebelum kamu melapor polisi, aku duluan yang akan melaporkan kalian semua. Apa yang kalian lakukan padaku semuanya terekam dan tersimpan pada ponsel ini sedangkan yang aku lakukan sekarang tidak terekam dan tidak meninggalkan bukti apapun. Seharusnya kamu tahu apa yang aku lakukan."
"Mawar tolong jangan."
"Cepat lakukan apa yang aku perintahkan!" seru Mawar pada tiga laki-laki itu!
*******
"Cepatlah sedikit, Dirga. Istriku sedang dalam bahaya," ucap Aby yang dipenuhi kekhawatiran.
"Ini sudah mencapai batas kecepatan maksimum," ucap Dirga.
"Apa yang terjadi pada Mawar. Kalau terjadi sesuatu padanya, kamu dan Nasya yang bersalah."
Dirga tak berucap lagi, meski dirinya tak mengerti dengan perkataan Aby taoi dirinya memilih diam karena tak mungkin banyak bertanya saat dalam keadaan genting seperti ini.
Bersambung
__ADS_1