Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 70


__ADS_3

"Aku sudah menyiapkan pakaian kamu didalam koper ini. Besok kita berangkat jam berapa?" tanya Mawar setelah Aby selesai dengan semua urusan mandinya.


"Pagi, palingan jam enam tiga puluh atau jam tujuh," sahut Aby.


"Aku mau ikut, boleh kan?"


"Tentu saja boleh. Aku tahu kamu pasti rindu pada kedua orang tua kamu di sana."


"Aku memang sangat merindukan mereka," ucap Mawar dengan nada lirih.


"Seharusnya kamu tidak harus menunggu ada pekerjaan seperti ini untuk pulang. Tidak ada alasan aku untuk melarang kamu bertemu dengan mereka."


"Memangnya, kamu tidak akan marah kalau aku sering-sering pulang ke kampung?"


"Kenapa harus marah. Mereka adalah orang tua kamu, meski mereka bukan orang tua kandung tapi aku tahu kamu sangat menyayangi mereka."


"Terimakasih, kamu sudah mengertikan aku."


"Aku memang selalu mengerti, kamu yang gak pernah mengerti akan keinginan aku," ucap Aby.


"Belum saatnya. Nanti kalau aku udah siap, aku pasti memberikan semuanya tanpa terkecuali," ucap Mawar.


"Apa yang mau kamu berikan? Memang kamu pikir, aku mau apa darimu?"


Mawar mendekati Aby dan menatapnya dengan tatapan dalam.


"Kamu mau ini, Kan?" Mawar menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.


"Ini." sambung Mawar sembari menurunkan tangannya ke dadanya.

__ADS_1


Aby hanya diam sembari menatap Mawar dengan tatapan tak percaya. Bagaimana dia bisa tahu apa yang dirinya inginkan saat ini?


"Ini juga kan?" ucap Mawar lagi sembari mengarahkan tatapannya ke bawah, ke tempat rahasianya yang tak pernah terjamah oleh orang lain selain dirinya.


Seketika Aby, tersenyum lalu memalingkan wajahmu.


"Kamu tahu tapi gak mau ngasih. Kamu gak kasihan sama aku?"


"Kamu gak perlu dikasihani. Kamu yang harusnya kasihan sama aku. Aku masih harus mengejar tujuanku, kalau aku hamil gimana?"


"Nunggu kamu berhasil mengejar tujuan kamu. Sampai kapan, kalau lama-lama nanti aku jadi mati rasa."


***********


Di kampung.


Setelah beberapa saat mereka melakukan pergulatan. Akhirnya dua laki-laki itu mulai kalah dan berusaha lari meninggalkan Michelle, bahkan mereka tak perduli pada rekannya yang terikat dengan tali.


"Pergilah, bawa aku menuju bos kalian," batin Michelle.


Saat berkelahi, Michelle mencari kesempatan untuk menempelkan alat pelacak rakitannya agar dirinya bisa tahu dimana lokasi mereka dan dengan siapa saja mereka bertemu.


Saat ada kesempatan, Michelle memasukkan alat pelacak itu kedalam saku jaketnya dan membiarkan mereka pergi dengan alat pelacak itu!


Setelah mereka pergi, Michelle menghampiri laki-laki yang tadi pingsan dan kini sudah tersadar!


"Jangan bunuh saya," lirih laki-laki itu.


"Siapa yang akan membunuhmu? Saya ingin tahu, pada siapa kamu bekerja?" ucap Michelle.

__ADS_1


"Saya tidak tahu," ucap laki-laki itu.


"Tidak tahu atau tidak ingin memberitahu saya?"


"Saya benar-benar tidak tahu."


"Baiklah, selamat tinggal. Semoga kamu tidak dimangsa hewan buas!" Michelle bangkit lalu segera pergi meninggalkan tempat itu!


"Hey! Jangan tinggalkan saya! Saya benar-benar tidak tahu!" teriak laki-laki itu namun tak dihiraukan oleh Michelle.


Michelle mengotak-atik ponselnya mencari keberadaan dua orang yang sudah lari darinya.


"Di manapun kalian berada, aku akan menemukan kalian malam ini juga," gumam Michelle sembari berjalan mengikuti jalan setapak untuk tiba di perkampungan!


**********


"Pa, gimana kabar perusahaan kita?" tanya Marisa pada Mahendra.


"Baik-baik saja. Untung Aby tidak jadi mengambil asetnya kalau itu terjadi, kita akan mengalami kebangkrutan," ucap Mahendra.


"Aku mau, Papa meminta Mawar pergi dari Aby karena aku yang seharusnya ada diposisi dia sekarang," ucap Jingga yang tiba-tiba nimbrung pembicaraan mereka.


"Tidak bisa Jingga. Ini namanya kita sudah mempermainkan Aby, lagipula kamu kan sudah punya pacar dan kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak mau menikah dengan Aby," ucap Mahendra.


"Tapi sekarang aku mau sama Aby."


"Tidak bisa Jingga. Papa tidak mau mengganggu kehidupan pribadi Aby lagi, kalau memang kamu masih ingin bersama Aby, silahkan kamu berusaha sendiri. Papa capek selalu mengurusi keinginan kamu."


"Pa, gak ada salahnya kamu pulangkan Mawar lagi ke kampung lagian dia gak pantas juga berdampingan sama Aby," ucap Marisa.

__ADS_1


Bersambung



__ADS_2