Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 184


__ADS_3

"Udah deh kerjaan kamu selesai," ucap Dirga setelah selesai berurusan dengan laporannya pada polisi.


"Siapa bilang, aku masih ada banyak sekali kerjaan," ucap Michelle sembari menyandarkan punggungnya di sandaran kursi mobil itu.


"Apa lagi? Sibuk banget sih jadi kamu," ucap Dirga.


"Ya sebentar lagi kita menikah. Aku harus bersiap," ucap Michelle.


"Oh ya lupa. Jadi, sekarang apa yang harus kamu lakukan?" ucap Dirga.


"Ya, pulang lah," ucap Michelle.


"Ya udahlah. Aku antar kamu pulang."


"Gak usah, aku turun di kantor kamu aja nanti aku bisa pergi sendiri pakai motorku," ucap Michelle.


"Siap calon istriku." Dirga mulai mengemudikan mobilnya dengan perlahan.


Michelle masih asyik menyandarkan punggungnya, matanya tertutup rapat mencoba merefrsh otaknya setelah semua teka-teki yang cukup menguras tenaga dan pikirannya.


Dirga menatap Michelle sekilas lalu kembali fokus pada jalan yang sedang dilaluinya, sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya.


"Wonder woman ku kecapekan ternyata," batin Dirga.


******


Di rumah Aby.


Siang itu Mawar dan Jingga sedang beristirahat di kamar masing-masing sedangkan Marisa sedang duduk di depan rumahnya sembari memperhatikan Mahendra yang sedang membersihkan rumput yang tumbuh di sekitar kebunnya.


"Ma, tangan Mama masih sakit?" tanya Mahendra.


"Sedikit," sahut Marisa.


Mahendra menatap Marisa lalu tersenyum tipis sembari menghampiri istrinya itu!


"Jangan bohong. Lukanya masih basah, gak mungkin sakitnya cuma sedikit," ucap Mahendra.


"Itu Papa, tahu kenapa masih bertanya."


"Papa hanya memastikan saja. Mama mau makan siang?"


"Mau. Papa udah lapar ya? Mama belum masak," ucap Marisa.

__ADS_1


"Ada mie instan. Kita makan siang mie instan aja," ucap Mahendra.


"Ya udah, Mama masakin ya."


"Gak usah. Biar Papa yang masakin buat Mama," ucap Mahendra.


"Beneran, Pa? Memangnya Papa bisa?" ucap Marisa.


"Bisalah. Kalau cuma masak mie doang atau kalau gak, Mama ambil makanan di meja makan Mawar aja sana! Tadi Papa lihat masih ada sisa makanan," ucap Mahendra.


"Gak usah, Pa kita makan mie aja. Mama gak mau terus menumpang hidup sama Mawar, malu Pa."


"Sebenarnya Papa juga malu, Ma semoga saja dari hasil panen kita nanti, kita bisa mengganti uang Mawar yang sudah kita pakai ya," ucap Mahendra.


"Semoga saja, Pa." Pasangan suami istri itu terus berbicara sambil memasak mie instan untuk mereka makan siang.


Di kamar Mawar.


"Aduh, perutku kram lagi," ucap Mawar sembari menahan rasa sakitnya.


"Kalau aku perhatikan perut aku besar sekali. Ini wajar gak sih?" gumam Mawar sembari menatap perutnya dari pantulan cermin itu.


Mawar terus mengusap perutnya yang buncit dengan lembut dan penuh kasih sayang. Ia terus tersenyum karena bahagia, rasanya tak sabar lagi menunggu kelahiran anak pertamanya itu.


"Sudah tiba," ucap Dirga saat mobilnya tiba di area parkiran kantornya.


Dirga menatap Michelle yang ternyata sedang tertidur pulas.


"Ternyata tidur, pantas gak kedengaran suaranya," ucap Dirga dengan sedikit bergumam.


Dirga tak berani membangunkan Michelle, terlalu takut baginya untuk mengganggu istirahat kekasihnya itu.


Dia tidak tega jika harus membangunkan Michelle dari tidurnya, dari wajahnya terlihat dengan jelas kalau dia sedang lelah.


"Gak mungkin aku tega membangunkan dirimu. Terpaksa aku harus mengantarkan kamu pulang, bidadariku," batin Dirga lalu kembali melajukan mobilnya menuju arah rumah Michelle.


Setelah hampir dua puluh menit berkendara akhirnya Dirga tiba di pertigaan jalan yang menuju rumah Michelle.


Michelle terbangun dari tidurnya. Dia membuka matanya dan ....


"Kok, kita udah di sini? Bukannya tadi ...."


"Tadi kamu tidur, aku gak berani membangunkan dirimu dan akhirnya aku berniat mengantar kamu pulang ke rumah," ucap Dirga.

__ADS_1


"Gak berani kenapa? Takut kena bogem?" ucap Dirga.


"Lebih ke_terlalu sayang sih. Aku tidak begitu takut dengan pukulan karena aku sering mendapatkan bogem dari pesaing dalam usaha, aku lebih takut kehilangan cinta dari kamu, aku lebih takut kehilangan kamu," ucap Dirga.


"Yakin gak gimbal nih?" ucap Michelle sembari tertawa kecil.


"Nggak. Ngapain aku gombal sama kamu toh kamu gak akan mempan dengan gombalan," ucap Dirga.


"Gak tahu kenapa aku tuh cinta banget sama kamu padahal dulu aku gak pernah se_sayang ini sama laki-laki."


"Itu karena kita ditakdirkan berjodoh. Aku juga cintanya kebangetan sama kamu padahal dulu aku biasa saja terhadap perempuan yang mendekati aku," ucap Dirga.


"Udah nyampe nih. Aku harap kamu ikut turun dan makan siang bersama Mama di rumah," ucap Michelle.


"Dengan senang hati. Aku tidak bisa menolak," ucap Dirga.


"Tutup kacanya," ucap Michelle saat Dirga sudah menghentikan mobilnya di depan rumahnya.


"Iya, pasti aku tutup." Dirga pun menutup jendela mobilnya lalu membuka sabuk pengamannya.


Michelle menggenggam tangan Dirga saat pemuda itu hendak turun dari mobilnya.


Dirga menatap Michaela. "Ada apa?" tanyanya.


Michelle mendekatkan wajahnya ke wajah Dirga lalu mencium bibir laki-laki itu dengan sedikit men****tnya.


Michelle tersenyum sambil mengusap bibir Dirga yang basah ibu jarinya.


"Itu imbalan karena kamu sudah mencintai aku dengan tulus," ucap Michelle sembari terus menatap Dirga.


"Aku tidak percaya kamu melakukan ini," ucap Dirga yang masih terdiam mematung.


"Kenapa? Sebentar lagi kita akan menikah. Oh ya, itu barusan adalah ciuman pertamaku, awas aja kalau kamu mencoba mengkhianati aku."


Ya, barusan adalah ciuman pertama bagi Michelle dahulu ia pernah memiliki hubungan percintaan dengan laki-laki lain tapi tak sampai melakukannya karena Michelle tak pernah mempercayai laki-laki yang belum mengucapkan janji akan menikahinya dan belum pasti kapan dia akan menikahinya.


"Tidak akan. Kamu adalah perempuan terakhir dalam hidupku," ucap Dirga.


"Ayo kita turun. Semoga perbuatan mu barusan tidak terlihat oleh Mama kamu," ucap Dirga lagi.


"Ya, semoga saja. Lain kali kita lakukan di tempat tertutup," ucap Michelle sembari tersenyum.


"Nakal ya kamu. Akan aku ajarkan kamu bagaimana caranya berciuman nanti," ucap Dirga sembari turun dari mobilnya!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2