Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 222


__ADS_3

Di taman kota.


"Kamu kenapa kesal begitu?" tanya Nasya pada El.


"Urus aja pertengkaran kalian gak usah tanya-tanya aku," ucap El.


"Mbak kenapa sih pulang-pulang kayak orang lagi kesel gitu?" ucap Ussy.


Tadi aku ketemu sama cowok, orangnya ganteng dan terlihat seperti orang kaya tapi dia gak punya adab," ucap El dengan nada kesal.


"Gak punya adab gimana?" tanya Reza.


"Masa dia ngajak aku senang-senang di hotel. Gila kan dia, dia pikir aku ini cewek apaan," ucap El.


"Mana orangnya? Ayo kita beri dia pelajaran," ucap Ussy.


"Emang kamu bisa?" tanya Joe.


"Gampang, laki-laki kayak gitu mah cuma perlu digebukin pakai sandal," sahut Ussy.


"Betul kamu, Sy. Ayo kita keroyok dia, bisa-bisanya dia merendahkan teman kita," ucap Nasya.


"Jangan main hakim sendiri lagipula El gak diapa-apain sama tuh orang," ucap Reza


"Nggak diapa-apain cuma disakitin hatinya saja," ucap Ussy.


"Kalau aku ketemu dia lagi, aku akan memanggil kalian dan kita keroyok sama-sama tuh laki-laki kurang ajar," ucap El.


"Astaghfirullah, kalian brutal jadi perempuan. Gak ada lembut-lembutnya," ucap Reza.


"Istighfar yang banyak biar ingat kalau dari tadi tangannya nakal banget," celetuk Ussy.


Reza yang dari tadi terus menggenggam tangan Nasya pun langsung menarik tangannya dan tersenyum tipis.


"Pegangan tangan doang wajar kali orang pacaran," ucap Reza.


"Jangankan pegangan tangan lebih dari pegangan tangan juga wajar untuk orang yang sudah berpacaran," ucap Joe.


"Oh gitu. Kalau gitu kita putus deh. Aku gak mau kalau pemikiran pacar aku kayak gitu nanti yang ada aku blong sebelum waktunya," ucap Ussy yang memang selalu berbicara apa yang ada dalam pikirannya.


"J_jangan dong. Masa baru jadian udah putus," ucap Joe.


"Kalian udah jadian?" ucap Nasya.


"Udah tapi mau putus, aku takut dieksekusi di tempat sepi," ucap Ussy.


"Ya Allah, Cinta kita baru jadian masa mau putus lagian aku cuma bercanda mana mungkin aku berani menyentuh kamu. Aku gak mau dipukuli pakai sandal," ucap Joe.


"Cie, cie, cie yang baru jadian. Selamat ya Sy," ucap El yang ikut bahagia mendengar mereka sudah resmi berpacaran.

__ADS_1


"Tinggal, Mbak El nih yang belum punya pacar. Mbak, Salman baik lho meski dia cuek sama cewek," ucap Joe.


"Mbak El juga cuek dan galak kalau ada yang mendekatinya," ucap Ussy.


"Wah cocok tuh, kita jodohkan saja mereka," ucap Nasya.


"Dimana cocoknya? Ceweknya jutek cowoknya cuek, mau jadi apa mereka nanti? Masa pacaran cuma diem-dieman," ucap Reza.


"Kalian apaan sih kok jadi ngebahas aku? Aku mau pulang aja deh. Minggu ini kita masing-masing aja dulu," ucap El.


"Cepat cari pacar biar kita bisa kencan bareng," ucap Reza.


"Hhh, baru ketemu laki-laki gila. Aku gak mau nyari pacar dulu, serem ah. Aku pulang ya," ucap El sembari berjalan meninggalkan mereka.


"Mbak tunggu dulu, nanti Ussy gimana?" ucap Ussy.


"Ya kamu pulang sama Joe, mobil mau aku bawa," ucap El.


"Lah aku gimana, El?" ucap Nasya.


"Ya sama Reza lah," ucap El.


Eliandra pun berjalan menghampiri mobilnya dan mulai meninggalkan taman itu!


"Ikuti cewek itu dan laporkan semua informasi tentang dia yang berhasil kalian dapatkan," ucap Fredy pada dua orang kepercayaannya.


"Baik, Bos," ucap laki-laki itu lalu mereka menaiki motornya dan mulai mengikuti El!


"Ini videonya," ucap Darko sembari memberikan sebuah kaset vcd pada Michelle.


Setelah mengambil apa yang diinginkan oleh Michelle, Darko langsung dibawa lagi ke tempat penyekapan oleh Aby dan Dirga.


"Kamu yakin ini asli?" tanya Michelle setelah menerima kaset ini.


"Ini asli. Ambil ini juga." Darko memberikan sebuah flashdisk pada Michelle.


"Apa ini?" tanya Michelle.


"Masih video itu. Saya sengaja membuat salinan video itu untuk memeras Bu Marisa."


"Oke, kamu akan saya bebaskan setelah saya melihat video ini benar video yang saya cari atau bukan kalau kamu mencoba menipu saya, kamu tidak akan pernah saya lepaskan. Jangan pernah berharap kamu akan hidup bebas lagi," ucap Michelle.


"Kamu boleh membuktikannya terlebih dahulu sebelum mengancam saya," ucap Darko.


"Oke." Michelle keluar dari ruangan itu dan mengambil laptop miliknya hendak memutar video itu.


"Kalian mau apa?" tanya Michelle pada Aby dan Dirga.


"Ya ... mau lihat lah, apa lagi?" ucap Aby.

__ADS_1


"Gak boleh. Ini rahasia antara aku dan Bu Marisa," ucap Michelle.


"Liat sedikit boleh dong. Aku penasaran aja apa benar waktu itu Bu Marisa diper***a atau bukan," ucap Dirga.


"Sama, aku juga penasaran apalagi Mama bilang ada tiga orang yang memburunya saat itu," ucap Aby.


"Apa! Tiga orang?" ucap Dirga terkejut.


"Iya tapi itu katanya, gak tahu benar atau tidak," ucap Aby.


"Kalau sama tiga orang, gimana rasanya ya? Michelle, aku boleh lihat ya. Sedikit aja," ucap Dirga.


"Gak ada. Pergi sana! Awasi si tua itu biar gak kabur atau kalian mau burungnya aku potong?" ucap Michelle.


"Ya ampun. Jangan dong, iya deh kita jagain Darko aja," ucap Dirga.


Aby dan Dirga pun berjalan mendekati pintu dimana di dalamnya ada Darko yang sedang mereka sekap!


Setelah memasang flashdisk nya, Michelle pun mulai mengutak-atik laptopnya untuk mencari file video itu.


Michelle langsung memutar video itu, dilihatnya kejadian demi kejadian yang Marisa alami yang terekam dalam video itu.


"Astaghfirullah," batin Michelle.


Mendengar Michelle beristighfar Aby dan Dirga semakin penasaran sebenarnya apa yang waktu itu terjadi pada Marisa.


Setelah menonton selama dua puluh satu menit Michelle pun menghentikan videonya lalu mencopot flashdisk nya untuk segera diamankan.


"Apa yang terjadi?" tanya Dirga.


"Lepaskan si tua itu, dia tidak berbohong," ucap Michelle.


"Aku tanya apa yang terjadi, malah disuruh melepaskan tawanan," ucap Dirga.


"Nanti aku ceritakan," ucap Michelle.


"Aku juga mau tahu," ucap Aby.


Michelle menatap Aby dan juga Dirga dengan tatap tajamnya.


"Dengar ya kalian berdua, ini tuh video absurd dan yang ada dalam video ini orang tua. Ibu mertua kamu, Abymana apa nanti kalian berdua tidak akan membuat Bu Marisa malu? Udahlah lagipula ini urusan pribadi, jadi aku gak bisa memperlihatkan video ini tanpa sepersetujuan Bu Marisa," ucap Michelle.


"Bu Marisa gak harus tahu kalau aku dan Tuan Muda sudah mlihatnya," ucap Dirga.


"Aku sangat menghormati pekerjaanku dan kami para detektif rahasia akan selalu menjaga kerahasiaan masalah pribadi klien kami meski kamu yang memintaku untuk masuk ke dalam misi ini tapi ini hal yang sangat pribadi. Aku pasti akan memberikan informasi terkait kasus ini pada kalian tapi untuk video ini ... maaf aku tidak bisa memperlihatkannya pada kalian terkecuali Bu Marisa memperbolehkannya. Aku harap kalian mengerti," ucap Michelle.


Dirga dan Aby tak berucap lagi, melihat raut wajah Michelle yang sedang menahan kemarahan membuat mereka berdua tak ingin sampai melihat kemarahan Michelle yang mungkin akan sangat menakutkan.


Dirga langsung masuk ke dalam ruangan tempat Darko disekap dan mulai membuka tali yang mengikat tubuhnya!

__ADS_1


"Kamu boleh pergi," ucap Aby.


Bersambung


__ADS_2