
Keesokan harinya seperti biasa Mawar sudah siap untuk pergi ke kampus n, ia juga sudah selesai sarapan dan sudah menjalankan semua tugasnya sebagai seorang istri.
"Sekarang udah jadi seorang CEO, apa gak mau merubah penampilan kamu?" tanya Aby.
"Rubah gimana?" Mawar bertanya balik.
"Ya pakai pakaian ala kantor lah gak pakai dress kayak gini."
"Aku mau ke kampus masa harus pakai pakaian ala kantor?"
"Oh iya ya, lupa kalau istriku ini masih seorang mahasiswa." Aby tersenyum tipis kearah Mawar.
"Sekarang yang aku bingung, aku pergi ke kampus naik apa? Motor aku jan kemarin ditinggal di kampus," ucap Mas.
"Aku antar kamu ke kampus eh tapi apa gak pakai mobil aja?" ucap Aby.
"Aku gak nyaman pakai mobil, aku lebih suka pakai motor karena lebih gesit dan kalau macet bisa curi-curi jalan," jelas Mawar.
"Sepertinya kamu akan jadi CEO pertama yang pergi ke kantor dengan menaiki motor dan mungkin kamu adalah CEO pertama yang berusia muda."
"Aku akan memecahkan rekor dunia, aku akan menjadi CEO termuda, tercantik dan ter semuanya," ucap Mawar.
"Pastinya tercinta, tersayang dan teristimewa buat aku," ucap Aby.
"Gombal lagi."
"Nggak. Udah yuk berangkat."
Mawar tersenyum lalu segera melangkah keluar dari rumahnya kali ini ia akan berangkat ke kampus dengan diantarkan oleh Abymana.
**********
"Pak, abis ini Ussy langsung pergi je kampus ya," ucap Ussy.
"Baru kemarin saya tanya kapan mulai ngampus ternyata hari ini mulainya," ucap Dirga.
"Iya Pak, kak Michelle sudah menunggu Ussy di depan," jelas Ussy.
"Kalau gitu ayo kita berangkat bareng," ucap Dirga.
"Tapi kak Michelle?"
"Michelle, kita berangkat bareng dia juga lah."
"Ya udah tapi bener ya ini gak ngerepotin."
"Nggak, ayo berangkat."
"Bentar dulu, Ussy mau beresin ini dulu," ucap Ussy sembari mengarahkan tangannya pada cucian piring yang ada di atas wastafel.
"Nanti aja setelah pulang kuliah," ucap Dirga.
Ussy pun tak bisa menolak, ia menuruti perkataan Dirga dan langsung keluar dari rumah untuk segera pergi ke kampusnya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, Dirga menghentikan laju mobilnya saat melihatmu Michelle berdiri di pinggir jalan.
"Mau ngantar Ussy ke kampus?" tanya Dirga tanpa keluar dari mobilnya.
"Ya, Ussy kok di situ?" ucap Michigan.
"Pak Dirga ngajak bareng jadi Ussy ikut aja," ucap Ussy.
"Ya udah berangkat sama Dirga aja," ucap Michelle.
"Nggak dong, kita pergi bareng," ucap Dirga.
Michelle tersenyum lalu menatap Dirga dan Ussy.
"Ussy duduk di belakang aja," ucap Ussy sembari turun dari mobil!
"Gak usah Sy, kakak di belakang aja," ucap Michelle.
"Gak apa, tanggung juga udah keluar," ucap Ussy sembari membuka pintu belakang mobil itu.
"Udah ayo masuk nanti telat," ucap Dirga.
Michelle pun segera masuk ke dalam mobil!
**********
Di rumah Mahendra.
"Kayaknya kita harus berbuat sesuatu pada Mawar. Anak itu benar-benar keterlaluan," ucap Marisa pada Jingga.
"Kita cari waktu yang tepat. Kamu tenang aja."
"Kalau Mawar yang memegang perusahaannya bisa-bisa pemasukan keuangan keluarga kita jadi berkurangnya karena hak kita di perusahaan cuma sedikit," ucap Jingga.
"Kamu benar, sayang karena itulah Mama harus benar-benar menyingkirkan Mawar," ucap Marisa.
"Kalau bisa buang aja tuh anak ke pulau terpencil biar mati dimakan hewan buas," ucap Jingga.
**********
Setibanya di depan kampus Ussy. Ussy langsung turun dan langsung meninggalkan Michelle dan Dirga di dalam mobil itu!
"Kamu mau kemana?" tanya Dirga sembari melajukan mobilnya lagi.
"Rencananya mau menemui Pak Randy," sahut Michelle.
"Kebetulan kalau gitu. Kita ke sana bareng aja."
"Karena itulah aku gak turun dari mobil kamu," ucap Michelle.
Setelah itu tak ada lagi percakapan antara mereka berdua. Dirga terus fokus berkendara sedangkan Michelle asyik sendiri dengan banyaknya hal yang menganggu ketenangan batinnya.
*******
__ADS_1
Di kantor Aby.
"Yakin ya By, kamu dengan keputusan kamu yang menjadikan Mawar sebagai pemimpin perusahaan Pak Mahendra?"
"Yakin, kemarin dia udah bekerja satu hari. Kita beri waktu dia selama tiga bulan saja jika tidak ada perkembangan dalam diri Mawar terpaksa jabatan Mawar harus dikembalikan pada Pak Mahendra," ucap Abymana.
"Apa yang ada dalam pikiran kamu sehingga kamu menjadikan perusahaan yang sudah berjalan itu sebagai percobaan," ucap Randy.
"Papa gak tahu dan gak usah tahu karena kalau aku kasih tahu pun, Papa gak akan mengerti."
"Terserah kamu lagian kalau terlalu rumit, Papa juga gak mau tahu asal kalau ada apa-apa jangan libatkan Papa."
Aby hanya tersenyum mendengar perkataan Papanya.
"Selamat pagi Pak," ucap Michelle pada Randy dan Aby yang sedang berdiri di lobby kantornya.
"Selamat pagi. Kebetulan atau emang kalian berjodoh, bisa bareng gitu," ucap Aby.
Dirga berdehem lalu tersenyum ke arah Aby dan Randy.
"Sebenarnya karena kebetulan tapi bisa juga kami ini memang ditakdirkan berjodoh," ucap Dirga.
"Pak ada yang mau saya bicarakan," ucap Michelle yang tak menghiraukan Aby dan Dirga.
"Boleh, mari ke ruangan saya," ucap Randy sembari berjalan menuju ruangannya!
Michelle pun mengekor di belakang Randy dengan langkah tegapnya!
"Bisa bareng gitu. Udah jadian ya?" ucap Aby.
"Jadian apa?" Dirga tak terlalu menanggapi perkataan Aby karena dia terus memperhatikan Michelle yang sudah semakin menjauh.
"Kamu sama Michelle lah apalagi?" ucap Aby.
"Oh itu. Nggak, gak ada kata jadian atau perjanjian apapun itu," sahut Dirga.
"Cantik ya dia," ucap Aby.
"Cantik lah orang perempuan kalau dia laki-laki ya pasti ganteng kayak aku," ucap Dirga sembari berjalan meninggalkan Aby!
"Eh mau kemana kamu?"
"Kerja, saya gak mau dipecat gara-gara ngobrol terus," ucap Dirga tanpa menghentikan langkahnya.
**********
Di kampus.
"Cie yang tadi pagi diantar sama ayang," ucap Sherin.
"Gimana rasanya malam pertama kamu sama Abymana?" tanya Mia.
Entah mengapa tiba-tiba gadis itu menanyakan hal itu pada Mawar padahal dirinya tak pantas untuk menanyakan hal itu.
__ADS_1
Bersambung