Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku

Terpaksa Menikah Dengan Calon Suami Kakakku
bab 105


__ADS_3

"Aaaa! Kamu kenapa sih? Kayak orang lagi kelaparan aja," ucap Mawar.


"Aku emang lapar bahkan sangat lapar mau minta gak berani karena istriku baru mengalami tragedi," ucap Aby.


"Aku tuh heran deh setelah aku nikah sama kamu, ada aja yang terjadi padaku mulai dari Ratu kampus yang kurang ajar sampai terjatuh saat menjemur pakaian."


"Jadi kamu nyalahin aku?" tanya Aby.


"Nggak, justru aku berterima kasih sama kamu karena kamu, aku bisa seperti ini."


"Maksud kamu?"


"Aku bisa kuliah di universitas ternama, aku bisa hidup enak dengan banyaknya harta yang kamu punya dan yang paling penting, aku bersyukur banget punya suami seperti kamu. Kamu ganteng, baik, banyak uang, masih muda lagi."


"Mawar, perkataan kamu ini seperti cewek matre yang hanya mengharapkan hidup enak dari harta aku."


"Ya kalau pendapat kamu seperti itu terserah kamu terus sekarang apa yang mau kamu lakukan setelah tahu aku ini cewek matre? Satu hal yang harus kamu tahu hanya cowok kere dan pelit saja yang menganggap pacarnya atau istrinya sebagai cewek matre."


"Sekarang aku mau mengikat kamu, mengurung kamu dalam sangkar cinta yang terbuat dari emas dan aku akan menempatkan kamu di Kerajaan cintaku. Kamu akan aku jadikan satu-satunya harta yang akan aku pertahankan meski apapun yang terjadi," ucap Aby.


"Eh malah ngegombal, aku pikir kamu mau marah."


"Mana bisa marah kalau istrinya saja lebih jago dari suaminya," ucap Aby dengan senyumnya di bibirnya.


"Mandi sana, habis itu kita sarapan," ucap Mawar sembari membuka satu per satu kancing baju tidur Abymana.


**********


Di kediaman Dirga.


"Pak, Ussy beneran masih boleh kerja di ini meskipun Ussy lanjut kuliah?" tanya Ussy.


"Iya beneranlah masa saya bohong. Kapan sih saya bercanda sama kamu," ucap Dirga.


"Serius Pak? Ini Ussy lagi gak mimpi kan?" ucap Ussy dengan raut wajahnya yang kegirangan.


"Gak, ini nyata."


Seketika, Ussy melompat-lompat lalu memeluk Dirga sekejap habis itu kembali melompat-lompat!


Dirga tersenyum melihat tingkah Ussy lalu ia menggelengkan kepalanya.


"Dasar Ussy-Ussy," gumam Dirga.

__ADS_1


"Eh Pak, maaf ya tadi Ussy kesenangan jadi meluk Bapak sebentar, maaf ya Pak," ucap Ussy setelah sadar dengan apa yang ia lakukan pada majikannya.


"Iya, gak apa-apa kalau kamu mau peluk aja lagi. Saya bersedia menjadi penampung kebahagiaan kamu," ucap Dirga dengan tawa kecil.


"Nggak usah, terima kasih." Ussy berdiri di samping Dirga sambil memainkan kedua tangannya.


"Jangan berpikir buruk tentang saya. Saya sudah menganggap kamu sebagai adik saya," ucap Dirga.


Mendengar perkataan Dirga, Ussy malah menangis hingga membuat Dirga kebingungan.


"Eh Ussy, kenapa menangis? Apa ada yang salah dengan perkataan saya?" tanya Dirga.


"Ussy sedih karena bahagia, ternyata orang-orang di sekitar Ussy baik semua. Ternyata masih banyak orang yang perduli sama Ussy."


"Kamu bikin saya panik aja. Jangan nangis, Sy cucian masih banyak selain itu kalau kamu nangis terus, saya bisa hanyut terbawa air mata kamu," ucap Dirga.


Seketika Ussy tersenyum lebar. "Bapak bisa aja bikin Ussy ketawa," ucap Ussy.


"Nah gitu dong, ketawa kan cantiknya balik lagi."


**********


"Dimana tempat tinggal Roger sekarang?" tanya Randy yang sudah bersama Michelle.


"Kalau gitu bawa saya padanya sekalian saya ingin bertemu dengan Mitha," ucap Rendy lagi.


Saat ini mereka hanya pergi berdua saja jika biasanya Randy akan pergi bersama orang kepercayaannya tapi kali ini ia memilih pergi sendiri saja.


Selain karena Michelle yang dipekerjakan secara rahasia, Randy juga tak ingin masalah ini diketahui oleh keluarganya terutama Aby karena diusianya sekarang, Aby masih belum bisa berpikir tenang dan sikapnya yang kadang masih brutal.


"Baik Pak." Michelle langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit jiwa!


Tak butuh waktu lama, akhirnya Michelle dan Randy tiba di rumah sakit yang mereka tuju. Michelle langsung menghentikan mobilnya dan segera turun dari mobilnya!


Baru mereka akan masuk ke rumah sakit itu terlihat Roger yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Michelle cepat tinggalkan saya. Biarkan saya bicara padanya sendirian," ucap Randy pada Michelle.


Tanpa menjawab, Michelle langsung pergi meninggalkan Randy di tempat itu!


"Roger!" seru Randy saat Roger melewati mobilnya.


Roger menghentikan langkahnya lalu menatap ke arah Randy yang berdiri samping mobilnya.

__ADS_1


"Darimana Anda tahu nama saya?" tanya Roger pura-pura tidak mengenal Randy.


"Jangan pura-pura tidak tahu, Roger, Om ingin bicara padamu," ucap Randy dengan suara pelan.


"Bicara apa? Saya tidak mengenal Anda," ucap Roger yang masih berpura-pura tidak tahu.


"Kalau kamu memang tidak mengenal saya kenapa kamu menyerang Aby dan setia orang yang datang ke kampung itu dan kamu juga sering meneror keluarga kami?"


Roger menatap Randy dengan tatapan tajam, rasa bencinya terhadap Randy terlihat dengan jelas di wajahnya.


"Roger bagaimana kabarmu dan juga Mamamu?" tanya Randy.


"Jangan sok perhatian pada saya dan Mama saya. Saya tahu Om itu sebenarnya licik, Om adalah orang munafik yang menghancurkan keluarga saya dengan cara halus," ucap Roger.


"Apa maksud kamu? Om tidak mengerti. Kapan kalian pulang dari luar negeri? Setahu Om, kalian pindah ke luar negeri."


"Saya tidak bisa dibohongi lagi, Om sengaja membunuh Papa ku agar semua bisnis kuliner milik kami jatuh pada tangan Om kan?"


Randy menatap Roger dengan matanya yang tak berkedip sekalipun, ia terkejut mendengar perkataan Roger.


"Jadi selama ini kamu yang berusaha menjatuhkan Om. Roger kamu sudah salah paham pada Om, Papa kamu meninggal karena terjatuh dan mengalami serangan jantung. Mama kamu juga tahu tentang penyebab kematian Papa kamu," ucap Randy.


Roger yang langsung emosi saat mendengar perkataan Randy langsung mencengkram kerah kemeja Randy lalu mendorongnya hingga memepet ke tembok!


"Roger, apa yang kamu lakukan?" ucap Randy yang mulai merasa sesak karena tercekik oleh dasi yang ia pakai.


"Kalian harus merasakan apa yang aku rasakan," ucap Roger.


Roger semakin mengeratkan cengkraman nya sembari mengangkat tubuh Randy ke atas agar Randy semakin sesak dibuatnya.


"Roger, kamu salah paham pada Om."


Michelle yang sedari tadi memperhatikan mereka langsung keluar dari persembunyiannya lalu memukul punggung Roger agar melepaskan cengkraman nya dari Randy!


Roger terhuyung hingga hampir terjatuh tapi karena pukulan Michelle yang tidak terlalu keras, laki-laki itu masih bisa mempertahankan keseimbangan tubuhnya.


"Siapa kamu?" ucap Roger dengan nada tinggi.


"Tidak penting siapa aku. Lepaskan Bapak itu dan jangan sakiti dia," titah Michelle.


Roger yang sedang diselimuti amarah pun langsung menyerang Michelle karena menganggap Michelle sudah mengganggu aksinya!


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2