Anak Genius Namaku Aji

Anak Genius Namaku Aji
Kecelakaan


__ADS_3

Siang selepas makan siang, mami Rossa mengajak Cilla dan Aji, untuk segera berangkat menuju ke kantor EO, sesuai dengan rencana yang sudah ada, dan waktu yang disepakati bersama Gilang juga.


"Sudah siap?" tanya mami Rossa pada Cilla.


"Sudah Mi. Aji juga sudah siap kok," jawab Cilla, kemudian melangkah ke arah mami Rossa yang sedang menunggunya di ruang tamu.


Mereka bertiga, mami Rossa dan Cilla bersama dengan Aji, berangkat dengan mobil yang dikemudikan oleh pak supir.


"Kita ke kantor EO yang kemarin ya Pak!"


Mami Rossa, memberikan penjelasan pada pak supir, sebelum melajukan mobilnya.


"Siap Nyonya," jawab pak supir patuh.


Tak lama kemudian, mobil mami Rossa, tampak keluar dari gerbang rumah, menuju ke arah jalan raya, untuk kunjungan mereka ke kantor EO siang ini. Gilang, sudah berada di jalan juga. Nantinya, mereka akan bertemu di kantor EO tersebut, agar memudahkan perjalanan dan juga menghemat waktu yang ada saat perjalanan.


"Papa sudah berangkat juga Oma?" tanya Aji, mengingatkan omanya.


"Sudah Sayang. Tadi papa Kamu mengabari, kalau sudah otw kok. Papa Kamu kan juga bilang semalam, bisa nyusul siang. Makanya kita juga berangkat siang. Paling kita, sampai disana tidak berbeda jauh waktunya."


Mami Rossa menjawab pertanyaan dari Aji, dengan perkiraan waktu, yang diperlukan untuk bisa sampai ke tempat tujuan mereka, kantor EO.


Aji mengangguk mengerti. Dia sekarang duduk di depan, disampingnya pak supir, sedangkan mami Rossa dan Cilla, ada bangku penumpang bagian belakang.


Diperjalanan, Aji suka sekali memperhatikan jalan. Dia begitu antusias, menghafal nama-nama jalan, gedung perkantoran dan juga nama-nama tempat, dimana pasti berbeda satu sama lainnya.


"Kira-kira nanti, Aji mau pakai bajunya warna apa. Untuk setelan jas sepatunya." Mami Rossa mencoba bertanya pada cucunya itu.


"Merah," jawab Aji pendek. Warna yang sesuai, dengan warna kesukaannya.


"Lho ,kok merah lagi? Kemarin, waktu pasta ulang tahun Aji sudah pakai jas berwarna merah lho!" Mami Rossa mengingatkan Aji.


"Tapi Aji lebih suka merah Oma, atau baju kemejanya yang merah juga boleh, jadi kebalik dari yang kemarin," jawab Aji memberikan alasannya.


"Ya sudah. Lihat nanti juga ya. Kamu itu, sama kayak papa Kamu. Suka warna merah."


Mami Rossa jadi mengingat anaknya, Gilang, yang sama-sama memiliki kesukaan dengan warna merah, sama seperti Aji, cucunya itu.


******


Bruakkkk...

__ADS_1


Mobil membentur tiang lalin. Asap mengebul dari arah depan, bagian mesin mobil.


Pak supir, yang kaget dan tidak menyangka kalau ada mobil yang berbelok ke arah kiri dengan tiba-tiba, tanpa ada lampu reting untuk peringatan, tentu dengan gugup membuang posisi setir dengan cepat. Tapi naas, kecelakaan tunggal, akibat menghindari tabrakan dengan mobil didepan, justru mobilnya sendiri yang celaka.


Warga berlarian menuju lokasi kejadian. Mereka semua, berusaha untuk mengeluarkan korban yang ada didalam mobil tersebut.


"Panggil ambulans!"


"Tolong, itu buruan! Ada anak kecil di dalam mobil bagian depan."


"Supirnya parah!"


"Ada berapa penumpang?"


"Empat kalau tidak salah. Termasuk dengan supirnya."


"Cari mobil box atau apa, nunggu ambulans kelamaan!"


"Yah... kasihan sekali."


"Kenapa tadi ya? Kok tiba-tiba naik ke trotoar dan menabrak tiang lalu lintas?"


"Lihat penampakan mungkin, atau bisa jadi supirnya mengantuk."


Orang-orang yang melihat dan berkerumun di tempat kejadian, masih terbesar samar di telinganya Aji. Dia masih mengingat dengan jelas bagaimana bisa kecelakaan yang dialaminya ini terjadi tadi.


*****


"Nanti kalau pilih warna baju bisa tanya papa juga ya Aji," kata mami Rossa memberitahu Aji.


"Iya Oma. Yang mau nikah kan papa dan mama. Aji cuma pendamping. Jadi warnanya juga hanya mengikuti kan," jawab Aji sambil melihat ke arah belakang, dimana mami Rossa dan mamanya duduk.


"Hehehe... tapi aku kan ikut juga," kata mami Rossa dengan terkekeh kecil.


Saat Aji hampir saja menyahut, dari arah samping mobil, ada mobil yang mendahului mereka tapi dengan memotong dan langsung belok ke arah kiri, dimana ada pertigaan jalan.


"Awas Pak!"


Seru Aji mengingatkan pak supir. Tapi karena kejadiannya yang begitu cepat, akhirnya terjadilah peristiwa kecelakaan tunggal yang mereka alami sekarang ini.


*****

__ADS_1


Para korban kecelakaan sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat dengan mobil box seadanya. Polisi yang datang, segara melakukan tindakan untuk mengetahui identitas diri para korban.


Dari tas dan barang-barang yang ditemukan, polisi akhirnya bisa menghubungi keluarga korban, dari penelusuran panggilan dan pesan terakhir yang ada di salah satu handphone milik korban.


..."Halo Mi."...


..."Selamat siang pak Gilang."...


..."Siang. Siapa ini?"...


..."Kami dari pihak kepolisian. Ada kecelakaan tunggal dipertigaan daerah XXX, dan sekarang semua korban berada di rumah sakit terdekat."...


..."Terima kasih. Saya akan segera datang."...


Sambungnya telpon terputus. Gilang, segera meminta supir untuk beralih jalan menuju daerah, dimana tadi terjadi kecelakaan yang dikabarkan oleh pihak kepolisian. "Pak, kita ke daerah XXX, mami kecelakaan dengan yang lainnya juga!"


"Baik Tuan," jawab pak supir cepat, kemudian mengalihkan jalur jalannya mobil.


"Aji, mami, Cilla, bertahan ya. Aku akan segera datang." guman Gilang dengan cemas.


Di rumah sakit. Kesibukan di ruang IGD terjadi. Mereka semua berusaha untuk menolong para korban kecelakaan lalu lintas yang baru saja datang.


"Itu, yang parah bapaknya!" teriak seorang suster pada rekan kerjanya.


Aji, terluka di bagian kening dan dagunya. Dia terbentur dasbor mobil karena terpental.


Mami Rossa dan Cilla hanya bagian lengan dan pelipisnya. Tapi mereka berdua, pingsan dan belum sadarkan diri. Mungkin karena kaget dan dengan kejadian yang terjadi dalam waktu singkat itu.


Pak supir yang sedikit parah keadaannya. Dia ada luka di bagian keningnya, bahu dan kaki. Mungkin tadi kaki terjepit sehingga patah tulang ringan.


Polisi yang datang untuk memberikan informasi pada pihak rumah sakit, masih menunggu di depan ruang IGD, menunggu kedatangan pihak keluarga korban, yaitu Gilang.


Tak lama, Gilang datang. Dia langsung menemui polisi yang berada di rumah sakit tersebut.


"Selamat siang Pak. Saya keluarga korban kecelakaan, atas nama Rossa dan Cilla, yang tadi di pertigaan XXX."


"Oh ya siang. Korban masih berada di dalam ruangan IGD. Silahkan datang ke bagian administrasi dulu, tadi petugas sudah ada yang memberitahu."


"Bagaimana keadaan korban?" tanya Gilang tidak sabar.


"Tunggu sampai perawat medis keluar, nanti Bapak bisa bertanya langsung pada mereka," jawab petugas kepolisian.

__ADS_1


Akhirnya Gilang dengan langkah lesu, menuju ke bagian administrasi. Tak lama, dia sudah kembali lagi ke depan ruang IGD. Menunggu kabar dari pihak medis yang sedang menanggani korban kecelakaan, yaitu keluarganya sendiri.


"Semoga saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Gilang penuh dengan pengharapan.


__ADS_2