
Dengan tergesa, Jeny berjalan menuju ke ruangan Dokter Dimas. Dia ingin segera tahu, apakah nama Mr Vijay Singh, ada di daftar pasien rumah sakit ini atau tidak.
"Aku harus cepat. Takutnya, dia akan segera pergi. Kan tadi asistennya juga bilang, jika dia hanya merasa sakit kepala biasa," kata Jeny sambil berjalan cepat.
"Om!" seru Jeny, begitu masuk ke dalam ruangan Dokter Dimas.
Dokter Dimas, tentu merasa terkejut dengan sapaan Jeny yang terlihat seperti orang cemas dan ketakutan. Apalagi, Jeny masuk ke dalam ruangannya, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Ada apa Jen?" tanya dokter Dimas ingin tahu. Dia merasa penasaran, dengan apa yang sedang terjadi, pada gadis dari keluarga Gilang tersebut.
"Ada pasien dengan nama Mr Vijay tidak?" tanya Jeny langsung tanpa basa-basi terlebih dahulu.
"Kenapa tanya ke Om? Tanya ke lobby bagian informasi Jeny," jawab Dokter Dimas, dengan melihat ke arah Jeny, menyelidik.
"Dia siapa... maksud Om, Mr Vijay itu siapa?" tanya Dokter Dimas pada akhirnya.
"Itu yang ingin Jeny selidiki Om," jawab Jeny cepat.
Dokter Dimas, semakin bingung dengan jawaban dari Jeny. Sebenarnya, Jeny datang ke rumah sakit ini, dengan tujuan untuk mengambil obat untuk omanya, tapi begitu tiba justru bertanya tentang orang lain. Dan itu tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Gilang.
"Duduk dulu sini. Baru cerita yang benar," kata Dokter Dimas menawari Jeny.
"Tidak ada waktu Om. Sekarang juga, om telpon, kemudian, tanya ke bagian informasi, ada tidak pasien dengan nama Mr Vijay, dia ada di kamar berapa?" perintah Jeny, dengan nada serius.
Dokter Dimas, tidak bertanya lagi. Dia hanya menurut saja, apa yang diperintahkan oleh anaknya Cilla itu. Menelpon ke bagian informasi, kemudian bertanya, apa yang tadi diminta oleh Jeny.
..."Halo, ini dengan Dokter Dimas. Apa ada pasien yang masuk, dengan nama Mr Vijay hari ini?"...
..."Sebentar Dok. Saya lihat dulu."...
__ADS_1
Beberapa detik kemudian, petugas informasi memberikan jawaban atas pertanyaan dari Dokter Dimas.
..."Halo Dok. Iya benar. Tadi, sekitar tiga jam yang lalu, ada pasien yang baru saja datang dengan nama Mr Vijay. Dia warga negara India. Apa ada informasi lain yang ingin di tanyakan?"...
..."Oh, iya. Dia sekarang ada di kamar pasien nomer beberapa?" tanya dokter Dimas lagi, seakan diingatkan oleh petugas tadi....
..."Ada di ruang VVIP no 2 Dok."...
..."Baiklah. Terima kasih."...
Dokter Dimas, menatap ke arah wajah Jeny dengan curiga. Dia pikir, ada sesuatu yang terjadi antara Jeny dengan pasien atas nama Mr Vijay tersebut.
"Jangan menatapku seperti itu Om. Aku tidak ada apa-apa dengan dia. Aku hanya curiga kalau dia itu adalah kakak."
Dokter Dimas, terlihat mengeryit bingung. Dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan gadis didepannya itu.
Jeny menceritakan tentang Mr Vijay yang dia ketahui pada Dokter Dimas. Dia berharap, om dokternya itu bisa membantunya, untuk mengetahui siapa sebenarnya Mr Vijay itu.
"Luka di kening, bisa dimiliki siapa pun Jen. Jangan asal tebak. Bisa-bisa, Kamu itu hanya terbawa harapan yang tinggi dengan keberadaan kakak Kamu," kata Dokter Dimas, menasehati Jeny.
"Jeny tidak asal nebak Om. Tadi, di depan, Jeny bertemu asistennya. Dia bertanya pada Jeny, apa ada Mall besar di dekat rumah sakit ini? Dia mau membeli burger untuk makan siang bos nya itu. Katanya, Mr Vijay, tidak mau makan makanan lain jika bukan burger. Dia juga bilang, kalau Mr Vijay, tidak mau order burger lewat delevery. Itu kan kebiasaan kakak?"
Dokter Dimas tampak menghela nafas panjang. Dia tahu, gadis yang ada didepannya ini, masih sangat berharap, jika kakaknya, Aji, selamat dan masih hidup sampai sekarang ini.
"Begini saja Om. Jika kecurigaan Jeny tidak beralasan, dan Om ingin bukti, Jeny akan cari buktinya. Om akan melihat jika apa yang Jeny katakan ini benar. Felling Jeny, tidak salah lagi."
Setelah selesai mengatakan semua itu, Jeny segera mengutak-atik handphone yang sedang dia pegang. Dia ingin mencari informasi tentang identitas Mr Vijay, melalui media sosial tentang pengusaha India.
Setelah beberapa saat kemudian, Jeny tampak tersenyum melihat apa yang dia temukan kali ini. Dia segera menunjukkan layar handphone miliknya, pada Dokter Dimas.
__ADS_1
"Lihat dan perhatikan baik-baik Om," kata Jeny, dengan tersenyum penuh kemenangan.
Dari layar handphone milik Jeny, terlihat dengan jelas profil Mr Vijay Singh, putra tunggal dari Sangkoer Singh. Milyader India.
"Dari mana dia mirip Aji, Kakak Kamu itu?" tanya Dokter Dimas masih tidak mengerti.
"Baca informasi sebelum postingan itu di unggah," jawab Jeny memberi tahu.
Dokter Dimas, meminta handphone milik Jeny. Dia merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Jeny padanya saat ini. Dia ingin tahu, apa yang ada di dalam berita, mengensi siapa Mr Vijay Singh dan Sangkoer Singh itu.
Dari hasil penelusuran terkait profil Mr Vijay, ada beberapa foto lama yang terlihat, jika wajah Mr Vijay beberapa tahun yang lalu, tidak sama dengan wajah Mr Vijay yang sekarang.
Dari keterangan berita tersebut, Mr Vijay harus menjalani operasi plastik, dan itu dilakukan karena luka di wajahnya yang sangat parah. Padahal beberapa berita sebelumnya, mengatakan jika Mr Vijay dalam keadaan sakit dan koma untuk waktu yang cukup lama.
"Om sudah menemukan keganjilan berita-berita itu?" tanya Jeny mencoba menganalisa informasi dari beberapa berita tersebut.
"Om belum yakin Jen," jawab Dokter Dimas dengan masih membandingkan beberapa foto lama dan yang terbaru.
"Makannya, sekarang ini, Om harus bisa bantu Jeny. Please Om, demi oma, mama dan papa juga," kata Jeny memohon.
"Apa yang harus Om lakukan?" tanya Dokter Dimas, yang masih tidak mengerti, apa maksud dari perkataan Jeny.
"Ayolah Om. Sekarang, Om, pura-pura ambil darahnya untuk tes laboratorium, untuk pemeriksaan sakit kepalanya itu. Kemudian, Om bisa sekalian ambil beberapa helai rambut Mr Vijay. Ini untuk tes DNA. Nanti, Jeny yang akan membawa rambut papa untuk perbandingan tes DNA tersebut. Jika ternyata terbukti dia bukan kakak Jeny, ya sudah. Jeny akan berhenti untuk berharap, jika kakak masih hidup. Tapi jika kecurigaan Jeny terbukti benar, itu adalah kebahagiaan keluarga Jeny yang telah hilang beberapa tahun terakhir ini."
Dokter Dimas, mengangguk beberapa kali. Dia mengerti dengan apa yang dirasakan oleh keluarga gadis ini, sejak kehilangan Aji, anggota keluarga mereka yang telah lama dinyatakan telah tiada.
"Baiklah. Om akan usahakan untuk bisa mendapatkan, apa yang Kamu inginkan. Tapi, Om juga meminta Kamu, agar tidak terlalu berharap banyak, karena Om takut jika semuanya ternyata tidak ada hasilnya."
Jeny, tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan pasti. Dia merasa jika, akan segera mendapatkan jawaban, atas semua pertanyaannya, tentang Mr Vijay Singh.
__ADS_1