Anak Genius Namaku Aji

Anak Genius Namaku Aji
Masalah Biyan


__ADS_3

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu juga kehidupan. Berteman, bertetangga, bekerja, dan semua hal terjadi, tidak ada yang akan sempurna. Begitu juga dengan keluarga. Yang tampak bahagia, belum tentu benar-benar bahagia bagi yang menjalaninya. Yang tampak kaya, belum tentu bisa menikmati kekayaannya dengan kesenangan yang sering diperlihatkan.


Ini hanyalah sebagian kecil dari contoh ketidak sempurnaan kehidupan. Karena dalam satu keluarga yang ada beberapa anak, mereka pasti memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan watak dan sifatnya. Pasti tidak akan sama. Garis nasib mereka juga berbeda satu dengan yang lain.


Mungkin ini juga yang terjadi pada keluarga mama Cilla dan papa Gilang. Kejeniusan Aji, tidak dimiliki oleh adik-adiknya. Meskipun mereka tidak bisa dibilang bodoh, tapi tentunya tidak bisa menyamai Aji, dalam hal kecerdasan dan berpikir jauh ke depan.


Begitu juga dengan cara Vero dan Biyan bergaul. Aji, tentu tidak akan sama seperti kedua adik kembarnya itu. Apalagi sedari kecil, Aji hidup sendiri bersama dengan mama Cilla. Dia juga tidak begitu suka bergaul dengan orang lain, apalagi yang tidak dia kenal. Aji jadi terkesan acuh, sombong dan dingin.


Berbeda dengan Aji, Vero lebih mudah bergaul karena sifatnya yang open. Dia juga ramah dan suka bercanda. Berbeda dengan kembarannya, Biyan, lebih pendiam. Dia juga terkesan acuh dan dingin seperti kakaknya, Aji. Tapi dalam bergaul, Biyan lebih dari Aji dalam hal apapun. Dia menjadi idola di club malam, karena selain tampangnya yang rupawan, umurnya juga masih belia. Tapi, dia lebih suka dengan wanita-wanita yang lebih dewasa.


Padahal di club malam, pengunjung identik dengan para pekerja yang tentunya sudah berumur dewasa.


Dari mereka-mereka yang ada di club malam juga, Biyan mengenal para wanita yang bebas dalam pergaulan. Dia juga mengenal miss Yeti, kekasihnya yang berprofesi sebagai PSK. Dan Biyan, adalah simpanan miss Yeti.


( Author : Kisah miss Yeti, akan ada di novel TK berikutnya ya gaess. Jadi, nantikan saja up novel TK berikutnya. Miss Yeti Bukan PSK Biasa )


Malam itu, di saat Biyan mengantar kekasihnya, miss Yeti, untuk pergi bekerja, miss Yeti bekerja di sebuah club Jepang. Sebuah club malam yang menyediakan berbagai macam jenis makanan dan minuman khas Jepang, tapi juga para pelayan yang bisa diajak untuk 'makan malam' juga.


Tapi saat itu, Biyan yang masih berada diparkiran club, melihat seorang laki-laki yang sudah siap membawa kekasihnya untuk pergi 'makan malam' dan Biyan tidak suka dengan postur tubuh laki-laki tersebut. Dia juga merasa cemburu, karena laki-laki tadi, langsung mencium bibir miss Yeti di tempat parkir itu juga.


Hal itu membuat Biyan tidak bisa menahan diri, sehingga dia melakukan kekerasan terhadap laki-laki berkewarganegaraan Jepang, yang menjadi teman kencan kekasihnya. Miss Yeti.


Biyan ditahan oleh pihak kepolisian, karena tindakannya itu disaksikan oleh orang banyak. Pihak keamanan club, langsung membawanya ke kantor polisi terdekat, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.


Miss Yeti, sudah berusaha untuk membebaskan Biyan, dengan minta maaf pada 'pelanggannya' itu. Dia juga meminta pada pihak keamanan club, untuk mencabut laporan untuk Biyan.


Tapi, sepertinya usaha miss Yeti belum membuahkan hasil. Meskipun pelanggannya dan pihak club sudah menuruti permintaannya, tapi pihak kepolisian memiliki pemikiran lain. Mereka ingin, ada efek jera bagi Biyan, yang masih berada di bawah umur. Apalagi anak seumur Biyan, sudah pergi menyetir mobil sendiri malam hari dan ada di sekitar club malam juga.


Pihak kepolisian, meminta pada Biyan agar menghadirkan orang tua. Setidaknya ada yang bisa bertanggung jawab, agar Biyan mendapatkan jaminan, untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya yang menjadikannya berada di kantor polisi saat ini.


Biyan sudah mengatakan, jika saat ini kedua orang tuanya sedang tidak berada di rumah. Mungkin hanya ada pihak pengacara atau kakak perempuan saja. Tapi, Biyan tidak diberikan kesempatan untuk bisa menghubungi mereka, kecuali jika menghubungi kedua orang tuanya yang asli.

__ADS_1


Dari semua keterangan yang Biyan berikan, dia tidak pernah menyebutkan nama papanya, Gilang, sebagai pengusaha yang memiliki perusahaan GAS dan SAKA Groups dari pihak keluarga besar eyangnya. Aji Saka.


Itulah sebabnya, pihak kepolisian tidak mau jika hanya mendengar perkataan dan keterangan yang diberikan oleh Biyan. Mereka ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, karena mereka berpikir jika Biyan bukan anak dari keluarga golongan biasa. Ini bisa dilihat dari mobil yang dia gunakan malam itu. Sebuah mobil sport keluaran terbaru dan itu produksinya limited edition. Hanya ada tiga buah mobil yang sama dengan warna berbeda, yang dipesan khusus oleh warga istimewa di Jakarta.


Itu di lihat oleh pihak kepolisian karena sangat tahu, siapa saja pemilik mobil tersebut.


Mobil itu, salah satu pemiliknya adalah Aji. Ayah angkatnya, Sangkoer Singh, yang memesan khusus untuknya.


*****


"Mas," panggil mama Cilla, saat datang ke ruang tengah. Dimana suaminya sedang berunding dengan anaknya, Aji.


"Iya Ma. Ada apa?" tanya papa Gilang, melihat ke arah istrinya itu dengan tatapan mata yang bingung.


Papa Gilang merasa bingung, saat melihat istrinya, mama Cilla, yang seperti orang dalam keadaan takut, cemas, dan juga khawatir. Papa Gilang tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya itu.


"Ma," panggil Aji, yang ternyata sudah ada di samping mama Cilla berdiri. Aji, datang mendekati mamanya, karena sama khawatirnya, saat melihat keadaan mama Cilla yang tidak biasa.


Sekarang, Papa Gilang datang mendekati keduanya. Mama Cilla mengajak suaminya itu untuk ikut bersama dengannya, pergi ke dalam kamar. "Sayang, mama ajak papa ke kamar duku ya. Sebentar saja kok," kata mama Cilla, berpamitan pada Aji.


Aji hanya mengangguk saja. Dia kembali duduk, dimana ayah angkatnya, Sangkoer Singh yang masih ada di tempatnya yang tadi.


"Ada apa dengan mama Kamu itu?" tanya tuan besar Sangkoer Singh, yang melihat mama Cilla datang, kemudian mengajak suaminya, papa Gilang, untuk masuk ke dalam kamar.


"Tidak tahu Yah. Mungkin ada sesuatu yang terjadi di Indonesia, dan mama ingin berbicara dengan papa."


Jawaban Aji, membuat tuan besar Sangkoer Singh mengangguk mengerti. Dia akhirnya bertanya pada Aji, tentang acara yang sudah dia buat bersama dengan papanya, papa Gilang.


"Bagaimana dengan acara yang tadi Kamu runding kan dengan papa Kamu itu?" tanya ayah Sangkoer Singh.


Aji, menjawab pertanyaan dari ayahnya itu, kemudian menjabarkan semua yang harus dilakukan untuk acara selamatan anaknya, Aji Saka Singh.

__ADS_1


Tuan besar Sangkoer Singh, mendengarkan penjelasan dari Aji. Dia, yang juga terbiasa ikut dalam acara agama yang dianut anak angkatnya itu, di beberapa kenalan dan partner kerjanya, tentu juga paham dan mengerti, apa saja yang dibutuhkan dan persiapan yang harus dilakukan untuk acara selamatan tersebut.


Dari beberapa hal yang diperlukan, tuan besar Sangkoer Singh bisa membantu Aji, untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk acara_nya itu. Dia akan mengundang ustadz dan tukang masak serta jagal hewan yang semuanya orang muslim. Tuan besar Sangkoer Singh, pasti akan senang jika bisa membantu segala sesuatu yang diperlukan untuk acara selamatan cucunya, anaknya Aji.


"Ya Yah. Aji pasrahkan saja pada Ayah, yabg lebih tahu tentang siapa-siapa saja yang bisa membantu Aji."


Tentunya Aji percaya dengan ayah angkatnya itu, karena tuan besar Sangkoer Singh, yang lebih mengerti segala sesuatu yang ada di India sini.


"Ayah akan minta pada staf yang ada di rumah, yang lebih tahu tentang masalah itu, untuk semua keperluan yang Kamu butuhkan."


Akhirnya mereka berdua, sepakat untuk hari dilaksanakannya acara selamatan tersebut. Ayah Sangkoer Singh juga mengatakan, jika ingin membuat acara selamatan itu, sesuai dengan adat dan agamanya sendiri.


"Iya Yah. Aji setuju, dan tentunya Aji sangat berterima kasih atas semua yang sudah Ayah lakukan untuk kami, Aji sendiri, Elisa dan juga Ka Singh."


"Ayah senang bisa melakukan semua ini Aji. Ingat, dia juga cucunya Ayah."


Aji jadi tersenyum, mendengar perkataan ayahnya itu. Dia merasa sangat beruntung, karena mendapatkan orang tua angkat seperti tuan besar Sangkoer Singh sebagai orang tua, selain papa Gilang dan mamanya, yaitu mama Cilla.


Tak lama, papa Gilang sudah kembali duduk diantara mereka berdua. Tapi raut wajahnya sangat tegang dan tidak seperti biasanya.


"Pa," tegur Aji, saat melihat ayahnya itu masih berdiam diri.


"Eh, emhhh... itu. Papa mau ngomong... ada yang ingin papa bicarakan denganmu dan juga tuan besar Sangkoer Singh. Ini mengenai mobil sports yang kamu tinggalkan di rumah."


Aji semakin merasa penasaran. Dia ingin segera tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada mamanya tadi.


"Apa yang terjadi sama mama pa?" tanya Aji sambil melihat ke arah papanya.


"Ini bukan mama Kamu saja Aji. Ini masalah Biyan, mobil Kamu dan juga papa serta mama."


Aji semakin bingung dengan jawaban yang diberikan oleh papanya, papa Gilang. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh papa Gilang saat ini.

__ADS_1


"Katakan yang sebenarnya Pa. Apa yang terjadi pada Biyan? ada apa dengan mobil Aji?" tanya Aji bingung. Dia benar-benar tidak tahu, apa yang dimaksud oleh papanya tadi.


__ADS_2