
Aji dan mami Rossa Yangs sedang keluar untuk membeli buah bingung mau memilih buah apa yang bagus untuk dikonsumsi pasca operasi Gilang dan juga untuk Cilla.
"Jeruk saja Oma. Kan banyak kandungan vitamin A dan juga C. Kan bagus t untuk kulit. Pisang juga ada efek menenangkan sekaligus mengenyangkan." Aji memberikan usulan pada mami Rossa.
Mendengar perkataan dan penjelasan dari Aji, mami Rossa tentu saja kaget dan tidak menyangka jika cucunya itu bisa dengan gamblang menjelaskan tentang buah yang baik.
"Pinter cucu Oma.Tahu dari mana?" tanya mami Rossa heran.
"Kan banyak di halaman internet tentang kesehatan Oma," jawab Aji cepat.
Mami Rossa menganguk mengiyakan. Tapi dia juga tidak habis pikir jika Aji bisa paham dan mengingat semua yang dia baca. Biasanya anak-anak seperti Aji yang belum bersekolah, Tidka begitu perhatian terhadap artikel-artikel semacam itu. Mereka hanya mencari kesenangan dari bermain game atau gambar yang bagus di internet.
"Aji suka baca apa saja?" tanya mami Rossa ingin tahu.
"Banyak Oma. Dulu sebelum mata Aji sakit, Aji biasa baca berita-berita terbaru seputar otomotif, komputer dan bagian-bagiannya, peta dunia untuk mencari negara-negara yang maju. Ternyata jauh-jauh ya dari Indonesia?"
Mami Rossa semakin tidak mempercayai apa yang dia dengar kali ini. Dia mengeleng dengan apa yang dikatakan oleh Aji, cucunya itu.
"Aji biasa belajar dengan siapa?" tanya mami Rossa menyelidik.Dia tidak yakin jika Aji bisa tahu banyak tanpa ada yang memberitahu dan menjelaskan semuanya. Dia pikir Aji mempunyai guru privat untuk waktu belajarnya Tapi mami Rossa segera mengeleng saat sadar jika itu tidak mungkin. Sebab, mengingat jika Cilla hanya karyawan toko biasa di tempatnya dulu. Bagaimana mungkin bisa membayar guru privat di kota besar seperti Jakarta ini, tentu itu sangat mahal dan membebani Cilla yang bekerja seorang diri. "Apa Aji punya guru privat?" tanya mami Rossa pada akhirnya.
Aji mengeleng. Dia juga menjawab pertanyaan mami Rossa dengan tegas, "Tidak Oma."
"Terus, Aji belajar dengan siapa?" tanya mami Rossa lagi.
"Sendiri. Tapi jika Aji tidak paham dan butuh kejelasan, Aji akan bertanya pada mama saat mama sudah pulang dari kerja."
Penjelasan Aji membuat mami Rossa menyadari satu hal, jika Cilla sebenarnya bukan gadis biasa termasuk anaknya ini. Mungkin saja semua karena kehidupan Cilla yang dulu, yang tidak di ketahui oleh mami Rossa, yang membuatnya tidak bisa berkembang sesuai dengan otak pintarnya.
__ADS_1
Dulu, saat Cilla melamar pekerjaan di tokonya, Cilla bilang jika sudah berumur dua puluh tahun dan dua putus sekolah dari umur tujuh belas tahun karena ayahnya yang bangkrut. Setelah beberapa bulan bekerja, Cilla ijin keluar untuk sementara waktu dan kembali bekerja setelah hampir lima bulan tidak berkabar.
Sekarang ini, mami Rossa jadi ingin tahu kebenaran tentang masa lalu Cilla. Apakah semua kejadian yang dialami olehnya bersama dengan anaknya Gilang, benar-benar seperti yang diceritakan oleh Gilang, atau semua hanya sebuah cerita karangan Gilang semata. Sebab, Cilla selalu diam dan tidak pernah mau ikut bicara jika mami Rossa ingin tahu. Hanya versi Gilang saja dia bisa mendengarkan, tanpa tahu dan mendengar dari mulut Cilla sendiri.
"Aku harus bertanya pada siapa?" tanya mami Rossa dalam hatinya sendiri.
Setelah berpikir beberapa saat lamanya, mami Rossa akhirnya menemukan seseorang yang bisa membantunya menjawab semua pertanyaan yang ada dalam pikiran dan hatinya selama ini.
"Diyah. Iya. Aku harus bertanya pada diyah untuk kejelasan cerita Gilang tentang Cilla. Aku tidak mau kecolongan hanya karena mendengar cerita Gilang saja."
Akhirnya mami Rossa memutuskan akan bertanya pada mbak Diyah, karyawan di tokonya sendiri. Teman sekaligus sahabat Cilla selama bekerja di toko miliknya di Mall.
"Ayo Aji. Pilih jerih dan pisang yang bagus. Oh ya, anggur juga bagus lho. Kita harus memilih buah yang baik dan sehat untuk papa dan juga mama."
Mami Rossa membatu Aji yang sedang memilih-milih buah, di toko buah yang tidak jauh dari rumah sakit.
*****
"Aji jaga papa dan mama ya. Nanti malam Oma kesini lagi kok!" kata mami Rossa saat berpamitan pada Aji, cucunya.
"Ngapain pulang Mi?" tanya Gilang penasaran.
"Ada yang harus Mami kerjakan. Ambil beberapa baju ganti kamu juga," jawab mami Rossa memberikan alasan.
"Kan bisa minta sama supir, atau bibi di rumah untuk datang ke rumah sakit. Mami malah capek nanti," kata Gilang mengingatkan maminya agar menjaga kesehatan dan tidak terlalu capek
"Gak apa-apa. Mami buah ada perlu sedikit ke luar kok." Mami Rossa tidak mau mendengar perkataan Gilang.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu. Hati-hati ya Mi!" Gilang akhirnya mengalah dan tidak mencegah maminya untuk pulang ke rumah.
"Iya. Bawel ih anak Mami. Harusnya kamu yang hati-hati dan jaga diri biar cepat sembuh!" Mami Rossa mengeleng melihat ke arah anaknya, Gilang, yang masih terbaring lemah di tempat tidur.
"Iya Mi. Kan ada perawat khusus ini," kata Gilang melirik ke arah Cilla.
Cilla hanya menundukkan kepalanya mendengar perkataan Gilang. Dia tidak berani menjawab ataupun mendongakkan wajahnya, melihat ke arah Gilang atau pada mami Rossa.
"Jangan terlalu sering mengodanya. Bisa-bisa nanti Cilla malah jijik dengan rayuan kamu itu. Hehehe..." Mami Rossa terkekeh sendiri setelah berkata demikian. Sedangkan Gilang tersenyum miring sambil melirik ke arah Cilla.
Aji yang menyaksikan semuanya hanya melihat tanpa ada maksud untuk ikut menimpali. Dia hanya sibuk membersihkan buah dengan mengunakan air hangat yang ada di dalam baskom dengan tissue. Cara ini digunakan untuk membuang sisa-sisa disinfektan yang menempel pada buah-buahan, yang tadi dia beli bersama mami Rossa, omanya.
"Aji. Oma pergi dulu ya. Awasi papa kamu. Jangan biarkan menggoda mamamu terus ya!" kata mami Rossa memberikan pesan pada cucunya itu.
"Siap Oma," jawab Aji cepat dengan mengacungkan jempolnya.
*****
"Pak kita ke toko yang di Mall dulu ya!" Mami Rossa meminta pada supirnya, begitu dia masuk kedalam mobil.
"Baik nyonya," jawab sang supir yang sekaligus bodyguard pribadinya.
Mobil melaju keluar dari area parkir rumah sakit menuju jalan raya. Mereka akan mampir ke Mall terlebih dahulu, dengan tujuan mami Rossa yang ingin bertemu dengan mbak Diyah dan bertanya-tanya tentang Cilla di masa lalu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit, mobil mami Rossa memasuki area parkir Mall. Dia yang merupakan salah satu pemilik gedung Mall, tentu memiliki kartu VIP yang bisa dengan mudah untuk mendapatkan tempat parkir. Bahkan ada tempat khusus untuk mobilnya dengan plat nomor yang tertera di tempat parkir tersebut.
"Tunggu sebentar ya Pak. Saya tidak lama kok!" kata mami Rossa pada supirnya.
__ADS_1
Sang supir hanya mengangguk patuh dengan perintah mami Rossa. Setelah pintu mobil terbuka, mami Rossa segera turun dan melangkah menuju ke lantai atas, dimana letak tokonya berada.