Anak Genius Namaku Aji

Anak Genius Namaku Aji
Me Time


__ADS_3

Sabtu sore, Aji sudah ada di rumah. Dia sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang ada. Dia hanya ingin beristirahat dan memulihkan tenaganya untuk acara jalan-jalannya dengan Elisa besok pagi. Rencana, yang sudah mereka berdua buat, sejak seminggu yang lalu.


Mama Cilla yang sudah tahu rencana mereka itu, menawarkan diri untuk menjaga Ka Singh di rumah, bersama dengan baby sitter nya.


Malam, saat mereka sudah tidak ada kegiatan apa-apa, dan berbincang seperti biasanya di ruang tengah, tiba-tiba, mama Cilla berkata, "Kalian perlu me time supaya program hamil yang gagal bulan kemarin bisa kalian lanjutkan lagi."


Mama Cilla, memberikan usulan pada anak dan menantunya itu.


Ini membuat Elisa jadi merasa malu dan menggeleng beberapa kali.


"Mama. Kemarin gagal karena memang belum rejeki kita Ma. Tidak ada kaitannya dengan waktu me time yang kurang," sahut Elisa sambil nyengir kuda. Kebiasaan Elisa yang sudah menjadi ciri khasnya.


Tapi, mama Cilla tetap bersikukuh untuk membuat anak dan menantunya itu bisa jalan berdua saja, tanpa repot-repot membawa Ka Singh.


"Tidak apa-apa. Nanti biar Mama ajak dia ke rumah Jeny. Di sana, Ka Singh bisa bermain-main dengan anaknya Jeny yang besar. Jeny pasti tidak keberatan kok," kata mama Cilla lagi, yang tidak mau dibantah oleh Elisa ataupun Aji sendiri.


"Kak," panggil Elisa pada Aji, agar berbicara dan tidak hanya diam saja sedari tadi. Apalagi ini ada usulan dari mama Cilla, yang tidak mereka bicarakan sebelumnya.


"Hemmm, kalau Mama tidak keberatan dan memang itu usulan yang baik, Kakak tidak menolak," jawab Aji datar. Seolah-olah dia tidak ada perbedaannya, antara jalan berdua saja dengan Elisa, atau bertiga dengan Ka Singh juga.


Padahal dalam hati, Aji sangat berterima kasih pada mamanya. Dari sudut matanya, Aji melirik sekilas ke arah mama Cilla.


Namun sayang, mama Cilla yang tahu betul bagaimana sifat dan pembawaan anaknya itu, tersenyum penuh arti. Apalagi saat melihat lirikan mata Aji yang tidak terlihat, karena hanya sekilas saja. Mama Cilla yakin, jika Aji sangat setuju dan berterima kasih, dengan usulannya yang tadi.


"Sudah, tenang saja kalian. Mau jalan kemana terserah, yang penting bulan depan ada kabar gembira, jika Ka Singh akan memiliki seorang adik."


Perkataan mama Cilla, membuat Elisa terbelalak kaget, karena ujung-ujungnya, mama Cilla ingin memiliki cucu lagi.

__ADS_1


Aji, hanya menanggapi perkataan mamanya dengan tenang dan datar. Seakan-akan sudah bisa dipastikan, bahwa semua akan berjalan sesuai dengan keinginan mamanya.


Begitulah pada akhirnya. Keputusan sudah diambil oleh mama Cilla dengan membantu mereka, untuk menjaga Ka Singh besok.


Mama Cilla akhirnya menghubungi Jeny, mengabarkan bahwa dia akan datang ke rumah bersama dengan Ka Singh.


Tentu saja, Jeny dengan senang hati mendapatkan kabar dari mamanya. Dia juga mengatakan, "kebetulan Ma. Besok pagi, Uda Dimas ada kunjungan ke Aceh. Dia beberapa hari di sana. Mama sekalian menginap saja dengan Ka Singh. Bilang sama kakak dan Elisa juga, mereka bisa bebas mau apa saja dan di mana saja. Hehehe..."


Karena handphone mama Cilla yang sedang melakukan panggilan suara dengan Jeny di loud speaker, Aji dan Elisa tentu bisa mendengar suaranya Jeny dengan sangat jelas.


Elisa jadi terkikik mendengar perkataan adik iparnya, sekaligus sahabatnya itu. "Ada-ada saja deh si Jeny!" ucap Elisa sambil nyengir kuda, ke arah suaminya yang duduk di sampingnya.


Mama Cilla juga ikut tertawa senang, mendengar perkataan anaknya, yang sekarang sudah memiliki dua anak, bersama dengan suaminya yang berprofesi sebagai dokter.


Bahkan dulu, dokter Dimas juga yang menolongnya saat dia pingsan, akhirnya tahu jika sedang hamil. Dan dari kehamilannya itu, lahirlah Aji, kakaknya Jeny.


*****


Vero, ada kencan dengan kekasihnya yang sama-sama mahasiswa baru di kampusnya.


Jadi, Aji dan Elisa bisa bebas melakukan apa saja di rumah. Tapi sepertinya Aji tidak bisa tenang dengan me time nya, jika berada di rumah. Karena masih ada para pegawai dan pembantu rumah yang ada.


Akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk pergi ke apartemen saja.


Tapi sebelum sampai di apartemen, Aji membelokkan mobilnya terlebih dahulu ke restoran fast food, untuk membeli makanan dan juga beberapa buah burger kesukaannya.


"Kita beli bahan makanan nanti, di mini market yang ada di apartemen saja," kata Aji, saat di ingatkan Elisa untuk membeli persediaan bahan makanan.

__ADS_1


Akhirnya, mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ke apartemen. Mereka berdua ingin bernostalgia, saat mereka baru menikah dulu. Menikmati waktu bersama tanpa gangguan dari siapapun.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua, sampai juga di dalam apartemen. Mereka saling membantu, untuk membersihkan apa-apa, yang dirasa kurang bersih, dan juga menata ulang ruangan tersebut, sama seperti dulu, saat mereka menempatinya.


Hari semakin siang. Matahari sudah semakin tinggi, dan mereka baru saja selesai mengerjakan semuanya.


"Sayang... ini kita me time, atau beres-beres dengan datang ke sini?" tanya Aji, saat keduanya terduduk dengan cara yang amat terlihat lelah, di sofa ruang tengah.


"Hehehe..m keduanya Kak. Kan me time nya, sambil beres-beres. Berdua juga kan?" tanya Elisa, saat menjawab pertanyaan Aji yang sebenarnya tidak perlu di jawab juga.


"Tapi kita jadi bertambah lelahnya Sayang," kata Aji lagi, dengan nada protes.


"Ya sudah sih, tidak apa-apa. Kita istirahatnya di salon spa, yang ada di lantai lima belas yuk!"


Elisa mengajak Aji untuk pergi ke spa, yang ada di apartemen itu juga. Elisa tahu ada salon spa di sana, saat menemani Jeny, yang ingin tetap terlihat cantik dan seksi, meskipun sedang berbadan dua, dengan perutnya yang membesar.


Aji pun setuju dengan usulan yang diajukan oleh Elisa. Dia juga ingin rileks terlebih dahulu, sebelum mereka benar-benar ingin menikmati me time mereka nanti.


"Tapi kita makan dulu ya. Kakak sudah lapar. Untungnya, kita sudah beli beberapa burger tadi."


Mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu, sebelum berangkat ke salon, yang diinginkan Elisa.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua tampak turun ke lantai lima belas. Mendaftar di pendaftaran spa, untuk dua orang suami istri. Karena di spa tersebut memberikan privasi tamu, yang berstatus sebagai suami istri. Ini di peruntukkan untuk tamu yang berpasangan. Jadi, saat mereka berdua ingin menikmati pijatan dan berendam air hangat, mereka bisa berada di ruangan yang sama.


Akhirnya, mereka benar-benar menikmati kencan yang 'unik' ini di salon spa, sebagai pasangan suami istri, sebelum mereka melanjutkan kencannya di apartemen nanti.


Sekitar pukul setengah lima sore, Aji dan Elisa baru keluar dari salon spa tersebut. Wajah-wajah mereka berdua, sudah tidak lagi terlihat lelah. Mereka bersemangat untuk kembali naik ke atas. Di mana letak apartemen mereka berada.

__ADS_1


Dan seperti yang sudah mereka rencanakan, kencan mereka pun berlanjut di dalam apartemen. Mereka berdua bebas melakukan apa pun, tanpa takut jika ada orang-orang yang akan datang dan menganggu aktivitas mereka.


Handphone Aji serta Elisa, juga sudah di non aktifkan sedari tadi. Jadi saat ini mereka berdua, benar-benar sedang menikmati me time.


__ADS_2