
Please like, koment, vote, and giff. Biar outhor TK lebih semangat lagi ya gaess 😍😍😍
Terima kasih 🙏🙏🙏
***
Sabotase yang dilakukan oleh paman Ranveer, tidak hanya sebatas pada saat itu juga. Dia terus menambahkan obat yang dia ramu itu, pada cairan infus yang sedang mengalir ke dalam tubuh keponakannya sendiri, Mr Vijay Singh.
Itulah sebabnya, keponakannya itu, terus saja dalam keadaan koma hingga saat ini. Untungnya, keluarga tuan besar Sangkoer Singh, mempunyai klinik pribadi untuk keperluan medis keluarga mereka. Jadi, keberadaan dan keadaan Mr Vijay Singh, bisa dirahasiakan dari pemberitaan media massa secara umum. Mereka, para pencari berita, hanya tahu, sebatas 'katanya' atau dari keterangan, yang diberikan oleh tuan besar Sangkoer Singh sendiri.
Pada suatu malam, tuan besar Sangkoer Singh, pulang dalam keadaan tidak sadar penuh. Dia memang tidak menyetir mobilnya sendiri, tapi supir yang mengemudi, juga dalam keadaan yang sama seperti dirinya. Tidak sadar, karena akibat minum-minuman keras.
Ditengah jalan, mobil yang mereka tumpangi, menabrak tiang listrik. Untungnya, mereka berdua, segera sadar jika ada seseorang yang sedang bersandar di tiang listrik tersebut.
Tuan besar Sangkoer Singh, dan supirnya, bergegas turun dari mobil, untuk melihat kondisi tubuh korban yang mereka tabrak. Dengan cepat, tuan besar Sangkoer Singh, memerintahkan kepada supirnya itu, untuk mengangkat tubuh korban, dan membawanya ke klinik pribadi miliknya ,yang tidak jauh dari area rumahnya, dan juga laboratorium pribadi miliknya juga.
Dari keterangan Dokter pribadi, yang bertugas di klinik itu, kondisi tubuh korban, dalam keadaan parah. Wajahnya rusak, meskipun anggota tubuhnya masih utuh, tapi lukanya sangat banyak, disemua bagian tubuhnya.
"Lakukan yang terbaik untuknya!" perintah tuan besar Sangkoer Singh, pada Dokter kliniknya.
"Tapi tuan, luka ini sebenarnya sudah cukup lama, dan bukan luka baru. Jadi sebenarnya, dia terluka bukan akibat kecelakaan yang terjadi tadi, akibat mobil tuan. Bisa jadi, dia adalah korban tabrak lari dari kecelakaan kendaraan lainnya," kata Dokter tersebut, memberikan keterangan tentang analisanya.
__ADS_1
"Aku bilang, lakukan yang terbaik!" perintah tuan besar Sangkoer Singh lagi. Dia tidak mau dibantah untuk perintahnya kali ini.
"Baik tuan," jawab Dokter itu patuh.
Setelah beberapa hari kemudian, keadaan orang tersebut semakin membaik, meskipun wajahnya tetap tidak bisa dikenali, karena lukanya yang parah. Saat sadar dan ditanya tentang dirinya, orang tersebut tidak bisa menjawab dengan pasti. Dia hanya mengatakan, tidak tahu.
Akhirnya, paman Ranveer, yang tahu tentang keadaan korban memiliki ide. Dia meminta pada kakak iparnya itu, tuan besar Sangkoer Singh, agar mengantikan posisi Mr Vijay Singh, dengan pemuda yang jadi korban kecelakaan pada mobilnya. Dia juga menyarankan agar, mengoperasi wajah korban, agar bisa terlihat sama dengan Mr Vijay Singh.
"Kita panggil saja dokter bedah dari Korea, untuk melakukan operasi plastik pada wajahnya," kata paman Ranveer, memberikan usulan.
Operasi plastik itu dilakukan untuk mengantikan posisi, sementara waktu, sampai Mr Vijay Singh, sadar dan bangun dari koma panjangnya. Dia merasa yakin, jika usulannya tadi akan diterima oleh tuan besar Sangkoer Singh, kakak iparnya itu.
"Apa itu tidak beresiko. Pemuda itu, juga sering tidak sadarkan diri. Dia juga tidak ingat apa-apa dan identitas diri sendiri juga. Dia lupa ingatan," jawab tuan besar Sangkoer Singh ragu.
"Boleh. Besok coba cari Dokter terbaik di negara Korea sana. Tapi, beri tahu Dokter kita yang di klinik, untuk meneliti dan mengawasi keamanan jika operasi itu dilakukan."
Paman Ranveer, mengangguk dengan tersenyum miring, saat mendengar persetujuan dari kakak iparnya itu, tuan besar Sangkoer Singh. Dia merasa sangat senang, karena usulannya tadi, di setujui oleh kakak iparnya itu. Itu artinya, rencananya akan segera berhasil.
*****
Setelah hampir satu bulan penuh pemuda itu dalam keadaan tidak sadar, sering tidak sadar dibandingkan dengan waktu sadarnya, rencana operasi plastik di wajahnya akan segera dilaksanakan. Dengan demikian, paman Ranveer akan segera melakukan semua rencana yang sudah dia rancang untuk pemuda itu.
__ADS_1
Paman Ranveer, ingin membuat pemuda pengganti itu, agar menjadi ketergantungan terhadap dirinya. Karena seringnya sakit kepala, dia bisa memberikan obat racikan sendiri yang dia hasilkan untuk membuat pemuda itu akan tetap patuh, dan tidak bisa jauh dari dirinya.
Sayangnya, kadang memory otak pemuda itu sangat kuat, dan tidak mudah dipengaruhi oleh obat-obatan yang paman Ranveer berikan. Oleh karena itulah, dia jadi lebih sering sakit kepala akhir-akhir ini. Dan paman Ranveer, menambahkan dosis pada obat racikannya itu.
Namun sayang, nasib dan keberuntungan dirinya, paman Ranveer, tidak selamanya bisa dia raih. Justru di Indonesia, negara yang dia anggap tidak ada apa-apanya, malah membuat pemuda itu semakin mengingat siapa dirinya yang sebenarnya, meskipun sedikit demi sedikit. Apalagi, tanpa dia duga, ada orang-orang yang tidak dia kenal, mengenal sosok pemuda itu sebagai keluarga mereka yang telah lama dinyatakan hilang. Padahal hanya berbekal dari kebiasaan pemuda itu, meminta Burger untuk makan, dan luka yang ada di keningnya.
Paman Ranveer, merasa kalah. Dia merasa kecewa dengan semua yang sudah dia usahakan selama ini. Semua yang dia lakukan tidak ada hasilnya. Padahal, balas dendam pada tuan besar Sangkoer Singh, dan anaknya Mr Vijay Singh, belumlah lengkap dan belum semuanya lunas.
*****
"Aku sungguh tidak menyangka, jika semuanya ini adalah, skenario yang sudah kamu rencanakan dengan sangat baik. Aku tidak pernah curiga kepadamu. Kamu sudah Aku anggap sebagai adikku sendiri, apalagi sejak kakakmu, yaitu mendiang istriku tiada. Apalagi yang kurang Aku berikan pada keluargamu selama ini?" tanya tuan besar Sangkoer Singh, pada adik iparnya itu, paman Ranveer.
Tuan besar Sangkoer Singh, merasa sangat kecewa dengan sikap adik iparnya itu. Dia benar-benar tidak menyangka, jika semua ini adalah rencana dan kelakuan adik iparnya sendiri.
"Lalu, apakah Kamu memiliki obat penawar, untuk obat yang sudah Kamu berikan pada anakku, dan juga pemuda itu, yang ada di dalam kamar pasien ini?" tanya tuan besar Sangkoer Singh, pada paman Ranveer.
"Anakku, adalah korban pembajakan pesawat ke Jerman beberapa tahun yang lalu. Dia dinyatakan meninggal karena tidak di ketahui jejaknya. Dan kini, dia kembali dalam keadaan sebagai orang lain, itu tidak masalah bagi Kami. Asal, obat yang sering dia berikan, juga ada penawarnya, dan Aku yakin, hanya dia yang tahu, karena dia sendiri yang meraciknya," kata papa Gilang, menatap ke arah paman Ranveer, dengan tatapan yang menyelidik.
"Katakanlah sekarang juga, sebelum Aku bertindak lebih jauh. Aku tahu, bagaimana rasanya kehilangan seorang anak. Dan Tuan Gilang ini tidak berbeda jauh dengan keadaanku, yang merasa kehilangan anaknya juga."
Paman Ranveer, menundukkan kepalanya karena merasa sangat bersalah. Dia tidak bisa langsung menjawab pertanyaan dari kakak iparnya itu.
__ADS_1
"Paman Ranveer. Katakan, dimana obat penawar kakakku, Aji!" tanya Jeny, tidak sabar. Dia mendekat ke arah tempat duduk paman Ranveer dan mencoba ikut bertanya. Jeny, juga menggoyang-goyangkan tubuh paman Ranveer agar bisa tidak terus menerus menunduk.
Tapi, sepertinya paman Ranveer benar-benar tidak bisa menjawabnya. Dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa sekarang ini. "Maaf. Aku belum meneliti dan meracik obat, untuk penawarnya," kata paman Ranveer, dengan menitikkan air mata.