Anak Genius Namaku Aji

Anak Genius Namaku Aji
Bukan Orang Lain


__ADS_3

Setelah mendengar semua cerita dari mbak Diyah, mami Rossa berpikir jika Cilla sebenarnya bukan dari keluarga biasa. Bukankah tadi di bilang jika ayahnya seorang kontraktor dan bangkrut setelah mempunyai istri baru?


Mami Rossa seakan baru saja sadar, jika apa yang dia pikirkan tentang Cilla tidak salah. Cilla juga bukan gadis biasa. Dia sebenarnya pandai, namun karena keadaan yang membuat dia harus putus sekolah.


Tak lama, mami Rossa tampak keluar dari dalam toko dan berjalan menuju tempat parkir. Tapi sebelum sampai ke tempat parkir, mami Rossa tampak menelpon seseorang untuk meminta bantuan.


..."Halo Mr. Coba kamu cek daerah XXX untuk mencari tahu tentang keluarga Wildan Bayu. Coba juga kamu cari di riwayat keluarga pengusaha kontraktor di internet," kata mami Rossa pada seseorang yang sedang dia hubungi lewat saluran telepon genggamnya....


..."Baik nyonya," jawab orang tersebut pendek...


..."Aku butuh segera ya!" pinta mami Rossa lagi....


..."Siap!" jawab orang di seberang sana lagi....


Ternyata mami Rossa menghubungi pihak deteksi swasta untuk menyelidiki latarbelakang keluarga Cilla. Gadis yang sudah melahirkan cucunya, yaitu Aji, anaknya Gilang Aji Saka, Putra tunggalnya.


Mami Rossa yang anggun dan bijaksana itu memang terkenal sebagai pengusaha yang baik. Tapi dia adalah orang yang teliti dan hati-hati. Apa yang dia inginkan, selalu diperhatikan dan dinilai dengan seksama. Mungkin memang begitulah sifat wanita. Apalagi sejak di tinggal suaminya bertahun-tahun yang lalu. Dia menjadi sosok orang tua tunggal yang terus mendampingi anaknya, Gilang dalam berbagai kegiatan dan acara. Dia juga mendukung penuh semua yang diusahakan oleh anaknya itu. Mami Rossa yang keras dan disiplin, mengajarkan dan memberikan kepercayaan yang penuh kepada Gilang, hingga menjadi pengusaha yang sukses saat ini.


*****


..."Halo nyonya. Saya sudah menemukan siapa Wildan Bayu dan kehidupan mereka sebelum jatuh bangkrut. Saya bertanya langsung pada pihak kelurahan dan tetangganya juga. Semua sudah saya rangkum dan laporkan via email."...


..."Oh begitu ya. Terima kasih atas kerjasama yang baik ini. Gerak cepat juga kamu." Mami Rossa memuji kinerja orang yang dia mintai tolong....


..."Nyonya minta cepat, dan kebetulan hari ini saya sedang free." Orang di seberang sana menjawab dengan cepat juga....

__ADS_1


..."Ok. Biayanya saya transfer ya. Terima kasih untuk semuanya." Mami Rossa segera mematikan saluran telpon genggamnya....


Dengan bersikap tenang namun penuh dengan ketegangan di hati, mami Rossa membuka email dari handphone miliknya. Di sana ada beberapa laporan dari toko dan usaha yang dia jalani juga, tapi dia fokus pada laporan dari orang yang tadi menghubunginya.


Dari laporan via email yang mami Rossa baca, ternyata dugaannya benar tentang Cilla dan kehidupannya di masa lalu.


Cilla Andini. Gadis itu bukan dari keluarga miskin biasa. Dia juga anak tunggal dari pengusaha sukses dan kaya, Wildan Bayu dan istri pertamanya, Aryani Sukmajaya.


"Aryani Sukmajaya?" Mami Rossa membaca ulang nama tersebut. Nama ibunya Cilla yang sudah lama meninggal dunia.


"Aku seperti tidak asing dengan nama ini," guman mami Rossa sendiri.


Mami Rossa segera mencari buku kenangan jaman dia masih sekolah dulu. Buku setebal novel itu berisi tentang semua data alumni di sekolahnya. Itu memudahkan semua orang jika ingin melakukan reuni atau menghubungi teman-teman yang lain juga.


Dengan gerakan pelan namun pasti, mami Rossa membuka-buka foto dan profil yang ada. Mami Rossa akhirnya menemukan juga yang dia cari. Mami Rossa berkaca-kaca saat melihat foto seseorang yang dulu pernah begitu dekat dengannya.


Dulu mami Rossa pernah datang ke rumahnya sesuai yang tercantum di buku tamu saat reuni, waktu itu mami Rossa tidak ikut datang karena sakit, ternyata sudah pindah dan tidak tahu di mana alamat barunya. Setelah ketemu ternyata keluarga Aryani Sukmajaya juga sudah pindah lagi.


Pada akhirnya, mami Rossa tidak lagi berusaha untuk mencarinya. Dia berharap bisa bertemu Aryani Sukmajaya saat ada acara reuni lagi. Tapi harapan itu tidak pernah terwujud, sebab beredar kabar jika Aryani Sukmajaya meninggal dunia karena sakit. Keluarganya tidak diketahui pindah kemana lagi.


"Ternyata Cilla anak kamu Ani. Maafkan aku yang tidak mengenalinya." Mami Rossa tersedu mengingat sahabatnya itu.


Mami Rossa mengeluarkan handphone dan membidikkan kameranya ke arah halaman buku kenangan tersebut. Dia mengambil gambar Aryani Sukmajaya untuk membuktikan pada Cilla Andini nantinya.


*****

__ADS_1


Malam terlah beranjak. Mami Rossa diantar supir pergi juga ke rumah sakit seperti yang dia janjikan. Dia datang, selain untuk menjaga anaknya Gilang, dia juga ingin bertanya pada Cilla secara langsung.


Dengan langkah cepat namun tetap anggun, mami Rossa segera menuju ke ruangan tempat Gilang dirawat. Di sana juga ada Cilla dan Aji, cucunya.


Sebelum mami Rossa masuk ke kamar pasien tempat Gilang di rawat, dia mendengar suara percakapan antara Gilang dan juga Cilla. Aji tidak terdengar suaranya, mungkin sudah tertidur, sebab jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam lebih. Akhirnya mami Rossa mengurungkan niatnya untuk masuk dan menunggu mereka berdua menyelesaikan pembicaraan tersebut.


"Aku ingin secepatnya melangsungkan pernikahan jika aku keluar dari rumah sakit dan hasil test DNA keluar." Suara Gilang terdengar pelan namun pasti.


"Apa tuan yakin?" tanya Cilla samar terdengar di telinga mami Rossa.


"Kenapa? Kamu tidak bisa melihat keseriusan yang aku miliki?" tanya Gilang pada Cilla.


Tidak ada sahutan dan jawaban dari Cilla. Sepertinya mereka saling diam dan menunggu satu sama lainnya untuk melanjutkan pembicaraan.


"Cilla..." panggil Gilang untuk mendapatkan jawaban pastinya.


"Say... Saya takut jika tuan hanya menginginkan Aji. Apalagi dengan kecerdasan yang dia miliki itu. Saya juga tidak yakin, jika keluarga tuan bisa menerima kami, terutama saya sendiri." Akhirnya terdengar juga suara Cilla yang menjelaskan jawabannya.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu?" tanya Gilang penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh Cilla tentang dirinya.


"Tentu saja tuan menginginkan Aji. Selain anaknya tuan, dia tidak mungkin lagi berniat mengacak-acak sistem IT di perusahaan GAS yang tuan miliki. Tapi saya? Saya hanya gadis, eh bukan gadis lagi, hanya orang biasa yang tidak diketahui asal usulnya. Tidak mungkin keluarga besar tuan bisa menerima dengan baik. Saya tidak mau masuk pada keluarga yang tidak bisa menerima saya. Cukup mama tiri saya yang memperlakukan saya dengan tidak baik. Tidak ada orang lainnya lagi dikemudian hari."


Gilang diam dan tidak terdengar menyahut dengan alasan yang Cilla katakan. Hanya ada kesunyian setelah itu.


Mami Rossa menghela nafas panjang mendengar jawaban dari Cilla. Dia sadar dan bisa merasakan apa yang Cilla rasakan saat ini.

__ADS_1


Dengan gerakan pasti, mami Rossa membuka pintu kamar pasien dan berkata, "Tidak akan ada yang memperlakukan dirimu dengan tidak baik. Mami yang akan melindungi kamu Cilla."


Cilla kaget melihat dan juga mendengar mami Rossa yang tiba-tiba datang, kemudian menyahuti kata-katanya. Begitu juga dengan Gilang yang tadinya terdiam untuk menyusun kata yang baru saja akan dia ucapkan.


__ADS_2