Anak Genius Namaku Aji

Anak Genius Namaku Aji
Waktu Itu


__ADS_3

Please like, koment, vote, and giff. Biar outhor TK lebih semangat lagi ya gaess 😍😍😍


Terima kasih 🙏🙏🙏


****


Selang beberapa waktu kemudian, Dokter Dimas keluar dari kamar pasien, tempat Mr Vijay Singh di rawat. Dia tampak begitu lelahnya dengan peluh di dahi.


Suster yang membantunya, juga ikut keluar tak lama kemudian. Suster tersebut, mengangguk sebagai tanda pamit pada Dokter Dimas. "Terima kasih Suster," kata Dokter Dimas sambil tersenyum ramah.


"Sama-sama Dok," jawab suster tadi, dengan tersenyum juga.


"Bagaimana keadaan Mr Vijay?" tanya sang asisten, dengan rasa khawatir.


"Bagaimana Aji, Dimas?" tanya papa Gilang, juga dengan perasaan yang cemas.


Dokter Dimas, hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawabannya. Dia tidak mengatakan apa-apa, dan itulah yang membuat semua orang menjadi penasaran.


Jeny diam, tapi dia juga mendekat ke arah Dokter Dimas. Dia ingin tahu bagaimana keadaan Mr Vijay Singh, yang tadi dalam keadaan kesakitan.


Tuan besar Sangkoer Singh, tidak bertanya apapun. Dia hanya diam, tapi kemudian melangkah menuju ke dalam kamar pasien, dimana Mr Vijay, anaknya itu di rawat tadi.


"Dia sedang tidur," kata Dokter Dimas, sebelum tuan besar Sangkoer Singh, mencapai pintu kamar.


Tapi, tuan besar Sangkoer Singh, hanya menoleh sekilas. Dia tetap melanjutkan langkahnya, untuk masuk ke dalam kamar anaknya itu.

__ADS_1


"Apa dia... maksudku Mr Vijay Singh, pernah menjalani operasi plastik?" tanya Dokter Dimas, pada asisten Mr Vijay Singh. Dokter Dimas, menatap ke arah asisten tersebut tanpa berkedip dan tampak mengintimidasi.


"Iy... iya. Ba... bagaimana dokter bisa tahu?" tanya asisten tadi, dengan gugup dan juga rasa kagetnya. Dia tidak menyangka, jika Dokter yang terlihat seperti, orang bodoh itu, bisa tahu apa yang mereka rahasiakan selama ini.


"Lalu, obat apa yang sering anda berikan, jika dia sedang merasa sakit seperti tadi? jika tidak sedang di rumah sakit," tanya Dokter Dimas lagi.


Asisten tadi lebih terkejut lagi, saat mendengar pertanyaan dari Dokter Dimas. Dia benar-benar tidak menyangka, jika apa yang selama ini dia lakukan, akan ketahuan oleh orang yang tidak dia 'anggap' sama sekali.


"Apakah obat itu atas petunjuk dari dokter, dan diketahui oleh tuan besar, Sangkoer Singh juga?" tanya Dokter Dimas lagi, penuh dengan intimidasi, dan tidak ada yang pernah menyangka, jika semua itu bisa dilakukan oleh seorang Dokter, yang tampak tidak pernah serius, seperti Dokter Dimas yang selama ini dikenal banyak orang.


"Sa... say... saya... "


"Obat apa?" tanya tuan besar Sangkoer Singh, dari dalam kamar. Dia keluar lagi, karena tidak ada yang ikut masuk ke dalam kamar, dan terdengar suara-suara yang sedang bertanya dari arah luar kamar.


"Jadi, tuan Sangkoer Singh tidak tahu, obat apa yang selama ini diberikan oleh asisten anak Anda ,saat dia sedang merasa kesakitan seperti tadi?" tanya Dokter Dimas, pada tuan besar Sangkoer Singh.


Tuan besar Sangkoer Singh, mengeleng. Kini, dia beralih pada asistennya itu. Dia menatap tajam ke arahnya, seakan-akan meminta jawaban dan penjelasan, atas pertanyaan dari Dokter Dimas.


"Tu... tuan. Saya bisa jelaskan semuanya. Ini... ini tidak seperti yang Anda pikirkan," jawab asisten tersebut dengan terbata-bata. Dia merasa gugup, dengan tatapan mata tajam tuannya itu.


"Jadi, apa yang akan Kamu jelaskan sekarang ini?" tanya tuan besar Sangkoer Singh, ingin tahu.


*****


Asisten Mr Vijay, bernama asli Ranveer adalah adik dari mendiang istrinya tuan besar Sangkoer Singh. Dia, berprofesi asli sebagai seorang ahli meracik obat herbal, di negara India, sebelum bekerja sama dengan Mr Vijay, keponakannya, untuk beberapa penelitian tanaman obat-obatan.

__ADS_1


Mr Vijay Singh, yang lebih suka berkutat di laboratorium pribadi miliknya, untuk meneliti obat-obatan untuk kecantikan dan warna pakaian, sangat merasa beruntung, saat pamannya itu, mau menjadi asisten pribadinya di laboratorium dan kemanapun saat dia bepergian.


Paman Ranveer, mempunyai anak perempuan yang berpenyakit aneh. Berbagai macam usaha, sudah dilakukan untuk mengobati anaknya itu. Dari yang secara medis, maupun tradisional dan juga obat-obatan yang dia racik sendiri. tapi, hasilnya tetap nihil. Tidak ada perubahan pada penyakit anaknya itu.


Pada suatu kesempatan, dia menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Mr Vijay Singh sebagai menantunya, untuk menjadi suami anaknya itu. Dia berpikir jika Mr Vijay adalah keponakannya sendiri, yang pastinya lebih tahu, apa kesulitan yang keluarganya alami. Dia berpikir, jika anak gadisnya yang penyakitan itu, tidak akan ada pemuda yang mau menikahinya, untuk selamanya.


Tapi niatnya itu, ditentang oleh tuan besar Sangkoer Singh. Begitu juga dengan Mr Vijay Singh. Keponakannya itu, Mr Vijay Singh, dengan tegas menolak permintaan darinya. Dia merasa tersinggung karena diabaikan oleh keluarganya sendiri. Itulah sebabnya, dia ingin membalas dendam kepada keluarga kakak iparnya itu, terutama pada Mr Vijay Singh yang masih muda.


Saat penelitian obat herbal untuk kesehatan mata, paman Ranveer dengan sengaja melakukan sabotase, pada sample obat, yang seharusnya sudah tidak ada efek samping dan akan di minum sendiri oleh Mr Vijay Singh.


Paman Ranveer masukkan sesuatu yang akan membuat orang, yang meminum obat tadi, merasa kepanasan dan tidak akan sadarkan diri dalam jangka waktu yang lama. Dan ternyata, semua itu, berhasil.


Mr Vijay Singh, dinyatakan koma dan tidak diketahui secara pasti, kapan akan sadarkan diri.


Saat kasus ini di usut, Paman Ranveer, membuat cerita palsu, jika keponakan itu, sedang patah hati. Dia ditolak oleh gadis yang di cintai. Itulah sebabnya, Mr Vijay Singh, berusaha untuk bunuh diri dengan ramuan obat yang dia racik sendiri.


Cerita itulah, yang membuat tuan besar Sangkoer Singh, tidak percaya dengan pemuda yang sedang jatuh cinta. Dia tidak ingin, ada pemuda yang akan mengalami hal yang sama seperti anaknya itu. Oleh karena itu juga, dia sangat menjaga Mr Vijay Singh yang sekarang dari pergaulan sehari-hari, agar tidak banyak berinteraksi dengan para gadis di luar sana. Dia meminta kepada adik iparnya, paman Ranveer, untuk menjaga dan menjadi asisten pribadi, kemanapun anaknya itu pergi.


Dia juga membawa obat-obatan yang dia racik, untuk obat Mr Vijay Singh, selama ini, jika sedang mengalami sakit kepala yang hebat seperti biasanya. Dan itu bukan obat herbal biasa. Efek sampingnya, tidak akan pernah lagi bisa mengingat kejadian yang sudah lama terjadi. Obat itu mengikis perlahan-lahan ingatan seseorang.


*****


Tuan besar Sangkoer Singh, tampak lemas setelah selesai, mendengar semua pengakuan dari adik iparnya itu. Dia tidak pernah menyangka, jika orang terdekatnya yang menjadi penyebab utama semua kejadian yang dia alami selama ini.


Sungguh, ini tampak tidak masuk akal. Tapi, begitulah yang sebenarnya. Ada banyak sekali yang tidak kita sadari, bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita adalah dampak dari orang-orang terdekat kita sendiri.

__ADS_1


__ADS_2