
''Kalian akan di tuntut hukuman sepuluh tahun penjara dan denda lebih banyak lagi dari ini. Apa kalian siap?! Kalian jangan main-main dengan ucapan saya! Saya punya anggota yang bisa menjebloskan kalian ke penjara! Sebelum itu terjadi, kembalikan uang yang sudah kalian ambil secara paksa dari kedua orang tua Saya! Saya menunggunya 1x24 jam, di mulai dari sekarang!!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
Semua yang ada di sana terhenyak mendengar ucapan Annisa. Salah satu diantara mereka semua jatuh pingsan. Tapi tak ada yang menolongnya.
Sedangkan seseorang dibalik sambungan video call itu terkekeh kecil melihat Annisa yang begitu berani dalam menghukum para perampok itu dengan cara khusus Annisa.
''Saya akan menunggu malam ini juga. 1x24 jam! saya tidak mau tau kalian harus membayar nya jika tidak ingin saya melaporkan hal ini ke polisi. Sudah cukup selama ini kalian mengacaukan Keluarga kedua orang tuaku. Kalian pikir, dengan ayah ku diam maka kalian selamat begitu?! heh! Jangan mimpi Kalian! Pria tua bangkotan ini masih punya anak yang lain! Anak kandung dari istri pertama nya! Yang sekarang sudah menikah dengan pemuda kaya yang kalian tuduh karena guna-guna!''
''Kalian tau, apa yang baru saja kalian katakan itu tentang Papiku dan Mak ku, kalian akan di tuntut dengan pencemaran nama baik! Kalian menuduh Mak ku mengguna-guna pria kaya yang merupakan suaminya sekarang ini? Heh, kalian akan dituntut olehnya. Papi!''
''Ya Sayang! Papi sudah menyiapkan semua berkasnya untuk diserahkan ke kantor polisi! Mereka akan ditahan. Sambungan video ini langsung ke kantor polisi. Om Andi sendiri yang melapor kan seluruh keluarga nya. Tidak ada yang selamat dari semua ini. Terimakasih Nak. Papi bangga padamu.'' ucap suara Papi Gilang dari balik sambungan ponsel video call yang di pegangin oleh Syakir.
''Tentu Pi. Seburuk apapun ayah kakak dimasa lalu. Itu tetap akan menjadi masa lalu. Nggak akan ada yang bisa merubahnya. Yang terpenting sekarang masa depan. Satu lagi, Pi. Ayah sering di tekan dan diancam oleh mereka semua kalau ayah tidak memberikan uang untuk mereka sepuluh juta satu orang. Kakak mau, Papi menuntut mereka semua dengan pasal berlapis! Kakak ingin uang ayah yang selama ini sudah habis kembali lagi 1x24 jam! Bisa, Pi?''
''Tentu. Kamu tenang saja. Akan Papi usahakan. Om Andi sendiri yang menangani Masalah ini. Andi!''
''Saya Bos!''
''Selesaikan segera! saya menunggu dalam waktu 1x24 jam uang Bang Emil dan Zizi harus segera masuk ke dalam rekening Zizi hari ini juga. Sekarang sudah pukul dua belas siang. Saya tunggu sampai pukul delapan malam!''
__ADS_1
''Baik Bos!'' jawab Andi dari sebalik ponsel yang terhubung itu.
Seluruh keluarga jauh bunda Zizi diserang panik. Mereka tidak tau harus berbuat apapun saat ini. Semuanya kompak menangis tersedu. Annisa yang melihatnya sontak saja tertawa keras tetapi begitu menyeramkan menurut mereka yang tidak pernah melihat aura kemarahan dari seorang Annisa.
''Hei, hei.. ada apa ini? kenapa kalian menjadi kompak begini sih? Ada yang salah ya dengan ucapan saya? Atau? Kalian ketakutan, karena tidak tau harus membayar dengan apa uang yang sudah habis itu???''
Semua keluarga jauh bunda Zizi semakin histeris. Annisa semakin tertawa terbahak melihat mereka semua menangis seperti itu.
''Hahaha... hahaha... SAYA TIDAK MAU TAU! KALIAN SEMUA YANG ADA DISINI AKAN SAYA HUKUM DAN SAYA JEBLOSKAN KE PENJARA DENGAN TUDUHAN PERAMPOKAN, HIDUP DI BAWAH ANCAMAN, TERTEKAN HINGGA BERHUTANG DI BANK DAN JUGA PENCEMARAN NAMA BAIK TERHADAP KEDUA ORANG TUA SAYA YANG LAIN! SAYA AKAN MENUNTUT KALIAN SEMUA! TANPA TERKECUALI!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
Lagi, aliran tubuh mereka serasa berhenti disaat itu juga. Mereka begitu takut dengan ucapan Annisa.
''Ya sayang.'' Sahut Tama yang sedari tadi hanya terdiam, kini berjalan mendekati Annisa
''Buka pintunya. Diluar sudah menunggu beberapa orang untuk membawa mereka semua.
''Tentu,'' jawab Tama.
Dengan segera Tama membuka pintu ruangan itu melalui orang suruhan nya. Dan saat pintu terbuka sudah ada sepuluh orang polisi yang sedang menunggu mereka semua.
__ADS_1
''Bawa mereka Pak!''
''Nggak!!! Kami nggak mau ikut ke kantor polisi!!!''
''Hoo.. tidak bisa! Om Andi sudah melayangkan gugatan untuk kalian semua. Bawa mereka Pak!''
''Tidaaaaaaaaaaaakkkkk!!!''
💕💕💕💕💕
Maaf ye cuma satu. Pak Su othor lagi sakit. Mohon doanya dari kalian semua untuk kesembuhan beliau.
Insyaallah besok, othor ganti banyak bab nya ye?
Sambil menunggu cerita ini up date, mampir dulu yuk kesini.
Judul karya : Istri yang tak dianggap
By : Author Siti Fatimah
__ADS_1
Cus kepoin!
like komen kembang vote dan rate setiap kali kalian singgah di cerita remehan othor ini. 😖