Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Terpaksa Menikahinya


__ADS_3

Acara pernikahan itu selesai, Tama dengan segera pergi karena ada panggilan masuk dari ponselnya.


Ia berlari ke samping taman hotel tempat dimana Annisa dan Papi Gilang tadi berbicara. Annisa yang penasaran mengikuti Tama hingga ia bersembunyi di belakang dinding tepat di belakang Tama.


''Bang!'' panggil seseorang.


''Selena! Akhirnya kamu datang juga!''


Deg!


Annisa terkejut. Ia mengenal suara siapa itu. Ia mengintip sekilas, mereka berdua saling bertatapan.


''Maaf Bang.. aku terpaksa..'' lirih Selena.


Tama menghela nafasnya. ''Kamu tau? Selama beberapa tahun ini aku selalu menjaga nya sebagai adikku sendiri. Dan tiba-tiba sekarang, dia menjadi istriku? Menurut mu? Apa yang harus aku lakukan sekarang?'' tanya Tama dengan segera ia menuntun Selena untuk duduk saling berhadapan.


''Maaf Bang.. aku benar-benar minta maaf.. sebenarnya aku tidak melakukan hal seperti itu.. aku sengaja melakukan hal ini agar kamu bisa terbebas dariku. Cara ini sudah kupikirkan baik-baik. Aku sengaja menolakmu karena ku tau, Mama Linda tidak menyukai ku.. maafkan aku Bang.. maaf..'' lirih Linda dengan terisak.


''Sudah terlambat untuk aku bisa kembali padamu.. aku sudah menikahi nya.. aku terpaksa Menikahinya karena Mama.. padahal sampai detik ini pun aku masih mencintai mu Selena..''


Deg!


Deg!


Annisa terhenyak mendengar ucapan Tama untuknya. Sebulir bening mengalir di pipi yang masih berhiaskan makeup water proof itu.


Ia mengepalkan tangannya. ''Aku juga sangat mencintai mu Bang Adrian. Tapi inilah jalan kita.. Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya? Ku jadikan ini untuk kenangan terakhir bersama mu..'' lirih Selena sambil mendekati Tama.


Tama mengangguk dan tersenyum melihat Selena. Hancur sedih dan perih bagai di tusuk sembilu.


Annisa menangis tersedu di belakang dinding tempat mereka duduk. Ia membungkam mulutnya agar tidak kedengaran oleh sepasang kekasih itu.


''Abang sangat mencintai mu Selena. Sangat mencintai mu..''


''Aku juga sama Bang.. tapi inilah takdir yang harus kita lalui.. aku ikhlas melepas mu dengan nya. Karena aku pun bisa melihat jika kamu juga mencintai nya kan??'' ledek Selena pada Tama.


Annisa sudah tidak sanggup lagi untuk mendengar ucapan mereka berdua, dengan segera ia berlari ke kamarnya yang sudah di hias untuk kamar pengantin mereka berdua.


Tiba disana, ia tersedu. Sakit. Sungguh sakit hatinya mendengar ucapan Tama. Benar tebakan nya, jika Tama Menikahinya karena terpaksa.

__ADS_1


Dan semua itu sudah mereka rekayasa untuk membuat buruk Selena di mata Mama Linda. Annisa tau semuanya sekarang. Tapi apa yang harus ia katakan sekarang? Apa yang harus ia perbuat? Semua ini sudah terjadi.


Annisa hanya bisa mengikuti garis takdir. Ternyata... orang yang dia cintai sedari kecil terpaksa Menikahinya.


Demi Mama Linda. Annisa semakin tersedu di kamar pengantin mereka. Puas dengan menangis, Annisa berdiri dan membuka seluruh pakaian pernikahan nya.


Ia ingin mandi dan menyegarkan diri dan kepalanya yang terasa sakit karena terlalu lama menangis.


Ia mengambil handuk, baju ganti dan masuk ke kamar mandi. Sementara di taman samping hotel, Tama dan Selena masih saja berbicara dan tertawa-tawa disana.


Tanpa tau jika Annisa sudah mendengar separuh dari ucapan mereka berdua.


''Abang jangan bohong sama perasaan Abang sendiri. Aku tau ada cinta di mata Abang untuk adik angkat tersayang mu itu.''


Tama menghela nafasnya. ''Entahlah. Akupun tidak tau dengan perasaan ku ini. Aku memang sudah mengenalnya sedari bayi. Bahkan ketika bayi pun, akulah orang pertama yang mengadzani nya pengganti ayah Emil. Begitu kata Mak Alisa. Tapi.. untuk cinta? Aku tak tau, Selena.''


Selena tersenyum, ''Coba selami hatimu bang Adrian. Telusupkan namanya di hatimu, buang namaku. Pasti cinta itu akan hadir dengan sendirinya. Karena akupun melihat cinta yang sama di matanya.''


Deg!


''Apa?!'' pekik Tama.


Lama ia merenung, menyelami rasa hatinya saat ini. Ia tersenyum saat mengenang kelakuan Annisa tadi sebelum mereka menikah.


Mungkin benar kata Selena, jika ia memang mencintai Annisa. Namun butuh waktu, untuk bisa membangkitkan cinta itu untuknya.


Mengingat Annisa, ia bergegas berdiri dan berlari menuju ke kamar pengantin mereka. Tiba disana, Tama tertegun melihat ruangan itu kosong melompong.


Hanya baju Annisa sudah terlipat rapi disana. Ia berkeliling mencari Annisa. Ia menuju ke kamar mandi, namun tak ada disana.


Hanya harum sabun mandi yang di pakai Annisa semerbak satu ruangan itu. Lagi, bibir tipis itu tertarik membentuk sebuah senyuman.


Ia berbalik menuju ranjang dan duduk disana, tanpa sadar menyentuh sebuah kertas putih yang jatuh akibat tangannya tanpa sengaja menyenggol nya.


Tama mengambil surat itu dan membuka nya.


''Ehem, ehem.. hehehe... Adek pulang duluan ya Bang? Adek mau pulang dan tinggal dirumah Mak selama sebulan. Untuk sementara, Abang tinggal sendiri dulu. Tenangkan pikiran Abang. Adek tau, Abang butuh waktu untuk pernikahan terpaksa ini. Maafkan adek yang hadir di kehidupan Abang, hingga Abang harus berpisah dengan Kak Selena. Maafkan adek, Bang.. Adek pulang ya? Jangan nangis! Kapan pun Abang mau, Abang bisa kok kerumah Mak. Adek disana. Adek pulang...'' lirih Tama dengan dada sesak dan mata elangnya itu mengembun.


''Sayang... kamu tau?? hiks.. maaf..'' lirih Tama sambil terisak.

__ADS_1


Ia mengepalkan surat itu hingga tak berbentuk. Entah mengapa jika tentang Annisa, hatinya selalu lemah.


Kekuatan nya seperti habis, saat Annisa mulai berbicara padanya. Walau hanya melalui surat tapi Tama tau, Jika Annisa sudah mengetahui semuanya.


Semuanya. Kaki Tama lemas tak bertulang. Ia mengambil baju pengantin Annisa dan memeluk nya dengan erat.


Pluk!


Sesuatu jatuh dari baju itu. Tama menoleh dan terkejut melihat benda itu. ''I-ini... kenapa di lepas?'' tanya Tama pada diri sendiri.


Lagi, Tama melihat sepucuk surat disana. ''Untuk sementara, adek kembalikan mahar ini sama Abang! Simpan baik-baik! Jika kita berjodoh, maka mahar itu akan kembali kepada pemiliknya! Namun jika tidak, maka mahar itu bukanlah milikku. Tapi milik orang lain!''


Deg!


Deg!


''Annisaaaaa...'' pekik Tama sambil tersedu.


Luruh sudah air matanya. Hancur hatinya, saat melihat mahar pemberian nya di kembalikan oleh Annisa.


Tama menangis tersedu seorang diri di kamar pengantin mereka. Sama seperti Annisa tadi. Sedangkan Annisa, ia pun tersedu di dalam sebuah taksi yang akan mengantar ke sekolahnya hari itu juga tanpa sepengetahuan kedua orang tua mereka.


''Hiks... maaf... hiks... jangan.. hiks.. marah.. sama.. hiks .. adek..'' Isak Annisa dengan tersedu.


Supir taksi itu hanya terdiam melihat Annisa yang terus terisak. Ia pulang kembali ke asrama tempat dimana ia bersekolah.


Rencananya setelah menikah, ia tidak lagi di asrama namun tetap sekolah. Tapi, karena kejadian yang baru saja membuat matanya terbuka, Annisa lebih memilih pergi dan meninggalkan Tama seorang diri terpuruk karena kesalahannya.


Ia kira, percakapan nya dengan Selena tidak di ketahui oleh Annisa. Ternyata ia salah. Annisa tau semuanya.


Maka dari itu ia memilih pergi. Entah apa yang akan terjadi pada Tama sampai Mama Linda tau, jika menantu kesayangan nya itu pergi karena kesalahpahaman yang disebabkan oleh putranya.


❤️❤️❤️❤️❤️


Akankah Tama bisa membujuk Annisa untuk kembali kepada nya? Sementara hatinya, masih menjadi milik Selena?


Ikuti terus kelanjutannya!


Like dan komen klean selalu othor tunggu!

__ADS_1


Bagi hadiah nya juga ya? hihihi..


__ADS_2