Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Merajuk


__ADS_3

Setelah tadinya mereka bertemu dengan Mak Alisa dan papi Gilang, kini mereka berdua sudah berada di kamar dan sedang mandi karena sudah memasuki waktu Maghrib.


Tama dan Annisa sedang mengurus kedua bocah rusuh itu. Mereka bekerja sama untuk mengurus keduanya sampai-sampai mereka basah kuyup.


Tama tertawa saat melihat wajah Annisa yang cemberut karena ulah si kembar. "Ishh.. Mami kok disiram sih Nak? 'kan basah jadinya??" sungut Annisa pada kedua bocah bin rusuh itu yang saat ini sedang berada di dalam bathub kamar Annisa yang kini di tempati oleh Kinara.


Untuk sementara Kinara mengalah dan tidur di kamar kak Ira yang saat ini sedang kosong karena sang empu tidak bisa datang di karena kan tugas Bang Raga yang begitu sibuk sebagai seorang dokter kandungan.


Belum lagi Kak Ira yang juga seorang direktur di rumah sakitnya. "Biarin! Biasanya Mami sama Papi 'kan sering basah basahan kalau pagi-pagi di kamar mandi????"


Tama membulatkan matanya menatap kedua bocah rusuh itu sedangkan Annisa melotot sambil berkacak pinggang sembari melihat kedua bocil itu terutama Danis si biang paling bisa kalau berbicara.


"Apa kamu bilang?!" tanya Annisa pada Danis.


Danis tertawa melihat wajah garang Annisa. Bukannya takut, ia malah menertawai sang Mami hingga membuat Annisa mendengus.


Tania dan Tama terkikik geli. Ia menatap tajam pada Tama. Tetapi Tama malah semakin tertawa melihat Annisa melotot padanya.


"Ck!. Dasar! Papi sama anak sama saja!" ketus Annisa mendadak kesal.


Tama, Danis dan Tania tertawa bersama. Mereka terus saja mengejek sang Mami yang saat ini sedang merajuk karena ulah si sulung Abang Danis.

__ADS_1


Selesai dengan mandi, keduanya dipakaikan baju oleh Tama. Sedang Annisa entah kemana. Saat ini sang Mami sedang merajuk kepada mereka bertiga.


Setelah selesai, Tama membawa kedua anaknya ke musholla rumah Papi Gilang dan Mak Alisa. Tiba disana, Annisa pun sudah berdiri disamping Mak Alisa dan Kinara.


Annisa melengos kala melihat Tama mengantar Tania untuk berdiri disamping Maminya. Tetapi Annisa tidak peduli. Tau diri bocah kecil itu telah membuat sang Mami merajuk seperti yang sudah-sudah karena ulah mereka berdua dan sang Papi pun ikut membela, Tania beringsut mendekati Onti nya.


Tania menarik mukenah Kinara hingga pipi gadis ayu mirip Annisa itu seketika mencium pipi sang keponakan membuat si gadis kecil itu terkikik geli.


"Ishh.. Kok ditarik sih?" bisik Kinara di telinga Tania


Tania dengan segera mendekatkan mulutnya pada telinga Kinara dan berbisik lirih. Satu detik, dua detik, tiga detik, empat detik hingga detika yang ke lima Kinara tertawa lepas hingga sang Mamiyang duduk di sebelahnya terlonjak kaget begitu pun dengan Annisa.


Tama yang paham pun ikut terkikik. Papi Gilang menoleh ke belakang membuat Tama kicep seketika. Tapi tidak dengan Kinara. Ia masih saja tertawa karena mendengar bisisikan Tania tadi.


Sedangkan sang empu yang berbisik pura-pura duduk tenang. Sang Mami memicingkan matanya menata putri kecilnya itu.


Kinara kembali diam setelah Mami Alisa mencubit lengannya. Ia langsung kicep. Mereka pun mulai melaksanakan sholat Maghhrib berjamaah.


Lima belas menit kemudian, mereka pun selesai sholat. Sang Papi yang begitu penasaran kenapa Kinara tertawa kini bertanya kepada Mami Alisa.


"Tadi kenapa adek tertawa kayak gitu? Hampir copot jantung Papi karena terkejut. Papi lagi khusyuk nya berzikir malah di kejutkan dengan suara nyai di dalam musholla??"

__ADS_1


Kinara tertawa lagi mendengar ucapan sang papi yang di tujukan untuknya. "Ihh, Kan kan ?" lanjut Papi Gilang lagi saat melihat Kinara tertawa lagi.


Tama terkikik geli sendiri. Annisa semakin mendengus melihat tingkah Tama. "Opa mau tau?" tanya Tania pada Papi Gilang.


Papi Gilang mengangguk sembari menggendong Tania yang kini sedang berdiri sambil mendongak melihatnya.


"Coba katakan, apa yang adek bicarakan tadi sama Onti? Opa mau tau?"


"Hooo.. Tadi itu adek bilang sama Onti, kalau Mami sedang merajuk sama kita bertiga karena tadi saat mandi Abang bilang gini Opa. Biarin aja basah. Bukankah Mami sama Papi sering basah basahan saat pagi hari? Setiap hari malahan! Nah, yang adek heran nya itu Opa, tiap kali kami ingin tidur sama mereka. Mereka selalu bilang, Adek sama abang kan udah besar? Jadi, kalian berdua itu harus berani bobok sendiri. Dan juga Papi sama Mami ingin buat adek baru lagi untuk kalian! Begitu katanya, Opa! Dan juga, Mami merajuk karena Papi nggak kasih jatah buat Mami!" ucap si polos Tania denga mata bulat beninganya hingga berbinar-binar saat menirukan ghaya bicara Tama kepada mereka berdua.


Papi Gilang dan Mami Alisa melongo mendengarnya. Sedang Kinara semakin tertawa dengan keras. Sementara Annisa semakin mendengus kesal. Tama melengos ke arah lain saat Papi Gilang menatapnya.


Setelahnya kedua paruh baya itu tertawa terbahak karena mendengar ucapan Tania selanjutnya.


Buahahahahaha...


"Opa?"


"Hem?"


"Jatah itu apa?" tanya si polos Tania hingga membuat kedua paruh baya itu tertawa lagi dengan kerasnya.

__ADS_1


__ADS_2