Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Pendatang Baru


__ADS_3

dua minggu sudah mereka menginap dirumah Mak Alisa. Ada saja kejadian yang membuat kedua paruh baa dan juga Kinara tertawa melihat tingkah kocak keluarga kecil Annisa.


Ada saja yang mereka bahas, hingga terkadang membuat Annisa rasanya ingin sekali menimpuk kepala kedua bocah rusuh itu. Saking kesal nya.


Mulai dari menagdukan kegiatan Tama dan Annisa setiap paginya, berlanjut lagi dengan jatah. Hingga saat ini yang jadi pembahasan mereka berdua itu tentang buah semangka yang dan melon yang Papi mereka katakan saat di kamar mandi tadi pagi.


Papi Gilang dan Mak Alisa hanya bisa tertawa mendengar celotehan kedua anak Annisa dan Tama itu.


Annisa semakin kesal kepada dua bocah biang rusuh itu. Entah darimana mereka berdua tau, jika Tama tadi pagi mengatakan kepada Annisa saat di kamar mandi kalau melon Annisa sudah berubah menjadi sebesar semangka yang lumayan besar.


Sudah terlihat sedari dua minggu ini. Sudah sampai satu bulan ini tubuh Annisa semakin membengkak dengan nafsu makan yang berlipat-lipat.


Tama keheranan melihatnya. "Kamu makan kok jadi nambah tiga piring gini sih sayang? Nggak takut gemuk?" tanya Tama pada Annisa yang saat ini sednag makan dengan disuapi lagi oleh Tama.


Mak Alisa dan Papi Gilang hanya bisa terkekeh saja melihat tingkah Annisa yang seperti orang hamil. Eh, hamil?? Pikir kedua orang itu dengan saling bertatapan dan mengangguk setuju.


"Bang!" panggil Mak Alisa pada Tama


"Hem? Apa Mak?" tanya Tama masih dengan menyuapi Annisa dengan nasi goreng buatannya.


"Terakhir kapan istri kamu kedatangan tamu?"


Deg!

__ADS_1


Tama dan Annisa terkejut. "Tamu??" tanya keduanya dengan raut wajah bingung.


Papi Gilang terkekeh, Mak Alisa pun demikian saat melihat kedua suami istriitu terkejut. Sedangkan Kinara tertawa.


Ia paham dengan tamu apa yang kedua orang tuanya maksud. "Tamu yang mana dulu nih? Tamu bulanan adek? Atau tamu bulanan di showroom Abang?" balas Tama pada kedua orang tua yang sekarang ini sedang tertawa melihat tingkah Tama yang asik menyuapi Annisa dengan tangannya. Persis seperti si kembar. Ini malah Annisa yang disuapi Tama. Tapi itulah keinginan Annisa yang sangai ingin dsuapi ole Tama.


Sama seperti Lima tahun yang lalu. "Ya tamu bulanan lah, Abang! Emang Abang pikir tamu bulanan mana yang Mami maksud? Tamu yang kayak pelakor gitu??"


"Uhukk.. Uhuuukk.. Uhhuukk.. Air Bang!" minta Annisa pada Tama yang dengan cepat Tama berikan air padanya. Raut wajah Tama nampak panik melihat Annisa.


Kinara tertawa lagi. Sangat geli hatinya melihat kedua orang itu. Ia pun jadi teringat dengan sang suami yang kini sedang bertugas bersama Bang Lana nan jauh disana.


Papi Gilang terkekeh. "Udah ingat?" tanya Papi Gilang pada Annisa denga senyum meledeknya.


Annisa segera duduk dan membuka ponselnya membuat Tama keheranan. "Makan lagi?" tanya Tama tetapi malah si kembar yang menjawabnya


"Ck. Papi! Adek mau lagi! Masa' iya sih, Mami aja yang Papi tanya?!" ketus si cantik banyak bicara putri Adrian Pratama.


Hingga membuat Annisa yang sedang memeriksa ponselnya sontak bangkit dan mendorong kursi meja makan hingga jatuh ke belakang dengan suara yang begitu ribut.


Bruuukk..


"Astaghfirullah, Kakak!" seru Kinara begitu terkejut

__ADS_1


Ia pun sampai terjingkat kaget karena ulah Annisa itu. Dirinya yang memang sengaja menginap karena Annisa yang sedang menginap di rumah kedua orang tuanya.


Mulut Annisa menganga saat melihat tanggal yang ternyata sudah lewat satu bulan ini tamu bulanannya tidak datang untuk menemuinya.


Pandangan matanya beralih pada sang Papi yang kini terkekeh melihatnya. "Sudah ingat? Nggak pakai pengaman kan ya?"


Plak!


"Auwuuhh.. Sakit sayang!"seru Papi pada Mak Alisa yang kini sedang menepuk lengan serta mencubitnya berulang kali.


Kinara dan si kembar tertawa melihatnya. "Ini aki-aki! Mulut itu di rem dikit napa kalau ngomong?! Nggak lihat ada buntut kecil di meja makan kita saat ini dua orang??!" ketus Mami Alisa sedikit kesal pada Papi Gilang.


Bukannya marah, ia malah tertawa. "Lah.. Kan Papi ngomong apa adanya sayangku.. Cintaku.. Permaisuriku.." balasnya denagn gemas dan menjiwil sedikit pipi Mak Alisa sengaja untuk menggoda wanita paruh baya itu.


Kinara dan si kembar semakin tertawa melihat keduanya. Sedangkan Annisa dan Tama saat ini tertegun karena ucapan sang papi.


Setelahnya keduanya mengucap hamdalah bersama dengan mulut tertawa lebar. Annisa memeluk Tama dengan erat sambil berjingkat-jingkat kesenangan.


"Pelan-pelan sayang! Kamu lagi hamil loh..." tegur Tama pada Annisa membuat Kinara dan Papi Gilang bersorak senang.


''Alahamdulillah ya Allah..'' ucap keduanya begitu senang. Mak Alisa pun tertawa.


"Alhamdulillah.. Selamat datang pendatang baru! Mami dan Papi sudah menunggu keadiran mu!" ucap Annisa dengan cepat mengusap perutnya yang datar sambil menatap Papi Gilang dengan menggerakkan alisnya membuat sang papi tertawa.

__ADS_1


Tama pun semakin bahagia. Ia tidak menyangka, jika secepat itu diberikan anugerah untuk menjadi seorang papi lagi. Setelah sekian tahun berlalu.


__ADS_2