Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Menggoda Tama


__ADS_3

Semua tamu tertawa melihat pengantin baru yang saling melempar canda itu. Masih teringat oleh Annisa ketika pernikahan nya dulu.


Ia melihat jika Tama menolak kehadiran nya. Bahkan ia terpaksa menerima Annisa. Tapi kali ini berbeda. Tama menerima nya setulus hati. Bahkan senyum tampan itu terus tersungging di bibir nya.


Annisa bersyukur akan hal itu.


''Baik, acara pun sudah selesai. Selamat untuk Nak Tama dan Annisa. mulai sekarang, pernikahan kalian sudah di umumkan pada seluruh masyarakat kota Medan kalau kalian berdua pasangan suami istri yang sah di mata hukum dan agama. Tanda tangani nak Tama buku nikah nya,'' ucap Pak penghulu


Tama mengangguk, dengan segera ia menandatangani tangani buku nikah yang telah siap satu tahun yang lalu itu. Tanggalnya pun tanggal pernikahan mereka dulu. Yang artinya pernikahan Tama dan Annisa sudah memasuki satu tahun enam bulan saat ini.


Setelah Tama menandatangani buku nikah nya, kini Tama sedang mengucapkan sidghat Taklik di buku nikah yang dipandu oleh pak penghulu sendiri.


Selesai dengan itu bagi seluruh keluarga besar yang mengucapkan selamat pada kepada pengantin usang rasa baru itu.


''Selamat sayangku?'' ucap Nenek pada Tama pada mereka berdua.


''Terimakasih Nek.'' Sahut keduanya sambil tersenyum pada Sang nenek.


Tapi snah nenek menatap tajam pada Tama. Tama Terkekeh, ''Jangan marah nenek! Mana bisa aku tidak bertemu dengan istriku selama satu malam sedang aku sudah berpisah dengannya selama enam bulan lamanya? Maaf.. aku tau aku salah.. tapi aku tidak bisa Nek.. sungguh!'' ucap Tama bersungguh-sungguh pada Neneknya ini.


Wajah tua itu seketika tersenyum lembut padanya. ''Dasar! Kamu ini! Nenek sengaja melakukan hal itu agar kamu tidak mengganggu Annisa saat tidur. Tapi ternyata kamu tetap saja! Huh! Dasar ngeyel!''

__ADS_1


''Aduhh.. aduh.. ih Nenek! Jangan ditarik! Putus nanti telinga cucu tampan mu ini!'' seloroh Tama pada sang Nenek.


Semua yang ada disana tertawa melihat nenek dan cucu itu. Bagaimana tidak, nenek sengaja menarik telinga Tama dihadapan seluruh tamu hingga seluruh tamu tertawa dibuatnya.


''Ya sudah, kalian harus bersiap! Resepsi pernikahan kalian berdua akan segera di mulai satu jam lagi!'' Kata Mak Alisa pada sepasang pengantin usang rasa baru itu.


Keduanya mengangguk, ''Ayo Nak. Kita harus ke kamar mu. Ganti pakaian mu dengan pakaian adat. Begitu pun dengan kamu Bang!'' Mama Linda ikut menimpali ucapan Mak Alisa.


Setelah nya mereka berdua pergi menuju kamar Annisa. Karena disanalah penata rias sedang menunggu mereka.


Mereka berdua masuk di temani oleh Mama Linda dan Mak Alisa. Keduanya sudah siap dengan pakaian nya. Yaitu kebaya berwarna merah seragam dengan songket nya berwarna merah juga.


Melihat itu Tama melotot, Mama Linda tertawa. ''Jangan dilihat ih! Nakal banget sih ini mata?!'' tegur nya pada Tama yang saat ini sedang dipakai kan baju adat Aceh oleh penata rias perempuan dibantu oleh Mama Linda.


Annisa Terkekeh, ia menoleh sedikit dan mengedipkan matanya pada Tama. Tama melotot lagi tapi Terkekeh.


Annisa tertawa. Semua itu tidak luput dari tatapan dua orang penata rias itu. Mereka tau kalau kedua pasangan itu beda usia. Tapi lihat lah. Keduanya bisa mengimbangi diri masing-masing.


Tama menggelengkan kepalanya melihat tingkah Annisa yang selalu saja menggodanya.


Awas kamu sayang! Nggak akan Abang lepasin kamu nanti malam!

__ADS_1


Annisa terkekeh. Lagi, mata itu ia kedipkan pada Tama.


Silahkan suami tuaku? Aku sudah siap lahir dan batin!


Tama tergelak keras. Semua yang ada disana terkejut. Karena Tama tiba-tiba saja tertawa seperti itu. Sedangkan Annisa terkikik geli melihat tingkah Tama seperti itu.


Sang penata rias pun ikut terkikik geli melihat Annisa dan Tama ini. Sungguh, pasangan beda usia ini membuat mereka tersenyum selalu hingga rasanya bibir mereka garing sendiri. 😄 Othor pun gitu euuyy! 🤣🤣


Keduanya disiapkan. Annisa sedang dirias saat ini diranjang nya. Tama yang sudah selesai pun ikut duduk di belakang Annisa. Sesekali tangan nakal itu mengejutkan Annisa hingga Annisa latah seketika.


''Anak terong buaya tembaga! Eh? Abang! Ishh..'' ucap Annisa Kala pinggangnya di cubit halus oleh Tama.


Tama tergelak keras lagi. Penata rias pun ikut tertawa. Padahal diruangan itu ada Mama Linda dan Mak Alisa yang sedang menunggu Annisa bersiap.


Tapi dasar Tama usil, ya seperti itulah yang terjadi. ''Abang... jangan ganggu istri kamu! Mau kamu, kalau wajah istri kamu itu berubah jadi badut gara-gara kelakuan usil kamu??'' tegur Mak Alisa pada Tama.


Tama tidak peduli dengan teguran Mak Alisa. Karena saat ini ia sedang mengganggu Annisa.


Annisa yang sadar jika dirinya selalu diganggu oleh Tama mengambil jalan pintas.


Tama tergelak lagi Kala merasakan kalau tangan Annisa mencapit pangkal pahanya dari belakang. Kedua penata rias itu terkekeh. Bukan mereka tidak tau kelakuan pasangan beda usia itu.

__ADS_1


__ADS_2