
Setelah membuat heboh rumah sakit tempat ayah Emil dirawat, kini semua keluarga jauh bunda Zizi itu sudah di bawa ke kantor polisi. Walau semoga terjadi penolakan, tapi itu semua bisa di amankan dengan baik karena Tama pun dan Annisa pun ikut campur di dalamnya.
Hingga membuat mereka semua tidak berkutik. Kini tinggal lah ayah Emil, bunda Zizi, dan Annisa. Sementara Tama, Syakir dan Arta mereka sedang ke kantin rumah sakit untuk membeli makan siang mereka semua.
''Dek?''
Bunda Zizi tersenyum, ''Abang nggak usah khawatir. Semua ini sudah menjadi suratan takdir kita berdua. Uang kita habis untuk mereka. Tapi Alhamdulillah nya Bang Andi baru saja di beritahu kalau uang arisan yang sebenarnya itu bukan uang arisan kita sudah di transfer ke rekening ku, Bang.''
Ayah Emil mengernyitkan dahinya, ''Bukannya dua bulan lagi ya? Uang arisan itu kan bulan sepuluh baru keluarnya? Bulan ini masih bulan delapan kan?''
__ADS_1
Bunda Zizi tersenyum. ''Itu bukan uang arisan bang. Itu uang hasil kerjaku dibalik layar selama ini. Itu upahku selama hampir dua tahun ini. Aku dibayar sepuluh juta sebulan nya. Oleh Om Jaya dan Bang Andi karena sudah berhasil membuat perusahaan mereka aman dan itu semua karena ku Bang. Selama ini aku sengaja menyembunyikan semua ini darimu. Aku tidak ingin kamu terus-terusan merasa bersalah padaku karena uangku habis saat mengobati Mak Rima dulu. Aku ikhlas Bang. Aku sangat ikhlas. Jangan sekali-kali kamu mengatakan jika aku meminta ganti rugi atas uangku yang sudah habis untuk pengobatan almarhumah dulu. Beliau Mak ku juga Bang.''
Ayah Emil terkejut mendengar penjelasan bunda Zizi. ''Jadi... uang itu bukan uang arisan seperti yang kamu katakan kepada ku selama ini. Akan tetapi uang itu merupakan uang hasil kerjamu begitu?'' Bunda Zizi mengangguk dan tersenyum namun, menunduk.
''Lantas, kenapa kamu bilang itu uang arisan kamu dan Bang Andi? Ada apa ini? Abang bingung loh. Kenapa jadi berbelit-belit seperti ini sih?''
Bunda Zizi menunduk. ''Semua ini karena ide dari Annisa. Annisa memintaku untuk membuka apa yang Abang sembunyikan selama ini dariku karena keluarga ku. Abang rela meminjamkan uang ke bank demi menyenangkan keluarga tamak dan serakah itu. Aku pun terkejut saat menyadari jika Abang pun punya sangkutan dengan bank. Tapi semua itu sudah di lunasi Annisa kemarin sore.''
Deg!
__ADS_1
Deg!
Annisa tersenyum, ''Sejak ayah masuk ke rumah sakit ini. Kemarin saat kakak keluar ingin membeli sesuatu ke market sebelah, seorang petugas bank menanyakan tentang keberadaan ayah yang sedang dirawat. Karena penasaran, Kakak mendekatinya. Beliau bilang kalau ayah masih berhutang di bank dan belum lunas. Katanya disitu tunggakan ayah sudah hampir dua bulan ini belum dilunasi. Biasanya lancar-lancar aja. Kakak bingung, untuk apa ayah meminjam uang itu dalam jumlah besar. Kalaupun ayah buka usaha, pastilah ada bekasnya. Sedang ini?''
Ayah Emil menunduk. ''Ayah gunakan uang itu menyenangi keluarga bunda yang memang orang kaya. Kakak baru tau kalau ayah di tekan dan di ancam oleh mereka saat tadi Kakak membuka ponsel ayah karena berbunyi. Sedang ayah masih tertidur pulas. Kakak membuka semua pesan yang dikirim kan oleh nenek tua itu. Sempat terkejut, tapi setelahnya Kakak mengirimkan pesan ini kepada bunda. Bunda pun sama shocknya dengan Kakak. Maka dari itu kami membuat ide ini untuk memancing mereka datang dan ya. Mereka terpancing.'' Jelas Annisa membuat Ayah Emil lagi dan lagi terkejut.
''Kami sengaja membuat berita arisan Bunda seolah-olah jika memang uang itu benar adanya. Padahal uang itu uang upah bunda Zizi selama berkerja di balik layar dan juga membantu perusahaan Papi Gilang selama lebih kurang hampir dua tahun ini. Papi Gilang tau akan hal ini. Maaf ayah.. kami terpaksa melakukan kebohongan ini. Kami terpaksa menutupi semua kebenaran ini demi ayah. Agar apa yang ayah sembunyikan terbuka hari ini. Dan pelaku kejahatan itu di tangkap. Dan ya, kami berhasil yah. Maaf jika kami membuat kehebohan dirumah sakit ini. Semuanya demi ayah. Agar tidak berlarut-larut dalam penyesalan dan di berbelit hutang entah sampai kapan. Ayah tenang saja uang itu akan kembali kepada ayah. Kakak jamin!'' Imbuh Annisa membuat Ayah Emil lagi dan lagi tertegun karena perbuatan putri kecilnya itu.
💕💕💕💕💕
__ADS_1
Dua!