
Aku mengikuti kemana pun istrikubini pergi. Pergi ke dapur, aku pun ikut ke dapur. Pergi ke ruang tamu dan duduk, aku pun ikut keruang tamu dan duduk bersama nya.
Ia menatapku dengan wajah datar. Tercubit hatiku melihat nya. Aku menunduk. Mencoba untuk menggapai tangannya, namun ia tepis.
Lagi, sakit hatiku di buat seperti ini. Aku lebih suka istriku yang baru bar seperti tadi dibandingkan hanya diam seperti patung.
Astaghfirullah.. ya Allah...
Aku mencoba menatap lagi wajah ayu nan pucat itu. Annisa gadis yang sangat cantik menurutku. Dari umur ia tiga tahun saja sudah terlihat.
Waktu itu aku sangat menyukainya. Entah kenapa, aku pun tak tau. Gila. Itulah pemikiran orang-orang yang melihatku begitu mengistimewakan sosok Annisa sedari kecil. Hingga sekarang.
Rasa itu tidak pernah berubah. Masih sama. Jujur. Aku tidak mencintai Selena seperti aku mencintai Annisa. Ia gadis istimewa di hatiku. Tak ada seorang pun yang bisa menggantikan nya termasuk Selly, pacarku saat aku SMP dulu.
Semua gadis yang ku kenal hanya sebatas pelatisnku saja waktu itu. Maklum, aku ini sudah dewasa. Lagipun masih lajang waktu itu.
Dan sekarang semua itu sudah berbeda. Saat aku mengucap ijab atas namanya, aku sudah berjanji di dalam hati. Jika sekali aku menikah dengan nya, maka selamanya ia akan tetap menjadi istriku!
Aku tau.. Jik Annisa masih labil. Tapi seperti katanya tadi, jika labil nya itu bertempat. Ya, itu benar adanya. Aku hidup dengannya sudah lama.
Mulai dari ia bayi, sampai sekarang ini. Hanya saja, karena ia lebih memilih masuk pesantren maka aku terpaksa mengizinkan nya.
Tapi, kemarin siang aku begitu terkejut mendapati pesan WhatsApp dari seseorang. Terlihat di foto yang orang itu kirimkan, Annisa sedang berpelukan dengan seorang pemuda yang entah siapa.
Karena wajah pemuda itu tidak terlihat jelas. Tapi sekilas, seperti aluemgenal pemuda jangkung ini.
Apakah ini... Rayyan??
Ah, mana itu Rayyan. Sedang Rayyan saja sedang berlibur ke Jakarta bersama Oma Dewi dan Opa Angga? Lantas, siapakah pemuda ini?
Gerah dan panas aku membaca pesan beruntun dari nomor yang tidak ku kenal. Ia mengatakan jika Annisa ku buknalh gadis yang baik. Wajah saja yang ayu, namun kelakuan tidak seperti itu.
Panas hatiku membaca pesan itu. Dengan segera aku menuju ke tempat nya. Ingin bertanya kepastian nya.
Hatiku panas sekali. Dengan wajah menahan amarah aku menunggu nya di pondok biasa. Menunggu sebentar, tak lama datanglah Annisa.
Aku menanyakan langsung padanya dengan jahat aku menuduhnya selingkuh. Astaghfirullah!! Disanalah awla mula kelakuan jahatku padanya.
Hingga ia terluka karena ucapanku itu. Sampai-sampai ia meminta pisah dariku. Aku hancur saat itu juga. Remuk batinku. Tak ku sangka, pertanyaan ku ternya menyinggung perasaan nya.
__ADS_1
Maafkan Abang sayang.. aabng tak beaksud seperti itu. Abang hanya kesal melihat mu berpelukan dengan pria lain selain Abang suami mu.
Asal kamu tau sayang, sedari dulu Abang selalu mengawasi mu. Tidak pernah lengah sedikit pun. Abang menjagau dari orang-orang yang berniat ingin mencelakai dirimu.
Abang sangat menyayangimu. Sangat menyayangi sayang. Tak ada niat di hati Abang untuk menduakan mu.
Abang sangat mencintai mu Annisa. Sangat. Abang tau Abang salah karena meladeni Selly tadi. Maafkan sayang..
Semua kata-kata ini hanya bisa ku ungkapkan dalam hati. Aku tidak berani untuk berbicara langsung padanya.
Aku butuh waktu yang tepat. Untuk sekarang, biarlsh seperti ini. Aku harus segera ke showroom.
Aku menghela nafasku sebelum berbicara padanya. ''Sayang... jangan marah dong.. Abang beneran mau ke showroom..'' kata ku padanya
Annisa tidak peduli. Ia mengacuhkan keberadaan ku. Tidak seperti biasanya. Hah! Sudahlah. Lebih baik aku ke showroom dulu. Ada barang baru yang akan masuk sebentar lagi.
''Abang pergi ya? Jaga diri baik-baik? Hem? Cup.'' Ku kecup kening mulusnya yang masih terasa hangat.
Ia tak peduli. Tetap mengacuhkan ku. Aku harus apa coba? Ya Allah.. ampuni dosaku yang telah membuat istriku terluka untuk yang kesekian kalinya..
Selesai berbicara padanya yang tidak di hiraukan olehnya sama sekali, aku masuk ke kamar untuk ganti baju yang sudah mulai mengering di tubuh ini.
Hadeeeuuhh...
Ku langkahkan kaki jenjang ini untuk menuju ke bawah. Mata ku melirik sekitar, tapi tidak menemukan Annisa.
Kemana gadisku itu? Pergi kah? Ah, itu tidak mungkin. Annisa bukan gadis seperti Selly. Aku mengelilingi seluruh rumah untuk berpamitan padanya sekali lagi, tapi tak jua ku temukan.
Entah kemana perginya Annisa saat ini. Akhirnya, aku pasrah. Aku mengalah. Biarkan nanti malam saja aku bicara padanya.
Aku keluar dengan hati gamang, karena tidak melihat keberadaan nya. Aku mengambil selembar kertas dan pulpen untuk menulis seutu di kertas memo dan ku tempelkan di pintu kulkas.
Abang pergi sebentar, jaga diri baik-baik. Nanti Anto yang akan mengantarkan makan malam untukmu. Abang pergi sayang. Istirahat ya? Jangan tunggu Abang pulang. Abang akan pulang larut malam ini. Ada barang baru masuk malam ini ke showroom kita. Abang pergi. Abang sayang kamu, istriku!
Setelah aku menulis kata pamit ku untuknya dengan segera kaki ini melangkah keluar. Tiba diluar rumah, aku segera menaiki mobil untuk menuju ke showroom.
Pasrah.
Hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini. Aku terlalu banyak melakukan kesalahan padanya. Mungkinkah Annisa marah kepadaku?? Jika sampai itu terjadi maka mati lah aku! Ck! Gara-gara wanita itu, aku jadi melupakan istriku sendiri!
__ADS_1
Dan bodohnya aku, aku percaya dengan ucapan Selly jika ia dirumah ku cuma sebentar saja. Heh! Tak tau nya ia sengaja menjebak ku.
Cukup!
Cukup sudah. Cukup sudah para wanita ulet nangka itu merusuhi hidupku! Mulai hari ini, aku akan tegas pada wanita yang dengan terang terangan ingin mengejar ku!
Aku harus menjaga rumah tanggaku mulai sekarang.
Maafkan Abang sayang...
Maaf..
Abang bodoh. Abang bodoh karena tertipu dengan mulut manis nya. Maafkan Abang sayang..
Abang akan tegas pada setiap wanita yang akan mendekati Abang seperti Selly. Kamu tau seperti Abang sayang.
Abang tidak tegaan pada perempuan sayang. Sedari dulu Abang seperti itu. Kamu pun tau seperti apa Abang. Tapi karena itulah mereka ingin merebut Abang darimu.
Karena mereka pikir, jika Abang itu sudah memberikan perhatian lebih pada mereka. Mereka salah paham akan perhatian Abang, sayang.
Sekarang baru Abang tau, salah bagi seorang lelaki yang sudah memiliki istri jika memberikan perhatian sekecil apapun pada wanita lain.
Sebab, dari perhatian kecil itulah akan timbul benih-benih lain dihati wanita yang kita berikan perhatian.
Terimakasih sayang, berkatmu. Abang tau arti perhatian sesungguhnya untuk apa dan untuk siapa.
Yang paling utama adalah untukmu, kedua orang tua, saudara dan anak-anak kita nantinya.
Abang sayang kamu Annisa, istriku kecilku.
💕💕💕💕
Assalamualaikum selamat siang semua..
Hehe .. noh.. yang kemarin kepala amat sama bang Tama.
Hati ini othor jelaskan ye?
Like dan komen!
__ADS_1
Othor tunggu! 😘