
''Abang angkat kamu ke kamar mandi ya?'' Annisa mengangguk, ''Ya, Abang harus tanggung jawab dengan ini semua. Abang harus mengurusku saat ini!'' jawab Annisa pura-pura kesal pada Tama.
Bibir itu manyun kayak bebek. Tama tertawa. ''Ihh.. jangan tertawa!'' protes Annisa kala melihat Tama yang terus tertawa karena gemas dengan kelakuan Annisa istri kecilnya.
Annisa cemberut. ''Awas ih! Biar adek ke kamar mandi sendiri!'' ketus Annisa beneran kesal pada Tama yang terus meledek Annisa dengan cara tertawa.
''Iya deh, iya.. Abang akan diam. Ayo, kita mandi besar dulu! Ini siang pertama setelah kita bersatu. Hemm.. sampai sholat subuh udah masuk waktu dhuhur! Hahaha...'' ucap Tama dengan tetap tertawa saat menggendong Annisa membawanya ke kamar mandi.
Annisa menurut. Ia sebenarnya tidak kesal. Hanya saja Tama ini sangat suka menggoda dirinya jika sedang baik-baik saja. Annisa ambil jalan terbaik agar tidak di ganggu oleh Tama, ia sengaja membuat dirinya kesal terhadap suami tua nya itu.
Mereka mandi bersama dengan suka cita. Sambil tertawa menggosok tubuh bersama dan menyiram tubuh masing-masing secara bersama-sama.
Cukup tiga puluh menit mereka mandi bersama seperti dulu saat pertama kali Annisa pulang ke rumah itu.
__ADS_1
Annisa keluar menggunakan handuk sebatas dada dan ditutupi dengan handuk kecil di pundaknya karena rambut nya yang panjang dan hitam itu basah karena baru saja mandi besar setelah penyatuan pertama mereka.
Mereka melaksanakan sholat subuh dan disambung sholat dhuhur. Setelahnya mereka berdua turun ke bawah dengan Tama menggendong Annisa ala bridal style.
Rumah mereka masih sama saat ini. ''Ck. Kan udah adek bilang sama Abang?? Inilah yang adek nggak mau! Kan jadinya adek juga yang bersihin?? Mana Palung surga ku masih ngiung-ngiung dan cenat cenut tidak karuan?!'' kesal Annisa pada Tama masih di dalam gendongan Tama.
Tama tertawa. ''Kamu ini!'' ucapnya sambil menarik gemas hidung bangir Annisa. Annisa mencebik. ''Abang nggak akan nyuruh kamu untuk bersihin rumah kita sayang. Abang udah nyuruh orang untuk bersihin rumah kita. Tetapi dua hari lagi. Hari dimana kita akan kerumah Ayah Emil. Ingat??''
Annisa mengangguk, mata itu terus meneliti seluruh ruang tamu mereka yang masih bertabur bunga mawar berwarna merah dan putih disana.
Makanan itu tersimpan rapi di bawah tudung saji yang sengaja Mitha bawa dari rumahnya untuk menutup makanan kiriman Mak Alisa itu.
Tama mendudukkan Annisa di kursi makan mereka, tetapi Annisa menolak. ''Kita duduk di bawah ya? Lesehan??''
__ADS_1
Tama mengangguk dan tersenyum, ''Tentu. Apapun yang menjadi keinginan Ratu ku! Cup!'' Tama mengecup sekilas putik ranum Annisa yang selalu membuat nya candu.
Annisa tersenyum lrmbut menatap Tama. ''Kita ini pengantin kurang ajar ya bang??'' ucap Annisa memecahkan kesunyian di antara mereka karena Tama sedang mengangkat sepiring makanan dalam porsi jumbo lengkap dengan susu coklat hangatnya.
''Aseeekkk... susu coklat! Cocok banget ini untuk menambah tenaga yang terkuras karena di gempur oleh raja tua ku ini!'' celutuk Annisa membuat Tama tertawa terbahak bahak.
''Hahaha..'' Tama tertawa dengan sepiring nasi tambah di tangan nya kini.
Annisa nyengir kuda. ''Hehehe... maaf Abang! Adek bercanda! hihihi...'' Annisa terkikik geli melihat wajah Tama yang kini masih saja tertawa karena ulahnya.
💕💕💕💕
Yuhuuu.. maaf ye, kemalaman. Othor baru aja siap dari urusan keluarga. Paksu othor wirid malam ini. Hehehe..
__ADS_1
Maklumin ye?
Jangan tinggalin othor! Cerita ini belum selesai! Akhir bulan baru end!