Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Welcome to the World baby triplets


__ADS_3

Tama yang sedang menemani Annisa semakin menangis kala melihat wajah Annisa yang semakin pucat karena sudah hampir dua hari tidak tidur sama sekali karena merasakan perutnya yang sangat sakit.


"Hiks.. Udah ya? Dengerin apa kata Abang, kamu operasi aja ya?" bujuk Tama lagi untuk yang kesekian kalinya.


Annisa tidak bisa mendengar lagi karena rasa sakit yang ia derita semakin sakit dan seperti ingin mengedan seperti ingin buang air besar.


Bidan Wulan dengan sigap berdiri di hadapan kedua kaki Annisa. Sedang Raga dan Ira tetap berdiri di balik penutup yang berwarna hijau pembatas agar Annisa tidak terlihat olehnya.


Ira harap-harap cemas menanti kelahiran keponakan ketiga, ke empat dan kelimanya ini. Sama seperti dirinya dulu. Dua kali melahirkan kembar. Ia sangat tau seperti apa rasanya melahirkan bayi kembar seperti apa.


"Pantas saja saat itu Ummi lihat perut adek begitu besar. Tak taunya kembar tiga. Jenis kelaminnya sangat rahasia. Hem.. Kayaknya ini sepasang lagi deh? Sama kayak yang dulu?" Ucapnya pada Raga yang saat ini sedang melihat pergerakan ketiga kepala bayi yang saling mendorong ingin keluar.


Raga tersenyum, "lihatlah!" tunjuknya pada Layar monitor yang menunjukkan reaksi ketiga bayi itu saat mendengar suara Tama.


Annisa semakin menahan sakit yang tiada tara. Berulang kali ia memejamkan kedua matanya dan berulang kali nafasnya berhembus. Tama yang melihatnya pun menangis.

__ADS_1


Ia menundukkan dirinya dan berbisik lirih di perut Annisa yang semakin menuju kebawah dimana pintu untuk mereka keluar akan segera terbuka.


Annisa pun sesekali sudah mulai mengedan. Sayang.. Nak? Jangan saling rebutan ya? Satu-satu! Jangan buat Mami kalian bertambah sakit, hem? Hiks.. Sabar Nak. Kalian harus nurut apa kata Papi!" tagasnya tetapi dengan suara lembut dan begitu lirih.


Raga dan Ira tersenyum saat melihat dua kepala yang ingin mendesak keluar kini tiba-tiba mengantri seperti berbaris menunggu giliran.


"Anak yang patuh!" ucap Raga pada Ira.


Mereka berdua pun tersenyum bersama. Sedang Annisa semakin kuat berusaha untuk mengeluarkan salah satu bayinya yang sudah mulai kelihatan kepalanya.


Anto dan Mitha saat ini sedang berada di showroom untuk menemani Tania dan Danis yang sedari pagi terus menyakan kedua orang tuanya.


Mitha hanya bisa menjawab, kalau kedua orang tua mereka sedang berada di rumah sakit karena sang Mami yang saat ini sedang berjuang mengeluarkan ketiga adik mereka.


Kedua bocah kecil itu begitu senang karena pada akhirnya adik mereka akan segera lahir. Sempat menjadi perdebatan antara kedua saudara itu.

__ADS_1


Jika Tania mengatakan kalau Ia akan memiliki adik perempuan, sedang Danis mengatakan jika ia akan memiliki adik lelaki sama seperti Ardi. Saudara sepupunya.


Sementara di dalam ruangan bersalin rumah sakit Ira sarasvati saat ini Annisa sedang berusaha mengeluarkan bayi ketiganya dengan selamat.


Seluruh keluarga bisa bernafas lega. Tinggal dua lagi. Butuh perjuangan yang lama hingga akhirnya Annisa mengeluarkan ketiga anaknya dengan selamat.


"Alhamdulillah.. Kembar tiga akhirnya keluar dengan selamat. Welcome to the world baby Triplets!" seru Papi Gilang saat memasuki ruangan inap Annisa yang sudah di pindah setelah selesai melahirkan tadi.


Saat ini Annisa sudah terlelap. Ia begitu mengantuk. Setelah melahirkan tadi, Annisa langsung saja terpejam. Membuat Tama panik bukan main.


Ia sampai menangis meraung melihat Annisa yang terpejam. Untunglah ada Ira. Ia bisa menangani Abang angkat sekaligus adik iparnya itu.


Ck. Dunia itu begitu sempit. Tama yang seharusnya menjadi Abang nya kini malah menjadi adik iparnya. Lantaran Tama menikahi adik ke tiganya.


Begitulah perputaran roda kehidupan dan takdir. Tidak ada yang tau seperti apa masa depan. Ternyata pertemuan Ayah Emil memanglah sudah di takdirkan.

__ADS_1


Sekarang terbukti jika Tama dan Annisa berjodoh. Padahal seahrusnya Ira lah yang menjadi istri Tama. Tetapi Ira sudah memiliki jodohnya sendiri. Yaitu Ragata Hariawan. Putra sulung dari sahabat Mak Alisa yang bernama Ummi Hani dan juga Abi Hendra.


__ADS_2