
"Kamu lihat Selena? Sekuat apapun kamu mencoba untuk mengikat Tama dengan pesona mu, kamu tetap akan kalah dengan cinta tulus dari Annisa. Gadis kecil yang dulu begitu Tama sukai setiap kali berkunjung kerumah Mak angkat nya! Kamu tidak akan bisa memisahkan dua orang yang sudah terikat takdir sedari mereka dilahirkan Selena! Pesanku, sebaiknya kamu cari pria lain yang menerima mu apa adanya tanpa melihat sisi kekurangan mu. Pulanglah. Tama sudah bahagia dengan kehidupan nya.'' Ucap Mama Linda dengan lembut.
Ia tidak ingin menyakiti Selena. Karena Mama Linda tau, Selena gadis yang baik. Hanya saja ada minusnya. Yaitu gila harta.
Sedari kecil hidup susah hingga remaja. Ia bisa menjadi seperti sekarang ini karena Papa Fabian. Papa Fabian lah yang menolongnya ketika ia dulu ia di perkosa oleh preman jalanan.
Papa Fabian yang telah menyelamatkan hidupnya pada saat itu. Jika tidak, mungkin Selena hanya tinggal nama.
Sejak saat itu Selena semakin dekat dengan Adrian. Putra kandung Papa Fabian. Ia memang tulus mencintai Adrian, tapi keluarganya memaksa Selena untuk bisa merebut harta itu menjadi miliknya. Dengan cara menjadi istri Adrian Pratama.
Mama Linda tau itu, makanya ketika Adrian ngotot ingin menikah dengan Selena, Mama Linda melarangnya.
Mama Linda meminta Adrian untuk menikahi Annisa. Adik angkatnya. Putri Mak Alisa. Namun, Tama menolaknya dengan alasan, bagaimana mungkin ia akan menikahi seorang gadis yang telah ia anggap sebagai adiknya sendiri?
Mama Linda tertawa saat Adrian mengatakan itu. Tapi, Mama Linda tau, ada cinta tersembunyi untuk Annisa di dalam hatinya. Makanya Mama Linda memaksa Adrian untuk Menikahi nya.
Tapi Adrian tetap Adrian. Si keras kepala. Jika mau nya itu, ya itu juga. Tidak mau yang lain. Dan kebetulan sekali hari itu, Mama Linda mendapatkan kabar jika Selena sedang berada di kamar hotel dengan pemuda lain.
Entah kebetulan belaka, atau memang settingan Selena. Mama Linda pun tak tau. Semua itu dalam situasi yang mendukung.
Selena membuat ulah, Adrian kecewa. Itu kesempatan bagus untuk menikahkan Adrian dengan Annisa. Begitu pikir Mama Linda.
Ia pikir selama kepergian nya umroh, Adrian dan Annisa baik-baik saja. Ternyata ia salah. Adrian membuat ulah. Dengan cara mengabaikan Annisa.
Hingga ia mendengar dengan jelas perdebatan kedua anak itu yang membuat Mama Linda naik pitam.
__ADS_1
Dan saat ini ia sedang membawa Selena untuk duduk di sofa. Dengan Mama Linda duduk di sebelah nya.
''Bukan Mama tidak menyukai mu. Tapi kamu tidak lah berjodoh dengan Tama. Sedari kecil mereka berdua sudah dipersatukan oleh takdir. Papa mungkin tidak tau. Karena pada waktu itu ia masih dengan istri mudanya. Sedang Mama berdua saja dengan Tama. Beruntungnya ada Alisa. Mak Annisa yang dengan suka rela mengurus Tama sedari kecil. Kamu tau, umur berapa Mak Alisa mengurus putra Mama itu?'' tanya Mama Linda pada Selena.
Selena menggeleng, Mama Linda tersenyum. ''Sejak ia berumur lima tahun! Saat itu Tama pernah sakit tipus. Dokter sudah mengatakan Jika Tama harus dirawat dirumah sakit. Tapi Mama tidak mau. Karena Tama menolak. Ia hanya ingin dirawat dirumah dengan catatan, Papanya Papa Fabian harus datang mengunjungi nya. Tapi sayangnya saat itu, Papa Fabian tidak bisa di hubungi..'' lirih Mama Linda dengan menunduk.
Tama yang baru saja masuk mendengar kan semua perkataan Mama Linda tentang dirinya dulu.
Dengan segera ia duduk di sebelah Mama Linda dan memeluknya. Mama Linda tersenyum, namun sendu.
''Beruntung nya saat itu Mama bertemu dengan ayah Annisa. Ayah Annisa sedang ngojek malam itu dan Mama pun sedang bekerja. Jadilah kami bertemu kembali setelah sekian lama. Malam harinya kami pulang bersama, dengan Ayah Annisa yang mengantar Mama ke rumah. Dan kebetulan sekali saat itu Tama sedang kambuh penyakit nya. Ia begitu merindukan Papanya. Papa Fabian. Mama sengaja membawa masuk ayah Annisa agar Tama bisa teralihkan dari Papanya yang waktu itu tidak ada kabar.''
''Mama memaksa ayah Annisa untuk menginap semalam di rumah kami, karena Tama sangat senang akan kehadiran ayah Annisa. Dan karena hal itu, Mama membuat hubungan ayah Annisa dan Mak Alisa menjadi runyam. Bahkan Mama pernah berniat ingin merebut ayah Emil dari Mak Alisa. hiks..'' Isak Mama Linda saat mengenang masa lalunya dulu.
Tama hanya bisa mengelus lembut bahu sang Mama untuk menenangkan nya. ''Kamu tau nak, seperti apa ketika Mak Alisa tau?'' tanya Mama Linda lagi pada Selena.
''Karena waktu itu, nenek Tama sudah meninggal dunia. Jadi dengan terpaksa Mama menitipkan Tama padanya. Yang Mama tidak taunya, ternyata Tama lebih betah disana dibandingkan pulang kerumah kami. Maka dari itu, selama hampir tujuh tahun lamanya Tama tinggal dirumah itu. Pernah terbesit keinginan untuk mengikat putri Alisa dengan Tama. Tapi entah kenapa, gadis kecil itu menolak Tama. Tapi tidak dengan Annisa.''
''Bayi kecil yang masih dalam kandungan Mak Alisa itu, begitu dekat dengan Tama. Benarkan Nak?'' tanya Mama Linda pada Tama.
Tama mengangguk dan tersenyum. Ia terkekeh setiap kali mengenang kejadian tujuh belas tahun silam saat ia melihat Mak Alisa akan melahirkan Annisa. Istrinya.
Selena termenung mendengar cerita Mama Linda. Ia bisa melihat, kalau Tama memanglah sangat menyayangi adik angkatnya itu.
Ada cinta tersembunyi di sana, yang Tama sendiri pun tidak tau. Penolakan Tama terhadap dirinya sudah membuktikan, jika Tama lebih memilih adik angkatnya itu dibanding dengan Selena.
__ADS_1
Mata Selena mengembun. Buliran bening siap meluncur kapan saja. Ia menoleh pada Mama Linda dan tersenyum.
''Aku tidak akan merebut Adrian dari Annisa. Aku sadar sekarang, jika cinta tidak bisa di paksa. Aku bisa melihat, jika Annisa pun memiliki rasa cinta untukmu Bang Adrian. Maaf.. kehadiran ku selama sebulan ini telah mengacaukan pernikahan mu. Aku pikir, dengan aku selalu bersama mu, kamu akan melupakan Annisa dan kembali padaku. Ternyata aku salah. Selama sebulan ini, aku selalu melihat kecemasan, kekhawatiran, dan juga ada cinta untuknya di matamu. Maafkan aku.. maaf...''
''Mama.. Papa.. terimakasih, kalian berdua telah menerima ku dengan lapang dada selama ini. Kalian sudah bersedia menolongku yang saat itu hampir saja mati. Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua. Maaf.. jika aku pernah berniat jahat pada kalian.. mulai sekarang aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Aku akan tetap bekerja paruh waktu di bengkel mu, bang Adrian. Tidak penuh seperti sebulan ini. Aku harus mendidik diriku, agar menjadi wanita yang lebih baik lagi.''
''Mana tau dengan aku berubah, akan ada seorang pemuda yang akan menerima wanita hina seperti ku. Sekali lagi aku minta maaf, Mama .. Papa.. Maafkan aku... hiks..'' Isak Selena.
Tubuhnya berguncang hebat pertanda ia sedang menangis. Tangan halus nan lembut Mama Linda memeluknya dengan erat.
''Kamu tidak salah nak.. situasinya yang salah membuat kalian berdua terjebak di kondisi ini. Pulanglah. Ayahmu sudah menunggu mu. Katakan yang sebenarnya pada mereka. Jangan takut. Jika mereka macam-macam, kamu kembali kesini lagi. Biar Mama yang hadapi mereka, hem?''
Selena mengangguk dalam pelukan Mama Linda. Papa Fabian bisa bernafas lega. Satu masalah yang disebabkan putra sulungnya selesai.
Kini tinggal membujuk Annisa agar mau pulang kerumah itu. Memikirkan itu saja, Papa Fabian pusing.
Karena ia tau sifat keras kepala Annisa seperti apa. Semoga Annisa luluh, dengan perjuangan Adrian nantinya. Pikir Papa Fabian.
💕💕💕💕💕
Apakah Annisa akan luluh dengan bujuk rayu Adrian?
Ikutin terus kelanjutannya!
Like, komen, rate dan vote!
__ADS_1
Hihihi...