Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Flashback 2


__ADS_3

Dddduuuuaaarrrrrr...


Tersentak Azura mendengar ucapan Tama yang begitu menohok hatinya. Ucapan yang saat ini sedang terlintas di dalam pikirannya untuk mendapatkan Tsma seutuhnya.


Sementara Tama keluar dari mobil itu dan membanting pintu mobil nya dengan kuat hingga membuat Azura terjingkat kaget di dalamnya.


Brrraakk!!!


"Astaghhfirullah! Ck. Dasar kamu Bang! Aku tidak akan menyerah secepat itu! Malah aku semakin gigih untuk mendapatkan mu seutuhnya dan menjadi milikku!" gumamnya dengan senyum smirk terbit di bibirnya.


Ia perlahan keluar dari mobil Tama dan berjalan tertatih menuju ruangan Tama. Sedangkan Tama tidak menghiraukan Azura yang berjalan tertatih.


Saat memasuki ruangannya ia berpapasan dengan Tian. Ia melihat wajah Tama yang begitu datar dan sangat dingin. Ingin Tian menegurnya tetapi tidak berani. Jika raut wajah Bos nya itu sudah seperti itu, pastilah ada sesuatu yang membuatnya kesal hingga membuat wajah tampan nya itu mendadak dingin seperti itu.


Tama melewatinya begitu saja dan langsung masuk ke ruangannya dimana Anto sudah menunggu dengan klien mereka.


Sementara Azura berjalan perlahan menuju ruangan Tama yang sudah sering ia kunjungi saat ini. Ia pun berpapasan dengan Tian.


Tian yang melihat gadis incaran nya itu ada disana, secepat kilat menahan langkah gadis sebaya nya itu karena melihat gadis itu yang berjalan dengan terpincang-pincang.


"Kaki kamu kenapa Dek?" tanya Tian dengan segera menyingkap gamis Azura dan memeriksa kakinya itu.

__ADS_1


Azura terkejut dengan perlakuan Tian. "Ish apaan sih kamu Bang Tian?! Minggir! Aku mau ketemu bang Tama!" ketusnya pada Tian


Tian tidak peduli. Ia bangkit dan membawa Azura untuk duduk di kursi tunggu ruangan Tama. "Awas kamu Bang! Aku mau masuk!" ucapnya sedikit marah pada Tian.


Tian bergeming. Ia menyentuh kaki Azura dan meletakkan kaki halus itu di satu paha nya. Dengan segera Tian membuka kaos kaki yang menutupi kaki Azura dan memeriksanya.


Azura marah padanya. Ia menarik tangan Tian, tetapi Tian memegang tangan itu dengan lembut dan menatapnya dengan lembut. "Sebentar dek! Kaki kamu terkilir. Harus ditarik sedikit agar bisa lurus kembali. Kamu tahan ya?" ucapnya lembut pada Azura


Azura tertegun melihat itu. Jantungnya berdegup tidak karuan saat tangan kasar Tian menyentuh kaki putihnya.


Tian mengucap bismillah sebelum menarik kaki itu dan membuat Azura terkejut dan meringis sedikit dengan mata masih menatap Tian. Tian menatap kembali padanya.


Ia menatap lekat pada Tian. Sedang Tian tersenyum lembut padanya. Dan kebetulan sekali, Tama dan kliennya baru saja selesai berbicara dan ingin mengantar Azura kembali.


"Ya, baik! Kalau anda butuh sesuatu, segera kabari saya atau Anto!"


"Tentu Tuan Adrian! Saya permisi!" ucap orang itu dengan segera berlalu.


Tama melirik Azura dan Tian yang kini saling bertatapan. Tama tau, jika Tian menyukai Azura sejak sebulan terakhir ini. Azura yang selalu datang ke showroom dan bengkelnya untuk mencari dirinya tetapi tidak pernah bertemu dengan Tama melainkan dengan Tian.


"Lebih baik kamu pulang dengan diantarkan Tian saja. Saya masih banyak kerjaan Azura! Belum lagi, Annisa masih disana. Dan sekarang saya akan menjemput Annisa dulu," katanya pada kedua orang itu

__ADS_1


Azura dan Tian menoleh secara bersamaan karena mendengar suara Tama. "Enggak! Aku mau nya Abang yang antar Aku! Atau, aku tidak pulang sama sekali. Biar aku menunggu mu disini dan kamu jemput saja Annisa dulu. Aku akan menunggu mu diruanganmu!" tolaknya dengan segera ia bangkit dan masuk ke ruangan Tama tanpa menghiraukan keberadaan Tian yang baru saja menolongnya.


Tian menghela nafasnya. Ia pun bangkit dan ingin berlalu, tetapi Tama mencegahnya. "Temani Azura, Tian! Abang ingin menjemput Annisa dulu di sekolahnya," ucap Tama pad Tian


"Aku aja yang jemput Annisa. Abang temani aja Azura. Sebentar lagi pun tamu kita akan datang lagi. Tuh, orangnya datang!" tunjuk Tian pada tamu rekan bisnis sang Papanya itu.


Tama menghela nafasnya. "Baiklah. Kamu beli minuman dulu. Tanyakan pada nya apa yang ingin ia minum. Kami akan rapat sebentar!" kata Tama pada Tian dan diangguki oleh Tian.


Tama pun berpisah dengan Tian. Jika Tama masuk keruangan nya yang ada Azura di dalamnya. Sedang Tian melangkah pergi untuk membeli minuman dingin untuk klien Tama itu. Ada Anto di dalam ruangan itu.


Ia sudah kebal dan hafal dengan sikap keras kepala Azura. Jadi, ia memilih diam selagi Azura tidak membuat ulah disana. Tetapi jika Azura membuat ulah, maka Anto akan turun tangan.


Hal yang mereka tidak tau ialah membiarkan Azura masuk ke ruangan Tama dan duduk disana bersama mereka. Bahkan klien Tama itu pun menganggap jika Azura adalah istri Tama.


Azura tersenyum senang. Tetapi Tama membahtanya. Ia menunjuk foto pernikahan mereka yang terpampang besar disana. Dan Tama pun sengaja memuji Annisa di hadapan Azura hingga membuat Azura semakin muak dengan Annisa, istri sah Tama. Sekaligus muridnya itu.


Ya, Azura sudah mengetahui jika Tama dan Annisa sudah menikah sejak satu setengah tahun yang lalu. Ia baru saja mengetahui hal itu dari ustadzah Hanim saat di sekolah tadi.


Makanya ia sangatt berniat ingin merebut Tama dari Annisa untuk menjadi miliknya. "Tunggu saja kamu Annisa! Aku tidak akan membiarkan mu baahagia bersama nya! Adrian itu milikku! Dan selamanya pun akan menajdi milikku!" Batin Azura memikirkan rencana licik untuk menjebak Tama.


Bibir itu menyunggingkan senyum smirk ketika melihat Tama yang sedang tertawa saat klien nya itu menggoda Tama dengan mengatakan jika ia saat ini adalah pengantin baru yang membuat Azura semakinkin panas dan ingin melancarkan niat buruknya hari itu juga.

__ADS_1


__ADS_2