Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Keadatangan Ustdazah Azura


__ADS_3

Kesokan paginya.


Saat ini Annisa dan Tama sudah berada di showroom seperti katanya tadi malam pada Tama. Dan Tama memenuhi keinginannya itu. Ia sudah menghubungi suami dari Ustadzah Azura dan mengatakan maksud dan tujuannya mengundang mereka berdua ke showroom Tama.


Bahkan ia sangat penasaran dengan ucapan Annisa tentang kejadian lima tahun yang lalu. Anto da Mitha pun sudah datang saat ini. Mereka berdua bertugas menjaga si kembar dan juga anak mereka satu-satunya.


Annisa masih sibuk melihat pembukuan di showroom saat Tama datang bersama dengan seseorang yang sangat ingin Annisa temui.


Wajah Annisa begitu serius saat ini. Tama tersenyum melihat istri kecilnya yang kini sudah beranjak dewasa itu.


Tama mendekati Annisa yang kini masih sibuk dengan berkas dan juga laptop Tama yang terletak di atas meja yang sedang menyala.


Cukup dalam waktu satu jam saja Annisa sudah selesai membaca laporan keuangan lima tahun yang lalu itu.


Ke empat orang di pintu masuk ruangan Tama itu tertegun melihat Annisa yang semakin cantik dan lebih berisi dari lima tahun yang lalu.


Tama berjalan perlahan mendekati Annisa. Saking fokusnya Annisa, ia sampai tidak menyadari jika saat ini sudah ada Tama yang berdiri di sampingnya dan membungkuk sedikit ingin mengecup dahinya.


Merasakan ada deru angin yang menerpa wajahnya Annisa mendongak. Bertepatan dengan Tama yang kini sedang mengecup keningnya dengan lembut.


Cup.


Annisa tersenyum. "Udah lama ya Bang? Maaf.. Saking fokusnya Adek sampai nggak sadar jika udah ada Abang disini." Ucapnya dengan segera memeluk erat pinggang Tama yang kini sudah berdiri tegak setelah mengecupi dahinya tadi.

__ADS_1


Tama tersenyum, "Tak apa. Abang tau jika inilah Annisa kalau sedang fokus. Ia bahkan tidak sadar dengan sekitarnya. Bangun dulu. Orang yang ingin kamu temui sudah datang." Jawabnya membuat Annisa mengurai pelukannya dari pinggang Tama dan langsung melihat ke arah pintu masuk ruangan mereka.


Wajah itu mendadak datar seketika. Padahal baru saja ia tersenyum begitu manis pada sang suami. Tetapi kini Annisa sudah berubah menjadi seseorang seperti penjahat berdarah dingin.


Diam-diam tapi mematikan!


Ke empat orang yang berdiri di depan pintu itu pun menunduk. Apalagi seorang wanita berhijab yang kini sedang menggendong seorang anak kecil berusia satu tahun.


Dan ada sang suami disampingnya. Tama menarik lembut tubuh Annisa untuk menemui dua orang dewasa itu. Ia berjalan mengikuti langkah Tama yang kini sedang menariknya menuju sofa yang ada di ruangan itu.


"Silahkan duduk. Annisa ingin menyelesaikan masalah lima tahun lalu yang kamu perbuat hingga menyebabkan kesalahpahaman diantara kami berdua!" Ucap Tama pada kedua orang yang mematung melihat wajah dingin Annisa.


Suami Ustadzah Azura itu tersenyum pada Annisa. "Assalamua'laikum Nyonya Bos! Lama tidak bertemu ya? Terakhir saat kamu kabur dari sini dulu tanpa mendengar penjelasan kami berdua!" Ucapnya pada Annisa hingga membuat Annisa memutar bola mata malas.


Tama terkekeh, sedangkan Tian terkikik geli. "Jangan marah lah Nyonya Bos, Anda kan sudah tau yang sebenarnya seperti apa? Kenapa ingin bertanya lagi kepada kami berdua? Masih penasran kah dengan gaya kami bercint-"


"Diam kamu Bang Tian!!! Saya timpuk kamu pakai pot bunga ini mau kamu?!" ketus Annisa memotong ucapan Tian dan semakin geram kepada Tian


Tian dan Tama tertawa bersama. Tetapi tidak dengan seseorang yang kini menatap datar pada Annisa dan juga ketiga orang itu.


Annisa mengambil ponselnya dan menghubungi Mitha. Lebih tepatnya ponsel dari saku celana Tama. Membuat Tama melotot saat merasakan tangan nakal Annisa menyentuh sedikit pisang Boma miliknya.


Annisa terkikik geli. Tian pun ikut terkikik melihat tingkah nakal Annisa. "Ya, hallo Mitha! Iya, kamu kesini bersama Anto, ya. Baru saja. Oke!" ucap Annisa pada ponselnya

__ADS_1


Ketiga orang itu masih saja menatap Annisa yang kini beralih menatap Ustadzah Azura dengan wajah datarnya.


"Apa kabar Kak Azura?? Sudah lama ya kita tidak bertemu? Terakhir saat kejadian lima tahun yang lalu saat kamu mencoba menjebak suamiku tetapi tidak berhasil. Karena posisinya di gantikan oleg Bang Tian! Bukan begitu Kak Azura??''


Deg!


Deg!


Deg!


Ke tiga orang dewasa itu terkejut kala mendengar ucapan Annnisa. Ia menoleh ke pintu dimana Mitha dan Anto sedang tertegun mendengar ucapan Annisa.


Mereka menerka darimana mereka tau hal yang sebenarnya? Sedangkan saat itu mereka melihat Annisa begitu sedih dan terpukul karena melihat Tama dan Azura di dalam kamar pribadi mereka.


"Masuk Mitha, Anto! Kamu saksi saat kejadian lima tahun itu terjadi. Dan kamu Mitha, bawa kedua anak bang Tian ini menuju ke tiga anak kita. Sudah ada orang 'kan ya yang menunggu mereka?"


Mitha menagngguk, "Sudah, saat ini mereka sedang bersama kedua ibuk nya. Adik bang Tama!" jawab Mitha dengan segera mengambil alih si kecil dari pangkuan Azra dan juga Tian.


Setelahnya pun ia berlalu pergi meninggalkan mereka yang saat ini sedang menatap Annisa dengan penuh tanda tanya. Terkecuali...


"Aku ingin mendengar darimu Kak Azura! Apa alasan mu menjebak suamiku sementara kamu sudah tau jika dia adalah suamiku?? Suami sah ku?? Jawab Kak Azura!!"


Deg!

__ADS_1


Deg!


__ADS_2