Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Hadiah untuk Bella


__ADS_3

Selesai makan, kini seluruh keluarga berkumpul semua ditempat mereka makan tadi. Mereka berkumpul karena ingin memberikan hadiah untuk Bella yang sedang acara ulang tahun.


''Sini duduk dekat Nenek, sayang. Nenek punya hadiah untuk cucu nenek yang cantik ini.'' Ucap Nenek Butet pada Bella.


Bella menurut. Nenek Butet segera mengeluarkan sebuah kado untuk putri bungsu Bunda Zizi itu. ''Terimakasih Nek!''


Nenek Butet tersenyum, ''Sama-sama sayang,'' jawabnya.


Kini beralih pada Uwak Andi dan Uwak Ema, mereka berdua memberikan sebuah tablet untuk Bella belajar. Gadis kecil itu begitu kegirangan.


Kemudian hadiah dari Uwak Nita dan anak-anak nya. Bella mendapatkan lima pasang baju gamis lengkap dengan hijabnya. Sedangkan dari Kakek Kasman, Bella mendapatkan sebuah boneka Barbie berukuran sedang.


Gadis kecil itu berjingkrak-jingkrak kesenangan. Kini ia beralih pada Kak Ira. Gadis kecil itu duduk di hadapan kak Ira yang pura-pura bingung. ''Kakak! Mana hadiah untuk Adek?'' tanya nya pada Kak Ira.


Kak Ira pura-pura bingung. ''Hadiah buat apa?''


Bella merengut. ''Adek kan ulang tahun Kakak!'' cebiknya tak suka pada Kak Ira. ''Hoo.. kakak lupa Dek!'' goda Ira pada Bella. Ia melipat bibir nya agar tidak tertawa.


Bella merengut. Bibir itu maju hingga lima centi. Raga tertawa. ''Sudahlah hunny.. berikan saja hadiahnya. Bentar, Abang ambil dulu ya? Masih tersimpan di dalam mobil!'' katanya pada Bella.


Gadis kecil ayah Emil itu tersenyum senang. ''Asiiiiikkk.. pasti sepeda ya Kak??'' tebak Bella.


Kak Ira pura-pura terkejut lagi. ''Kok tau??'' tanya nya. Bella tertawa. Ternyata tebakan nya benar. Raga datang dan dengan membawa sebuah sepeda mini berwarna pink untuknya.

__ADS_1


Bella bersorak kegirangan. Kak Ira dan Bang Raga tertawa melihat tingkah adik tirinya itu. Kini beralih Pada papi Gilang. ''Papi kasih apa untuk adek? Mak??'' tanya nya Pada Mak Alisa dan Papi Gilang.


''Emm.. apa ya? Kamu udah punya Semua nya. Papi bingung harus kasih kamu apa? Coba tanya Mak. Mak ngasi apa untuk kamu??'' kata Papi Gilang pada Bella.


Gadis kecil itu melirik Mak Alisa. ''Ada. Adek mau apa sama Mak?'' tanya Mak Alisa dengan sedikit kekehan di bibirnya kala melihat wajah Bella yang sedang berpura-pura berpikir.


''Apa ya? Em, baju adek punya. Boneka ada. Sepeda dikasih Kakak, emmm... terserah Mak ajalah!'' ucapnya pasrah.


Mak Alisa tertawa. Begitupun dengan semua orang yang ada disana. Mak Alisa merogoh dompetnya dan mengeluarkan sesuatu dari dompet itu.


Deg!


Ayah Emil terkejut Kala melihat pemberian Mak Alisa untuk putri bungsunya. ''Mak cuma punya ini untuk adek.'' Katanya pada Bella sembari memasangkan sebuah kalung berliontin nama Bella disana. Bella tertegun, ''Dan ini.. ini dari bang Lana. Saat ini Abang sedang tidak ada disini. Tapi Abang menitipkan ini sama Mak!'' katanya lagi sembari memasangkan sebuah gelang di tangan kiri Bella.


Papi Gilang memasang kan sebuah cincin berukiran nama Bella disana. Semua yang melihatnya tertegun. Apalagi Uwak Nita. Mata kakak sepupu bunda dan Zizi itu membulat sempurna saat melihat hadiah dari keluarga mantan istri ayah Emil itu.


''Makasih Mak, Papi! Dan juga bang Lana. Sekarang... Kak Annisa!''


''Eh? Kenapa sama kakak??'' tanya Annisa pura-pura kebingungan juga seperti kak Ira tadi.


Bella merengut. ''Kakak ih!''


Tama tertawa. ''Kemari!'' panggilnya pada Bella. Gadis kecil ayah Emil itu mendekat walau masih dengan wajah cemberut.

__ADS_1


''Abang cuma punya ini. Semoga kamu suka ya?'' ucap Tama sembari mengeluarkan sebuah kotak berukuran kecil pada Bella. Bella terdiam. Ia melihat Tama. Tama tersenyum dan mengangguk.


''Buka saja. Semoga sesuai dengan keinginan kamu selama ini!'' Bella membuka kotak yang berhias pita di atasnya.


Deg!


Bella terkejut. Matanya berkaca-kaca. Ia melihat pada Tama. Tama tersenyum sembari memangku dirinya. ''Pakai lah. Semoga muat di tangan kamu, hem?'' kata nya pada Bella.


Bella masih menatap kotak itu. Ia terisak. ''Siapa yang bilang hiks kalau adek ingin punya jam tangan kayak gini, hiks..?'' Isak Bella.


Tama tersenyum dan menoleh pada Annisa. Bella tersedu. Ia beralih memeluk Annisa dengan erat. Yang memang sedang duduk di sebelah Tama saat ini.


''Hiks.. hiks.. Ka.. hiks kak!'' Isak Bella tersedu di pelukan Annisa. Annisa memeluk tubuh kecil itu dengan eratnya.


''Hiks.. Kakak.. hiks..'' Isak Bella lagi. ''Sudah.. pakailah. Bukan kah ini yang sangat kamu inginkan dulu saat ayah masuk rumah sakit??''


Deg!


Deg!


Lagi, jantung kedua paruh baya di sudut sana berdetak tak karuan. Ia menatap nanar pada putrinya itu. Mata itu berkaca-kaca. ''Hiks.. cantik Kak! Hiks.. terima.. hiks.. kasih... huaaaa... huaaa.. adek hiks.. sayang Kakak! Hiks.. aaaaaa..'' Bella tersedu di dalam pelukan Annisa.


Annisa memeluk erat tubuh adik kecilnya itu. ''Itu yang kamu inginkan selama ini. Kak Nara, bang Tama dan Kakak sengaja membeli jam ini untukmu. Maaf, harganya tidak seberapa hanya dua ratus lima puluh ribu saja. Berbeda dari pemberian Mak tadi. Kamu tak apakan??'' tanya Annisa pada Bella. Bella menggeleng menjawab ucapan Annisa.

__ADS_1


__ADS_2