Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Makan bersama keluarga


__ADS_3

Ke lima orang itu mengulum senyum. Mereka saling lirik dan melempar lirikan mata secara sembunyi-sembunyi.


Annisa melirik Syakir. Tama melirik Annisa. Sedangkan kedua paruh baya itu saling melirik dan menggeleng. ''Baiklah, sudah di putuskan. Ayah dan bunda Zizi akan ikut bersama kami. Syakir!''


''Iya Kak?''


''Ayo kita makan! Kakak laparr!!!'' seru Annisa dengan mengedipkan matanya pada Tama


Ayah Emil dan Papi Gilang terkekeh. Sedangkan Tama tertawa. ''Hahaha.. oke deh. Kita makan!'' ucap Tama masih dengan tertawa.


Mak Alisa pun ikut tertawa. ''Ya.. kamu lapar toh? Haha.. baiklah. Ayo kita makan! Mumpung tamu sudah pada pulang, kini kita yang harus makan!''


''Tentu, aku ambil dulu ya Mbak makanannya?''


''Ya,'' sahut Mak Alisa.


Annisa ikut membantu Bunda Zizi untuk mengangkat nasi goreng, ayam semur, telur balado dan juga ayam goreng. Mereka berdua mengangkat semua makanan itu dan ia hidangkan di depan seluruh keluarga.


Kinara yang merasa Suasana sudah mulai aman, kini keluar bersama kedua adik tiri Annisa. Sementara seluruh keluarga masih terdiam membisu saat melihat Bunda Zizi, Annisa, Syakir dan Tama mengangkat seluruh makanan yang di dapur untuk dibawa keluar.


Annisa mengambil satu piring dan di isi dengan nasi goreng lengkap dengan lauk pauknya. ''Untuk Ayah. Yang ini untuk Papi!'' Katanya pada kedua orang yang kini sudah duduk bersama sesuai dengan permintaan Annisa. Kedua paruh baya beda usia itu tersenyum lembut padanya.


Kemudian ia menyiduk nasi goreng lagi dan ia isikan di dalam banyak piring. Setelah selesai, ia berikan kepada Tama, Syakir, Arta, Algi, dan Kinara.

__ADS_1


Terakhir ia suguhkan untuk seluruh keluarga bunda Zizi. Di bantu oleh Bunda Zizi mereka berdua menghidangkan seluruh makanan itu dihadapan Keluarga nya Bunda Zizi.


Semua keluarga Bunda Zizi tertegun Melihat nya. ''Silahkan di makan semua hidangannya,'' ucap bunda Zizi mempersilahkan mereka semua untuk makan.


Annisa, Bunda Zizi, dan Mak Alisa duduk di tengah-tengah. Mereka duduk dengan saling menghadap pasangan masing-masing. Saat mereka sedang makan, Kak Ira dan Bang Raga pun datang.


''Assalamu'alaikum... wooaahh lagi makan ya? Kami ganggu kah??'' sapa Kak Ira yang baru datang dari luar bersama suami dan ke empat anaknya.


''Waalaikum salam nak, ayo masuk. Duduk sini. Sini Raga. Ayah dan yang lain baru saja mulai makan. Kalian sih, kerumah teman dulu tadi.'' Ayah Emil merengut kepada putri sulungnya itu.


Kak Ira terkekeh begitu pun dengan Bang Raga. ''Duduk sini Kak. Biar Abang sama ayah duduknya!'' kata Annisa dengan segera menarik tangan Kak Ira.


Ira menurut saja. Mereka semua makan dengan lahap. Bella di suapi oleh Kinara. Sedangkan ke empat anak kak Ira di pegangin oleh Mak Alisa yang saat ini baru saja selesai makan.


''Sini sayang, sama Kakek. Kita keluar ya lihat ayam Om Arta?'' katanya pada si bungsu kak Ira.


Gadis kecil itu menurut. Ia ikut serta bersama sang kakek untuk melihat ayam Siam milik Om nya itu.


Sedangkan Tama masih makan bersama Bang Raga. Mereka berdua masih dilayani oleh istri masing-masing. ''Ini mau?'' tanya Annisa pada Tama.


Tama menggeleng. ''Udah Dek. Abang kenyang. Nanti Abang nggak bisa nyetir loh.. kalau kekenyangan makan?''


Annisa tertawa. Ira mencebik. ''Hilih! Nggak mau udah kenyang! Tapi apapun yang disuapin adek, Abang makan terus!'' cibir kak Ira pada Tama.

__ADS_1


Tama tertawa. ''Habisnya, makan dari tangan istri lebih menyenangkan daripada makan diambil sendiri? Betul nggak Bang Raga??''


Bang Raga terkekeh sambil makan. ''Hooh. Bener itu Bang! Berbeda kalau kita makan sendiri. Nggak enak!''


''Hilih! Bilang aja kamu malas ngambilnya By?'' cibir kak Ira lagi pada sang suami. Bang Raga melengos.


Tama tertawa. Bunda Zizi pun ikut terkekeh. Saat ini ia sedang melayani keluarganya untuk makan. Ia tetap setia duduk di hadapan keluarga nya walau Keluarganya saat ini sedang kecewa kepada nya. Namun, Bunda Zizi tidak peduli.


Ia tetap mengurusi seluruh keluarga nya. Termasuk Uwak Nita yang tidak bisa berbicara saat ini. Ia dan keluarganya memilih diam setelah nenek Butet tadi mendelik tajam padanya.


Ia tetap menunggui seluruh keluarga nya yang saat ini sedang makan bersama keluarga Mak Alisa.


💕💕💕💕


Maaf ye yang baru mampir tadi kaget baca cerita othor karena terlalu banyak typo! hihihi.. maklumin aja ye?


Othor revisi Kok.


Mampir dulu yuk di karya temen othor yang satu ini. Ceritanya seru loh..



Noh, cus kepoin!

__ADS_1


Like, komen dan kembang nya buat Thor ye? Othor tunggu! 😘😘


__ADS_2