Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Kesalahan masa lalu berimbas di masa depan


__ADS_3

''Jelaskan Kak! Agar aku tau dimana letak kesalahan ku selama ini! Apakah aku ini sudah lancang mengambil Zizi dari kalian?! Bukankah seorang wanita yang sudah cukup umur itu memanglah harus menikah?! Atau... inilah yang menjadi alasan kalian, karena Zizi lebih memilih pemuda blangsak seperti diriku dibandingkan dengan pemuda yang kalian jodohkan yang ternyata pemuda itu tukang pemain wanita diluar sana?!''


Deg!


Deg!


Uwak Nita terkekeh sumbang. ''Cih. Sadar diri juga kamu! Kamu pun sama seperti pemuda itu! Sebelum kamu menikah dengan Zizi bukankah kamu juga sama sepertinya?! Cih! Sok mengaku yang paling baik! Tapi nyatanya? Kamu tidak lebih buruk dari mereka! Perlu saya ingatkan Milham?! Bagiamana kamu meninggalkan istri sah mu demi menikmati masa muda kamu dengan gadis yang telah menipu kamu?! Hahaha.. kamu lupa itu Milham?!'' ucapnya sambil tertawa mengejek pada ayah Emil.


Tama menghentikan gerakan tangannya dari menyuapi Arta. Begitu pun dengan Syakir. Pemuda kecil itu mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku tangannya memutih.


Saking geramnya Syakir, ia bangkit dan mengambil minum yang sudah terisi di dalam gelas dan...


Byuuurrr!!

__ADS_1


''Arrrgggghhttt!!! Sialaann!!! Syakir!!!'' pekiknya menatap garang pada Syakir yang kini nafasnya naik turun.


''Kalau dulu ayahku buruk seperti itu, apakah sekarang ia tidak boleh berubah?! Apakah ia tidak berhak hidup layak sama seperti manusia lainnya?! Sebenarnya tujuan Uwak itu datang kesini untuk apa?! Huh?! Jika tujuan Uwak datang kesini hanya untuk mengungkit masa lalunya, lebih baik kalian tidak usah datang lagi kesini! Aku tau ayahku memang buruk! Hiks.. tidak sebaik Kalian! Tapi paling tidak hiks.. ia mau berubah dan bertanggung jawab kepada Mak ku! Uwak punya hak hiks apa tentang masa lalunya?! Uwak hanya orang lain! Jadi berlaku sopanlah anda ketika berada di rumah orang lain! Lebih baik kalian Pulang! Aku tidak Sudi memiliki keluarga penjilat seperti kalian semua! Ketika Mak ku banyak uang saja kalian anggap saudara! Tetapi ketika Mak ku tidak memberikan uang hak nya kepada kalian semua, kalian menghina masa lalu ayah ku! Pergi! Dan jangan pernah kembali lagi! Kami tau kami ini keluarga hina! Tidak sebanding dengan keluarga Anda yang suci bersih tidak pernah melakukan kesalahan! Daripada kalian mengotori lidah kalian karena orang hina ini, lebih baik kalian angkat kaki dari rumah ini! Pintu berada di depan sana!''


Deg!


Deg!


''Nak...''


''Dek...'' panggil ayah Emil, bunda zizi dan Tama secara bersamaan.


Uwak Nita tertegun dengan ucapan Syakir. Kali ini ia benar-benar tertampar dengan ucapan keponakan kecilnya itu. Dengan segera ia mengusap wajahnya yang basah akibat siraman Syakir tadi. Ia menatap sendu pada Syakir.

__ADS_1


Tapi Syakir berbalik membelakangi nya. ''Syakir...'' lirihnya dengan suara bergetar memanggil keponakan kecilnya itu.


Syakir tidak peduli. Ia berlari dan duduk di sebelah Tama. Ia memeluk erat tubuh Tama dan terisak disana. Tama hanya bisa mengusap lembut tubuh adik iparnya itu.


''Sabar...'' bisik Tama di telinga Syakir. Tetapi Syakir tidak peduli. Ia masih sesegukan di dalam pangkuan Tama.


Arta pun sama. Ia tak menyangka jika uwaknya ini tega menghina ayahnya di dalam rumah nya sendiri. ''Pergilah Uwak! Dan jangan pernah kembali lagi kerumah ini! Cukup sampai disini Uwak menghina yah kami! Kami tau.. ayah kami tidaklah baik. Tapi ia berhak berubah bukan?! Bahkan Mak Alisa aja memaafkan ayah! Lalu, kenapa Uwak begitu dendam dengan ayahku?! Jangan jadikan masa lalu sebagai patokan untuk hidup dimasa depan! Pergilah Wak!'' usir Arta untuk yang kesekian kalinya.


Lagi dan lagi Uwak Nita tertegun. Dengan berat hati ia melangkah keluar dari rumah Emil dan meninggalkan mereka semua yang sedang terisak karena ulahnya.


Sebelum ia pergi Uwak Nita sempat menoleh sekali lagi pada Syakir dan Arta. Ia terisak. Wajah itu begitu sendu. ''Maafkan uwak Nak..'' lirihnya tak bersuara.


Ia tak menyangka kejadian masa lalu Emil beriman pada masa depan Syakir dan Arta. Mereka begitu terluka saat dirinya mengungkit kesalahan sang Ayah dimasa lalu. Kejadian masa lalu yang begitu fatal hingga membuat buah hati ayah Emil dan Bunda zizi terluka karena nya.

__ADS_1


__ADS_2