Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Gara-gara ular


__ADS_3

Maaf ya bagi kalian yang sudah baca ketikannya othor banyak typo nya! hehehe.. maklum ngetiknya udah kemalaman. Othor lagi ngejar yang baru othor rilis.


Dan kalau masalah alurnya, itu tidak membingungkan kok. Karena ketikan othor banyak salah maka kalian kira alurnya keluar. Sebenarnya tidak. Bagi yang baru mampir iya ngira nya seperti itu.


Tapi bagi pengikut setia, mereka tau kok seperti apa jalan cerita Tama dan Annisa ini. So, terimakasih yang udah ingetin othor. Itu tandanya kalian suka sama cerita othor. 😘😘


Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua ye?? 😘😘😘


Happy reading....


Annisa berlari keluar dari tepi pantai itu menuju jalan setapak untuk keluar dari pantai Sri Mersing. ( Hadeeeuuhh.. hp othor ini sering ngelek sendiri! 😒)


Tama mengejarnya hingga dapat menangkap Annisa kembali. ''Tunggu sayang. Abang minta maaf.. Abang beneran nggak tau sayang kalau rantang mu habis oleh Kania.. maafkan Abang sayang. Abang beneran nggak tau??''


Annisa berhenti karena tubuhnya sudah di dekap Tama dengan erat oleh Tama hingga sulit untuk bergerak. ''Kania?? Wuaah.. bahkan Abang tau ya namanya?? Cih!''


Plakk..


Annisa menghempaskan lengan Tama hingga Tama terhuyung ke samping. ''Lepas!'' sentak Annisa untuk yang kesekian kalinya karena Tama selalu memegangi tangan nya tiap kali Annisa menyentaknya.


''Dengar kan Abang dulu sayang! Sekali ini saja! Bisa tidak kamu nurut sama Abang?!'' sentak Tama dengan suara naik satu oktaf.


Annisa terjingkat kaget karena suara Tama yang begitu keras menurutnya. Selama ini Tama tidak pernah berbicara keras seperti itu padanya. Tama meraup wajahnya kasar. Annisa terisak sambil berjongkok karena takut akan suara Tama.


Suara yang selalu lembut kepada nya kini malah menyentaknya. Tama pun ikut berjongkok mendekati Annisa dan memeluk nya dengan erat.


''Maafkan Abang.. bukan maksud Abang menyentak mu. Kamu tidak mau berhenti sebelum mendengarkan ucapan Abang!'' ucap Annisa masih dengan memeluk erat tubuh Annisa.


Annisa terisak di dalam pelukan Tama.


*

__ADS_1


*


*


Sementara Mitha dan Anto sibuk menyuruh tukang parkir untuk mengeluarkan mobil mereka yang terjepit diantara mobil yang lain. Tian sang fotografer kenalan Tama sibuk mengejar mereka berdua dan ingin meminta maaf.


''Tunggu Tha! Ini rantang kalian.. maafkan rekan ku tadi. Aku tidak menyangka jika Kania bisa bersikap seperti itu pada Annisa, kakak ipar mu. Maafkan aku Mitha..'' pinta Tian dengan wajah sendu nya pada Mitha.


Mitha tidak peduli. Ia ikut membantu tukang parkir untuk menggeser motor dan Anto ikut membantu menggeser mobil milik orang lain. Beruntung nya Anto, pemilik mobil itu tidak marah. Malah mereka semua welcome karena melihat keadaan Annisa tadi yang berlari dengan perut lapar.


Kania mendekati Mitha dan anto.asoh dengan wajah angkuhnya ia berdiri di hadapan Mitha dan Anto. ''Tidak usah berkata yang akhirnya bisa membuatku menghajar mulut manis mu itu! Pergi! dan jangan pernah tunjukkan lagi batang hidung mu dihadapan ku!'' ketus Mitha tidak bersahabat pada Kania.


Mulut Kania tergagap tidak bisa bicara. Mitha dan Anto pergi keluar dari pantai itu dan mengejar Annisa dan Tama yang entah kemana.


Tian menatap nanar pada Anto dan Mitha. ''Heh! Syukurlah! Akhirnya mereka pergi juga!'' katanya sambil tersenyum lega.


Tian menoleh padanya dengan wajah dinginnya. ''Tian kamu-,''


Deg!


Deg!


Kania terdiam ketika Tian berbicara. Dan saat ini, Tian pergi meninggalkan nya seorang diri yang mematung dengan bibir mengatup rapat.


Belum pernah selama hidupnya ia di tolak mentah-mentah oleh laki-laki dalam hal bekerja. Tapi hari ini? Semua itu sudah terjadi dan itu pun disebabkan oleh Annisa.


Kania mengepalkan tangannya. ''Awas kau Annisa! aku akan membalas mu! Tunggu saja!'' geramnya sambil berlalu meninggalkan tempat parkir mobil Tama tadi.


Sedangkan di tempat lain, Annisa dan Tama terus berjalan menyusuri pantai hingga ke ujung yang banyak pohon kelapa nya berdiri di setiap sisi pinggir pantai itu.


Annisa berjalan di depan sedang Tama berjalan di belakang. Ia tetap setia mengikuti Annisa. Sesekali Annisa mengeluarkan cairan kental itu hingga membuat tisu berserakan di tepi jalan karena ulah Annisa.

__ADS_1


Tama terkekeh.


Namun, senyum itu meredup kala melihat seekor ular menggantung dan berayun-ayun di atas kepala Annisa.


''Sayang! Awas!''


Brruukkk..


''Aaaaaaaaaaa... ulaaaarrrr!!!''


Plak..


Plakk..


Bugh..


Bugh..


💕💕💕💕


Ular?? hiiii... Atut!!!


Oke deh. Othor punya rekomendasi cerita Yang sangat bagus untuk kamu baca. Ada yang tau jamur nggak??


Noh, othor bawa vmcerits dengan judul JAMUR. Bukan jamur sembarang jamur. Tapi jamur ini jamur yang sangat di minati oleh para pembaca 🤣🤣🤣



Noh, cus kepoin! Ceritanya seru banget loh!


Like dan komen selalu othor tunggu ye? 😘😘

__ADS_1


__ADS_2