
''Kamu..!''
''Ya, saya! Saya Annisa! Putri bungsu dari pernikahan pertama ayah Emil dengan Mak saya, Alisa Bhaskara! Wanita yang sedari tadi diam tapi terus anda hina di depan suami dan seluruh kerabat Anda!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
''Apa?!''
''Kenapa?? Terkejut?? Belum kenal kah sama saya?? Saya ulang sekali lagi. SAYA, ANNISA! PUTRI KETIGA DARI WANITA YANG BARU SAJA ANDA HINA! ADA SUAMINYA DISINI BESERTA KETIGA ANAKNYA! ALISA BHASKARA! ISTRI SAH DARI GILANG BHASKARA! SEORANG BOS BAGI KEPONAKAN ANDA, OM ANDI DAN IBUK EMA!! BELUM JELAS?! APAKAH SAYA HARUS PAKAI TOA DULU BARU TELINGA ANDA MENDENGAR NYA DENGAN JELAS???'' tanya Annisa dengan menekan setiap kata-kata nya.
Uwak Nita terkesiap mendengar ucapan Annisa. Ia memang Tidak tau yang mana Gilang Bhaskara. Tapi ia pernah mendengar dari adik Mak nya. Yaitu nenek Butet yang saat ini menatap datar padanya.
Ia tidak bisa berbicara sepatah katapun untuk menyahuti Annisa. Lidahnya terasa Kelu karena pernyataan Annisa baru saja.
Annisa terkekeh sumbang, ''Nak?? Sudah. Tujuan kita kesini untuk menghadiri undangan. Bukan untuk mencari keributan disini. Sudah, sebaiknya kita pulang!'' tegas Mak Alisa pada Annisa
__ADS_1
Annisa masih saja tertawa. Mak Alisa tau seperti apa Annisa. Annisa ini mirip sekali dengannya dan ayah Emil. Penyatuan dua jiwa itu ada pada Annisa sekarang.
Jiwa yang lembut namun terlihat keras diluar. Sama seperti ayah Emil. Ayah Emil menggelengkan kepalanya kepada Mak Alisa. Papi Gilang memegang lengan sang istri agar memilih diam.
Annisa saat ini tidak bisa berbicara dengan baik lagi. Sesuatu yang tersembunyi di dalam dirinya sedang mencuat saat ini. ''Kenapa Anda diam Wak?? Anda kaget kalau saya ini putri dari Alisa Bhaskara???'' tanya Annisa begitu dingin.
Bibir tipis itu terus saja terkekeh, tapi menyeramkan bagi yang belum pernah melihat nya. Bella menarik Kinara untuk masuk ke kamarnya. Ia menarik Arta serta ikut bersama nya.
''Ayo Kak. Kita masuk. Adek takut lihat kakak kayak gitu. Kakak bukan kayak kak Annisa seperti yang adek lihat!'' katanya pada Kinara.
''Sudah.. kamu tenang saja. Kakak kenal siapa kak Annisa. Kamu tenang saja. Ayo kita masuk. Arta??''
Arta menoleh dan mengangguk. ''Iya kak. Abang masuk.'' Sahutnya.
Ia memilih masuk karena permintaan Kinara. Karena diluar sana aura nya semakin dingin saja. Apalagi saat ini Annisa yang sedang berbicara.
__ADS_1
''Ayo Wak! Ngomong! Bukannya tadi Uwak begitu senang ya mengejek Mak dan ayah ku??'' ucapnya lagi pada Uwak Nita.
Uwak Nita memilih diam. Ia tidak bisa berbicara sekarang ini karena melihat tatapan tajam dari Uwak Andi yang begitu menghunus pada nya. Ia menelan salivanya begitu sulit.
''Kalau saja Uwak itu sebaya denganku, sudah sedari tadi aku menarik dan menjambak Uwak sekuat tenaga dan merobek mulut uwak yang sudah lancang menghina Mak ku! Uwak sadar tidak?? Yang Uwak hina itu istri Sah dari Gilang Bhaskara! Dan orangnya pun ada disini! Bisa-bisa nya Uwak menghinanya dan juga menghina ayahku? Sebenarnya .. Uwak itu ada masalah apa dengan Mak dan ayah ku?! Apakah mereka berdua ada menyakiti hati Uwak??? Adakah mereka melukai perasaan Uwak?? Atau.. jangan-jangan... anda marah karena saya telah berhasil menjebak adik anda beberapa bulan yang lalu dengan kasus penipuan dan ancaman terhadap ayah saya??? iya???'' tanya Annisa yang semakin membuat Uwak Nita terhenyak mendengar ucapan Annisa.
Wajahnya mendadak pias. Annisa tertawa. ''Uwak kenapa?? Salah ya omongan saya???'' kata Annisa lagi.
Mak Alisa dan Papi Gilang menatap terkejut pada Annisa. ''Nak?? Apa maksudnya ini??''
Annisa menoleh pada Mak Alisa dan Papi Gilang. ''Perlu kakak jelaskan Yah??'' tanya nya pada ayah Emil.
Ayah Emil menggeleng dengan wajah sendu. Annisa menatap datar pada Uwak Nita. ''Sadar Wak! Anda sudah berulang kali menyakiti hati ayah saya! Apa salahnya kalau bunda Zizi menjadi istri ayah saya?? Apakah itu merugikan anda Wak?? Semua orang itu pernah melakukan kesalahan! Tapi.. bukankah setiap manusia itu bisa berubah?? Ayah saya sudah berubah Wak! Tidak seperti dulu lagi! Ayah saya sudah bahagia dengan kehidupan nya! Begitu pun dengan Mak saya! Mereka itu tidak berjodoh. Tapi berjodoh dengan yang lain! karena memang seperti itu jalan takdir nya! Sekarang? Apa dan dimana yang menjadi masalah buat Uwak?? Hingga Uwak begitu membenci kedua orang tuaku??''
Uwak Nita diam. Tidak tau mau ngomong apalagi. Karena delikan mata dari Uwak Andi membuat nya tidak bisa berkutik.
__ADS_1
''Asal Uwak tau ya! Orang yang baik itu orang yang mau merubah dirinya ke arah yang lebih baik! Tidak seperti orang yang mengaku baik, tapi nyatanya ia tidak lebih buruk dari orang yang telah ia hina! Orang yang baik itu, orang yang mau berubah menjadi lebih baik dari masa lalunya! Itu yang ayah saya lakukan! Tapi kenapa ayah saya selalu Uwak hina dan tidak suka?? Bisa Uwak katakan sama saya, dimana letak kesalahannya??? agar saya bisa menegur ayah saya??''