Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Ular membawa berkah


__ADS_3

Tama terkekeh. Ia terus berjalan mengikuti kemana pun langkah Annisa pergi. Mereka sudah makan. Annisa sempat ditarik oleh Tama untuk makan di salah satu warung yang ada di pinggir pantai itu.


Karena rasa bersalah nya telah membuat Annisa kelaparan hingga pukul dua siang. Annisa makan dengan lahap nya.


Setelah puas dan kenyang makan, Annisa mengikuti jalur pantai yang entah akan bermuara dimana. Tama tetap setia mengikutinya Walau dari jarak satu meter.


Annisa masih kesal padanya. Tama terkekeh memikirkan hal itu. Ia tetap setia berjalan di belakang Annisa. Sesekali bibir itu terkekeh dan kadang tersenyum.


Namun, senyum itu meredup kala melihat seekor ular menggantung dan berayun-ayun di atas kepala Annisa. Hanya tiga jengkel saja dari atas kepala nya.


Reflek saja Tama mendorong Annisa hingga jatuh tersungkur ke pasir pantai.


''Sayang! Awas!''


Brruukkk..


Mereka berdua jatuh di pasir putih dengan saling berpelukan. Sayangnya Annisa dapat melihat ular yang bergelantungan di atas sana hampir saja jatuh menimpa mereka.


''Aaaaaaaaaaa... ulaaaarrrr!!!'' pekik Annisa dengan mata tetap melihat ke atas sana.


Tanpa sadar, Annisa memukul tubuh Tama dengan kuat saking ketakutannya.


Plak..


Plakk..


''Aaaaaaaaaaa... bangun Abang!! ulaaaarrrr! Aaaaaa...''


Bugh..


Bugh..


Annisa memukul tubuh Tama yang sedang terkapar tak berdaya karena ulahnya. Annisa mencak-mencak tidak jelas di perut Tama. Membuat Tama meringis.


''Aaaaaa... ulaaaarrrr...!!''


Pluk!


''Astaghfirullah!'' pekik Tama karena melihat ular itu tepat jatuh di sebelah kirinya hanya berjarak satu jengkal saja dari mata Tama.

__ADS_1


''Aaaaaaaaaaa... ulaaaarrrr!!!'' pekik Annisa semakin ketakutan. Reflek saja ia mengambil ulat itu dengan tangannya dan membuangnya asal.


''Aaaaaaaaaaa... kenapa pula aku pegang?! Aaaaaa rrrr.. telurnya pecah !! anak ular keluaaaar!!!'' pekik Annisa dengan menggosok-gosok tangannya di pasir pantai.


Tama melongo melihat tingkah Annisa. Yang mereka tidak taunya. Ternyata banyak ular bergelantungan di atas sana. Karena cuaca terik, kawanan ular itu ingin turun ke bawah.


Tepat diatas kepala Annisa ular itu bersarang.


Pluk!


''Astaghfirullah! Sayang! Ada anak ular di kepala kamu! Buka hijabnya!'' pekik Tama masih dengan berbaring di pasir pantai.


Annisa yang terkejut secepat kilat melepaskan hijabnya hingga tersisa hijab instan pendek menutupi rambutnya.


''Aaaaaaaaaaa... lari Abang!!! kawanan ularnya semakin banyak! Lariii!!?'' pekik Annisa sambil menarik Tama sekuat tenaga dan berlari ke tepi pantai dimana tidak ada ular lagi disana.


Tama yang terkejut pun reflek menarik tangan Annisa hingga mereka berlarian di tengah teriknya cuaca pantai. Anto dan Mitha melongo Melihat nya.


Bagaimana tidak, Annisa menyinsing gamisnya hingga sebatas pinggang. Untungnya sekali Annisa menggenakan celana panjang untuk jaga-jaga pikir nya.


Dan benar seperti dugaannya. Tama dan Annisa berlari tidak tau arah tujuan. Anto dan Mitha tetap mengikuti mereka. Rasanya lutut Annisa hampir lepas karena terus berlari dari kejaran bayi ular itu.


Annisa berhenti. Ia pun menarik nafas panjangnya karena begitu lelah berlari tadi. ''Hosshhh.. hosshh.. Emm.. apa Abang tidak lihat kalau kita di kejar anak ular??''


Tama Terkekeh. ''Ngapain kita lari Dek? La wong ularnya pun ikut Sama kita??''


Annisa terkejut. ''Abang jangan Ngadi ngadi ah!''


Tama tertawa. ''Beneran sayang! Itu di tangan kamu itu apa kalau bukan ular??''


Deg!


Jantung Annisa berdegup kencang. Ia menelan salivanya. ''Di-di tangan adek, Bang??''


Tama mengangguk. ''Be-beneran??'' tanya Annisa lagi untuk memastikan.


''Iya sayang, itu bayi ular nya lengket di hijab yang ada ditangan kamu! Kayaknya bayinya udah teler deh, sedari tadi kita bawa lari??'' seloroh Tama yang membuat Annisa melompat cepat ke pelukan Tama.


Grep!

__ADS_1


''Aaaaaaaaaaa... lepasin Abang! Lepasin ularnya!! Aaaaaaaaaa.. geli Bang!!!!'' pekik Annisa di dalam pelukan Tama.


Tama tertawa terbahak-bahak saat melihat tingkah Annisa yang refleks saja memeluknya dengan erat. Padahal mereka berdua sedang bertengkar.


''Aaaarrrgghhtt... lepas Abang! kenapa ini ular lengket di hijab ku??? Aaaaaaaaaa.. buang Abang! buang!!!'' pekik Annisa lagi masih memeluk erat Tama.


Bukannya membuang ular mati di hijab Annisa itu, Tama malah tertawa-tawa terbahak karena melihat Annisa. Wajahnya begitu kentara terlihat terkejut nya.


''Abang!! Ishh.. kok malah ketawa sih?? ini gimana buangnya coba?! Kok lengket sih Abang!!'' seru Annisa semakin kegelian dengan anak ular yang sesekali menggeliat di hijab yang di pegang Annisa itu.


Tama tertawa. ''Gimana ularnya mau lepas sayang, la wong kamu pegang itu kepalanya hingga dianya kejepit kayak gitu!'' tunjuk Tama pada tangan Annisa yang tidak melepas hijab kesayangan nya itu.


''Astaghfirullah! Aaaaaaaaaa.. udah gepeng kepala nya!!! Gimana ini!??? hiiiii... geli Abang!! aaaaaa .. dia hidup lagi!!!''


Pluk!


Annisa membuang hijab itu dan masih memeluk erat tubuh Tama. Tama masih saja tertawa. Ia tetap memeluk tubuh Annisa dengan erat.


''Lari Bang! Lariii!!!'' serunya sambil mengguncang tubuh Tama.


Tama masih saja tertawa. ''Gimana Abang mau lari sayangku? Kaki kamu itu membelit tubuh Abang aja kayak gini kuatnya??''


''Eh? Iyakah?? Aduhh! Astaghfirullah! Haisshh... kok bisa nangkring disini sih?!'' gerutu Annisa sambil berusaha melepaskan pelukannya dari tubuh Tama.


Tapi Tama tidak mengizinkan. ''Eh? Kenapa lagi?? Kok di tahan sih??'' tanya Annisa karena kebingungan melihat Tama bukannya melepas malah bertambah erat memeluknya.


''Abangggg...'' rengek Annisa pada Tama.


Tama tertawa. ''Gini aja dulu! Abang suka kayak gini! Ini ya terkejut ular tapi membawa berkah untuk hubungan kita namanya ini!''


''Eh? nggak ada ya! Adek masih marah sama Abang!'' sewot Annisa.


Tama tertawa. ''Marah kok Meluk dan nangkring di gendongan Abang kayak gini, hem? Lihat aja kaki kamu? Membelit Abang hingga sulit untuk di lepas!''


Annisa melengos. Tama tertawa. Benar-benar tragedi ular tapi membawa berkah untuk hubungan nya yang tadi sedang tidak baik-baik saja.


🤣🤣🤣🤣


Pengalaman othor! ups!

__ADS_1


__ADS_2