Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Menginap dirumah Ayah Emil


__ADS_3

Ayah Emil pergi lebih dulu naik ke atas untuk sholat isya berjamaah. Di susul Papi Gilang, Tama, Lana, dan Ragata.


Kelima pemuda tampan itu pergi dengan segera menuju musholla yang terletak di bagian atas. Tadi ketika Maghrib mereka memilih sholat ditunda Tibi karena menunggu Annisa.


Karena permintaan ayah Emil juga tadi. Dan sekarang, di depan ruang tivi itu masih banyak piring disana. Setelah diarsa cukup untuk menangis, ke empat wanita itu pun bergegas membersihkan semua piring dan mencucinya.


Baru setelah itu mereka semua sholat berjamaah diatas. Para lelaki sengaja menunggu mereka. Agar bisa sholat berjamaah bersama. Semua itu pun karena permintaan Ayah Emil.


Mereka melaksanakan sholat isya berjamaah di pimpin Tama sebagai imam. Karena diantara anaknya yang lain Tama kdh yang paling tua.


Tama tidak menolak. Suara halus Tama yang merupakan seorang qori itu pun mengalun lembut di ruang musholla ayah Emil.


Pria paruh baya itu merasakan jika hidupnya tidak lama lagi. Ia tidak tau kapan tetapi seolah alam. menunjukkan padanya. Ia tau kau dirinya kan segera pergi. Maka dari itu ia ingin mengumpulkan seluruh keluarga untuk bisa menemaninya disaat terakhirnya.


Selesai dengan sholat, Tama mengisi sedikit tausiyah sebelum mereka istirahat. Jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh lima menit. Masih cukup untuk memberikan tausiyah sedikit.


Tama juga lulusan pesantren saat ia SMA dulu. Jadi jangan terkejut jika ia juga bisa sedikit memberikan tausiyah untuk keluarganya yang sangat berkaitan dengan kematian seperti yang stabil Emil katakan tadi.


''Abang tidak mau berbasa-basi. Langsung saja ya? Tidak ada yang abadi di dunia ini. Semuanya pasti akan mati. Jangankan kita manusia, hewan bahkan tumbuhan pun aksn mati sesuai dengan ketentuan Allah. Seperti yang di jelaskan di dalam Al-Qur'an dalam surah Ali Imran ayat 185.


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ


Artinya : "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."


Ayah Emil terdiam. Sedangkan Annisa menghela nafas nya. Ia tau, kalau ayah Emil sengaja mengatajsn hal itu agar mereka semua bersiap dengan kemungkinan terburuk nya.


Tama melanjutkan lagi tausiyahnya. ''Ayat diatas menerangkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya.

__ADS_1


Artinya, tiap manusia memiliki masanya yang telah ditakdirkan masing-masing dalam Lauh Mahfudz. Sebab itu, takdir kematian tersebut tidak akan mengenal usia muda atau pun tua, tidak pula mengenal jenis kelamin baik perempuan maupun laki-laki.


Ayat 185 ini juga mengandung pesan agar umat muslim dapat mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk segala yang akan mereka hadapi di akhirat kelak. Umat muslim yang mampu mengaplikasikan pesan inilah yang disebut sebagai mukmin cerdas dalam salah satu sabda Rasulullah SAW.


Dari Ibnu 'Umar, ia berkata,


كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».


"Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?"


Beliau bersabda, "Yang paling baik akhlaknya."


"Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?" ia kembali bertanya.


Beliau bersabda, "Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas." (HR Ibnu Majah).


Dari Ibnu 'Umar, ia berkata,


كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».


'"Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?"


Beliau bersabda, "Yang paling baik akhlaknya."


"Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?" ia kembali bertanya.


Beliau bersabda, "Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas." (HR Ibnu Majah).

__ADS_1


Selain itu, keutamaan mengingat kematian akan membantu melapangkan kehidupan seseorang di tengah kesempitannya. Rasulullah SAW bersabda.


أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه


Artinya: "Sering-seringlah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian, karena tidaklah seseorang mengingatnya dalam kesempitan hidup melainkan akan melapangkannya dan tidaklah seseorang mengingatnya dalam keleluasaan hidup melainkan akan mempersempitnya." (HR. Baihaqi, Ibnu Hibban dan Bazzar, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami', hadist nomor 1222).


Semoga dengan kita memahami firman Allah SWT terkait makhluk hidup ciptaanNya yang akan menemui kematian dalam surat Ali Imran ini, dapat memotivasi kita semua untuk mempersiapkan diri di hari akhir kelak. Aamiin...''


Di kutip dari Google. ( Detik.com.)


Maka dari itu kita harus selalu ingat tentang kematian. Tidak menutup kemungkinan jika saat ini kita sedang tertawa tetapi nanti malem kita tiba-tiba tiada?''


Annisa menangis. Begitu pun dengan yang lainnya. ''Alksg sengaja menurunkan ayat itu untuk kita sebagai hambanya yang beriman agar selalu mengingat kematian. Pesan Abang .. kalaupun di dalam keluarga kita mendapat musibah seperti ini maka ikhlaskan! Karena dengan mengikhlaskan maka yang pergi pun bisa tenang disana. Perbanyak zikir dan kirimkan dia kepada Allah untuk mengampuni semua dosa serta melapangkan kuburnya. Semoga kita termasuk salah satu mukmin yang terpilih dan tau kapan waktu kematian kita, Amiiinnn...'' Tama mengakhiri tausiyah nya.


''Amiiin...'' sahut semuanya mengaminkan.


Tausiah yang baru saja Tama berikan begitu membuat semua yang mendengarnya menangis tersedu.


Memang benar. Mati. Satu kata yang sanagt menakutkan bagi orang-orang yang memilki banyak dosa salah satunya orang tidak menyembah kepada Allah.


Mereka akan ketakutan ketika mendengar kata kematian. Karena apa? Dosa yang mereka buat terlalu banyak dan juga mereka takut jikalau mereka mati harta mereka akan menjadi rebutan para orang-orang yang sangat gila akan harta.


Seharusnya jika kita beriman tidak perlu takut tentang kematian ini. Kita harus bahagia ketika kematian datang pada kita.


Karena kematian merupakan jalan untuk kita menuju Surga Nya Allah dan berkumpul dengan para mukminin-mukminin yang sudah terlebih dahulu mendahului kita.


Semoga kita salah satu yang terpilih ya? Amiin..

__ADS_1


Semoga bermanfaat...


Like, komen, dan kembang di setiap bab ye? 😁


__ADS_2