Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Kamu menyindir ku saudara ipar?!


__ADS_3

Puas dengan tertawa karena ular, Anto dan Mitha pun datang menyusul mereka berdua. Mitha dan Anto mengulum senyumnya saat amelihat jika nnisa masih betah nangkring di pelukan Tama dengan kaki masih membelit tubuhnya.


Anto terkekeh. ''Katanya lagi marahan?? Kok bisa nangkring disitu ya Dek??'' sindir Anto pada Annisa.


''Hooh bener banget Bang! Tadi aja yang kayak ngambek nggak jelas gitu sama kita, iyakan? Sampai-sampai kita di tinggal pergi gitu aja! Sempat bingung mencari nya? Lah.. tak taunya orangnya enak-enakan pelukan sambil bergelantungan kayak bayi kimot???''


''Eh? Kimot?? Apaan tuh??''


Mitha tertawa. ''Itu loh.. bayinya si momoy yang suka sekali bergelantungan dan suka sama buah pisang! lihat aja tuh bentuk dan gaya nya? Sama persis kan?'' sindir Mitha pula.


''Iyakah??''


''Hooh. Lihat aja tuh, mana betah pula!'' sindirnya lagi.


Annisa yang merasa dirinya di sindir dengan segera turun dari tubuh Tama. Ia berdiri berkacak pinggang di hadapan Tama dan Mitha.


''Kamu menyindir ku saudara ipar?! heh?!''


Mitha menggeleng, ''Enggak... mana ada aku nyindir kamu? Iyakan Bang??'' tanya Mitha pada Anto.


Dasar si Anto malah ia mengangguk mengiyakan. Annisa tertawa namun, begitu menyeramkan. ''Kamu! dan kamu! Jangan mencoba-coba untuk menyindirku Kamitha Andriyana Pratama dan Haryanto si kumbang blangsak!''


Tama melototkan matanya begitu juga dengan Anto. Mulutnya sampai menganga lebar mendengar gelar yang Annisa berikan untuknya.

__ADS_1


''Kamu! Ingin aku panggilkan Nyonya menir cap Belanda agar kamu terpisah dari si blangsak ini??''


''Jangan!'' cegah Mitha dengan ketakutan.


Tama tertawa. ''Kamu Diam Bang!'' tunjuk Annisa pada Tama. Sang Raja langsung kicep. Ia mengulum senyum melihat Annisa.


''Dan kamu Haryanto si kumbang! Jangan main-main denganku, jika Paman dan bibi mu tau kau berada bersama bang Tama, maka akan habis semua harta mu selama ini! mau??'' ancam Annisa pada Anto.


''Janganlah kakak ipar.. jangan katakan sama mereka ya? mereka taunya kalau aku kere alias blangsak!'' lirih Anto di akhir kalimat nya.


Annisa tertawa jahat di dalam hati. ''Ayo kita pulang! Makanya jangan pernah bermain-main dengan Annisa! Apa pun rahasia kalian aku tau! Ingat itu!'' ketus Annisa seraya berlalu meninggalkan tiga orang itu yang terkikik geli karena kepergiannya.


Annisa melengos kala Tama mengedipkan matanya sebelah untuk menggoda Annisa. Mitha dan Anto terkekeh.


Kini gantian Tama yang membawa mobil miliknya. Butuh waktu dua jam lagi untuk tiba dirumah mereka. Karena waktu sudah sore dan sudah menunjukkan angka Empat lebih dua puluh lima.


Setelah selesai mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju kediaman mereka berdua. Mereka tiba dirumah saat sudah beranjak malam. Pukul delapan malam.


Karena waktu mereka lewati waktunya jalan orang pulang dari pantai. Sedang sibuk dan macet-macet nya. Hingga menyebabkan mereka berempat ke malaman tiba dirumah mereka.


Tiba dirumah Tama, ada seseorang yang sedang menunggui kehadiran mereka. Tama terkejut melihat orang itu. Begitu juga dengan Mitha dan Anto. Tapi tidak dengan Annisa. Wajah itu mendadak datar tanpa ekspresi kala melihat siapa tamunya itu.


''Bang!''

__ADS_1


''Tian??''


Tian tersenyum, ''Iya Bang. Aku datang kesini ingin minta maaf sama kakak ipar atas kejadian yang tidak mengenakkan tadi di pantai. Maafkan kesalahan rekanku Kakak ipar. Maaf tadi makanan kamu sudah dihabiskan olehnya. Sebagi ganti nya, aku sudah membawa kan makanan khusus Yang aku masak untuk kalian sekeluarga. Tadi, pulang dari pantai aku sempat singgah dirumah kakakku dan memintanya untuk memasakkan makanan ini sebagai penebus rasa bersalah ku pada Kakak ipar. Tolong maafkan aku kakak ipar.''


''Selama ini Kania memang sudah sering membuat ulah hingga aku kesal karena kelakuannya. Dan hari ini aku terbebas dari wanita licik itu. Menyesal aku bisa bekerja sama dengannya. Dan sekarang aku sudah berhenti bekerja di tempatnya sebagai seorang fotografer. Tapi aku harus mengganti uang denda nya untuk itu. Bolehkan aku kembali bekerja di tempat Abang? Sebagai mekanik lagi di bengkel Abang??''


Tama dan Anto saling pandang. Mereka menoleh pada Annisa yang sedang sibuk dengan rantang pemberian Tian.


''Kita bicarakan di dalam! Adek laper Bang! Ayo, semuanya masuk! Nasi kita masih banyak kan ya?''


Tama dan Mitha mengangguk. ''Oke. Ayo kita makan dulu setelah nya kita bahas masalah Tian nanti.'' imbuh Annisa membuat Tama, Anto, Mitha dan tuan mengangguk setuju.


Mitha pulang kerumahnya bersama Anto untuk mengambil nasi dan sisa lauk pauk yang mereka bawa tadi pagi ke pantai. Sedang Annisa dan Tama sedang sibuk menyusun piring untuk mereka makan bersama malam ini di lantai. Duduk lesehan.


Tian tersenyum melihat Annisa dan Tama. Bukan Tian tidak tau siapa Annisa. Tian sangat tau bahkan mengenal Annisa sudah sedari dulu. Yang Annisa tidak tau, gadis yang dipantai tadi. Gadis itu baru kali ini Annisa melihat nya.


Annisa menghidangkan makanan sisa mereka bawa ke pantai tadi. Di tambah dengan lauk pauk yang dibawa oleh Tian tadi.


''Ayo kita makan! Setelah ini baru kita bahas masalah pekerjaan!''


''Oke, silahkan Tian! Anggap saja rumah sendiri!'' sindir Mitha pada Tian.


Tian Terkekeh. ''Maafkan kejadian tadi Mitha. Aku tidak tau kalau Kania sampai seperti itu rakusnya hingga menghabiskan makanan milik orang lain..''

__ADS_1


''Sudah tak apa. Ayo kita makan dulu. Aku sudah lapar ini! Enak banget ini makanan nya! Rendang jengkol plus ikan nila bakar! Sama yang kayak di pantai tadi! Aseeekkk!!''


Semua yang ada di sana tertawa karena ucapan Annisa. Kalau soal makanan, Annisa ratunya. Ratu nya makan maksudnya. 🤣🤣🤣


__ADS_2