Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Pesan terakhir


__ADS_3

Semuanya kini sudah terlelap setelah melihat Annisa dan Ayah Emil dengan nafas teratur. Papi Gilang berbaring di samping Mak Alisa dan memeluknya.


Sedangkan Bunda Zizi kini sedang bersama Bella yang tidak tidur dengan saling berhimpitan di balik tubuh Annisa. Ia memilih tidur bersama Bunda Zizi.


Tama dan Raga tidur berdua. Syakir tetap memeluk tubuh Annisa dengan tangannya memegang erat tubuh ayah Emil dari belakang tubuh Annisa.


Mereka terlelap entah sampai kapan. Rasanya baru saja terlelap, Annisa seperti merasakan getaran di tubuhnya. Namun, ia tidak peduli. Ia terlelap kembali setelah tidak merasakan getaran lagi dari tubuh ayah Emil.


Padahal ayah Emil saat itu sedang menatapnya dan juga Syakir. Diantara ke enam anaknya hanya Annisa dan Syakir yang begitu ia sayangi. Entah kenapa Ayah Emil pun tidak tau.


Mungkin karena sedari kecil tidak bersama Annisa makanya seperti itu. Tetapi bagaimana dengan Syakir?


Putra sulungnya dengan Bunda Zizi? Ayah Emil begitu menyayangi putra sulungnya itu. Saat ia tau bahwa Annisa lah yang selama ini menolongnya, ayah Emil semakin menyayangi Syakir.


Setelah minum obat tadi, ayah Emil merasa sedikit lega. Ia membuka matanya setelah tidak mendengar suara seluruh anggota keluarga berbicara lagi. Semuanya kini sudah terlelap.


Termasuk putri bungsunya bersama ayah Emil. Ia memandangi wajah itu dengan senyum terus mengikuti di bibir tampan tuanya.

__ADS_1


Ia tersenyum tetapi air mata beruraian. Entah apa yang ia rasakan saat ini ketika Annisa tidur di pelukan nya untuk pertama kali setelah ia menikah.


Sedari bayi Annisa tidak pernah di peluk oleh ayah Emil. Hal inilah yang membuat nya sangat merasa bersalah. Rasa bersalah itu semakin membuatnya tersiksa kala mengetahui jika biaya rumah sakit dan kehidupan sehari-hari nya merupakan uang Annisa secara pribadi.


Bukan uang Tama ataupun pemberian dari Papi Gilang. Ia berbohong pada pihak rumah sakit agar suster itu tidak menyelidiki nya lebih dalam.


Tepat dua hari yang lalu, Syakir menunjukkan sesuatu padanya hingga membuat pria paruh baya itu jatuh terhenyak karena melihat bukti transfer dari rekening Annisa untuk rumah sakit.


Semua itu Syakir yang minta. Dan juga hasil jerih payahnya selama enam bulan sebagai penulis komik dan novel online Syakir, ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga mereka.


Uang bunda Zizi sudah habis untuk renovasi rumah. Ayah Emil semakin terkejut kala mengetahui bahwa Syakir bisa mendapatkan uang sebanyak itu ternyata Annisa lah yang mengajarkannya selama ini.


Ayah Emil berbisik lirih di telinga Annisa. ''Terimakasih sayang .. karena kamu masih mau menerima ayah kandung yang tidak baik ini. Terimakasih karena kamu sudah bisa menunjukkan adikmu sesuatu yang begitu berguna untuk keluarga ayah. Terimakasih sayang.. atas semua pengorbanan mu. Ayah berdoa semoga apapun yang kamu inginkan dan kamu capai, akan terwujud nantinya. Kamu akan sukses dan berjaya dengan usaha mu itu. Dan kamu akan mengharumkan nama kedua orang tuamu. Tapi bukan Ayah!''


Deg!


Deg!

__ADS_1


Jantung Annisa bertalu-talu mendengar kan bisikan lirih di telinganya. Annisa yang sudah masuk ke dalam mimpi seperti mendengar kan suara bisikan ayah Emil untuknya.


Tanpa sadar, ia semakin erat memeluk tubuh pria paruh baya yang merupakan ayah kandungnya itu.


Ayah Emil melanjutkan lagi bisikan lirihnya Kala menyadari jika Annisa semakin erat memeluk tubuhnya.


''Ayah senang bisa memiliki putri secantik dan sebaik dirimu. Pesan Ayah, kamu harus nurut dan manut pada suami mu. Karena surga mu sekarang ada padanya. Kamu harus menuruti semua perintah nya. Kamu harus bisa mengimbangi dirinya yang sudah dewasa. Ayah yakin, Tama pun seperti itu. Ia lelaki yang baik. Sangat pantas untuk mendampingi bidadari surga ayah ini,''


''Hiks..'' Annisa terisak. Ayah Emil tersenyum. Ia semakin erat memeluk tubuh chubby Annisa yang sedikit menurun selama enam bulan ini.


''Selalu patuhi apa maunya. Selalu penuhi keinginan nya. jangan membantah nya jika kamu ingin hadiahnya surga di akhirat kelak. Ayah beruntung bisa memilki putri seperti mu. Sangat beruntung sayang. Maafkan dulu ayah yang telah tega mengabaikan mu. Ayah minta maaf. Jaga diri baik-baik. Jaga Kelima saudaramu yang lain. Jika kamu punya masalah, janganlah lari. Hadapi Masalah itu dan cari jalan keluarnya!''


''Ayah bisa pergi dengan tenang setelah melihat kamu tidur di pelukan ayah sayang .. inilah yang Ayah inginkan. Dan ayah pinta sama Allah. Ayah ingin tidur sambil memeluk mu untuk yang terakhir kalinya. Allah mengabulkan doa Ayah. Jaga diri dan keluarga kita. Ayah titip ketiga adikmu dan Bunda mu. Ayah sangat sayang padamu putriku. Sangat, sangat, sangat menyayangi mu Annisa binti Milham Syahputra....'' bisikan lirih itu begitu mendayu dan menyayat relung hati Annisa.


Tanpa sadar Annisa semakin terisak di dada bidang Ayah Emil yang kini sudah terlelap. Annisa semakin erat memeluk tubuh hangat yang selalu ia ingin peluk itu.


💕

__ADS_1


Malam readers.. maaf ye telat! Othor tadi ada acara arisan keluarga. Jadi nggak bisa megang ponsel.


Insyaallah, besok seperti sedia kala! 😁


__ADS_2