Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Wanita bermuka dua


__ADS_3

''Katakan! Apa yang kamu inginkan? Sudah berulang kali aku katakan padamu Azura, jika hubungan kita dimasa lalu itu hanya sebatas teman saja. Tidak ada yang spesial disana. Jadi.. jangan kait-kaitkan hubungan dimasa lalu dengan masa sekarang! Semua itu sudah berlalu!'' tegas Tama penuh penekanan pada ustadzah Azura.


Ustadzah Azura menatap nya dengan datar. ''Apakah ini karena Annisa??''


Tama menghela nafasnya. ''Dengar Azura! Aku tidak ada hubungan apapun dengan mu ketika kita masih SMA sampai kita kuliah dulu. Jangan bawa-bawa Annisa di dalam masalah ini! Annisa tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan pertemanan kita dimasa lalu!''


Ustadzah Azura terkekeh sumbang, ''Kamu yakin Bang? Semua ini tidak ada hubungan dengannya?'' tunjuknya pada Annisa.


Ustadzah Azura terkekeh lagi. ''Semua ini ada hubungannya dengan adik angkat mu ini! Aku heran dengan mu Bang! Apa sih yang lebih dari adik angkat mu ini dibandingkan dengan ku? Tidakkah kau lihat, jika dia masihlah sangat kecil untuk kau jadikan istri masa depan mu?? heh! Aku rasa.. jangan kan untuk menjadi istrimu, mengurus dirinya sendiri saja belum bisa?'' ucapnya terkekeh sinis pada Annisa.


Annisa hanya diam. Ia tidak menyahuti semua ucapan ustdzah Azura. Seperti perjanjiannya tadi dengan Tama saat di dapur. Terkecuali, ustadzah Azura menyinggung nya.


Tangan Tama yang berada di pinggang Annisa semakin kuat memeluk tubuh ramping itu. Saat ini mereka berdua duduk berdekatan. Sangat dekat. Tidak ada jarak diantara mereka.


Ustdzah Azura semakin kesal melihat nya, namun wajah itu tetap tersenyum pada Tama.

__ADS_1


''Cih! Dasar wanita bermuka dua! Pandai sekali dia memainkan perannya di depan bang Tama. Aku ingin tau, apa yang akan di perbuat oleh suami tampan ku ini? hemmm...'' gumam Annisa dalam hatinya. Ia menatap ustdazah Azura yang kini tengah tersenyum manis pada Tama.


Annisa menatap jengah pada ustadzah Azura. Begitu juga dengan Tama. ''Ck! Dasar wanita bermuka dua! Kamu tidak bisa meluluhkan ku dengan senyum manis mu itu! Aku akan lihat, sampai dimana kamu berusaha membujuk ku? Heh! Kita berdua lawan wanita bermuka dua ini, sayang!" bisik Tama dalam hati.


Ia mengeratkan pegangannya pada pinggang ramping Annisa. Sedang Annisa ia juga semakin mengeratkan tangan nya pada tangan Tama yang berada di pinggang nya.


Mereka berdua saling menguatkan saat ini. Ustadzah Azura masih saja tersenyum manis pada Tama.


''Aku yakin, Annisa pastilah tidak bisa apapun! Aku bisa tau, saat ia berada di pesantren. Annisa tidak pernah mengerjakan tugasnya! Ia hanya sibuk dengan laptopnya! Padahal sekolah sudah melarang nya untuk tidak membawa benda itu! Heh! Dasar ngeyel! Alasan saja menulis disitu. Menulis apa kamu?! Sudah berhasilkah dengan tulisanmu itu?! Belum apa-apa saja kau sudah sombong Annisa! Setiap hari tugasmu selalu saja memegang laptop! Apakah dengan memegang laptop perut mu akan kenyang??''


Tama pun menguatkan pegangan tangan nya. ''Setidaknya aku tidak seperti Ustadzah! Pagi-pagi udah datang kerumah seorang Pria! Tanpa di undang, ustdzah datang kemari! Beruntung nya ada aku disini. Jika tidak, aku yakin. Saat ini ustadzah sudah menyosor sua- ehm, bang Tama dengan bibir cantik mu itu!'' ketus Annisa.


Tama melototkan matanya pada Annisa. Annisa melengos. Tama terkekeh. Ustdazah Azura semakin geram.


''Kenapa sih, kamu selalu jadi pengganggu hubungan ku dengan Adrian? Ingat Annisa, kamu itu cuma ADIK ANGKAT! Jadi, jaga batasan mu! Kamu juga bang! Kok mau sih, kamu dekat dengan gadis ini? Heran aku sama kamu!'' ketus ustadzah begitu kesal.

__ADS_1


Ia jadi sewot sendiri melihat kedekatan Annisa dan Tama. ''Memang nya kenapa jika cuma adik angkat? Sah sah saja jika kami menikah? Tidak ada larangan nya! Tidak perlu mengajari ku tentang halal dan haram ustadzah Azura! Aku tau itu tanpa anda menggurui ku! Sebelum anda menggurui ku! Gurui dulu dirimu sendiri!''


''Gelarmu saja sarjana, tapi ilmu sarjanamu tidak berguna ketika anda menginjak kan kakimu kerumah seorang pria yang bukan mahram mu! Jangan mengajari ku tentang baik dan buruk, sementara dirimu tidak mencerminkan hal yang baik dihadapan seorang murid sepertiku!''


''Seharusnya anda malu ustadzah! Malu, karena datang kesini tanpa mahram mu! Bukankah, jika kita bertandang ke rumah orang lain yang di dalam rumahnya ada seorang pria baik itu belum menikah ataupun sudah, kita harus mengikut sertakan mahram kita bukan? Agar apapun yang kita lakukan di dalam rumah itu tidak menimbulkan fitnah?? Jangan terlalu mengajari ku ustadzah! Ajari dulu dirimu tentang arti mahram yang sebenarnya!''


''Jika ustadzah ingin membandingkan diriku denganmu, maka anda salah besar ustadzah! Saya, Annisa dan Adrian Pratama adalah mahram yang sah di mata agama! Jadi tidak ada yang berhak melarang kami untuk melakukan apapun yang kami sukai! Termasuk seperti yang anda lihat tadi saat kami berdua berada di dapur!''


Deg!


Deg!


💕💕💕💕💕


Hah, kan? Habiskan lu? Hehh! Annisa di lawan! 😎

__ADS_1


__ADS_2