
Annisa berlari dengan kencang dan memasuki kamarnya dengan tergesa. Tiba disana ia masuk ke kamar mandi dan meraung sekuatnya.
''Huaaaaa... aaaaaa... Maaaaakkk.. Papiiiiiii... aaaaaa...'' raungnya sekuat tenaga.
Braaakkk..
Kamar mandi terbuka dari luar. Terlihat jika Sarah sedang ngos-ngosan karena mengejar nya.
''Nis...'' panggil Sarah.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Bugh..
''Haaaaa... aaaaaa.. sakiiiiiittt... haaaaahh... Maaaaakkk... Papiiiiiii... aaaaaa...'' Raung Annisa lagi sambil memukul dadanya begitu kuat.
Sarah memeluknya dengan erat. ''Hiks, jangan pukuli dirimu Nis.. masih ada aku. Ada aku selalu bersama mu.. kamu kuat Nis! hiks.. kamu kuat! Ayo bangun! Jangan seperti ini! Mana Annisa yang ku kenal itu selalu bar bar pada setiap orang. Aku tidak sehari berteman dengan mu Nis.. enam tahun kita bersama! Bangun Annisa! Kamu kuat! Aku tau kamu bisa! Jangan lemah karena nya!'' seru Sarah masih dengan terus memeluk tubuh Annisa.
Annisa tidak peduli, ia semakin kuat memukuli dadanya yang sangat sakit karena ucapan Tama dan juga ucapan terakhirnya tadi.
__ADS_1
Ia bisa melihat jika Tama juga sangat terluka karena ucapannya. Tapi kenapa, Tama tega mengatakan hal yang begitu menyakitkan pada nya?
Selingkuh? Siapa? Dengan siapa? Annisa tidak merasa ia berselingkuh. Dari dulu hati dan pikirannya selalu tertuju pada Tama.
''Haaaaa.. apa salahku hiks bang Tamaaaa.. tega kamu Bang! Aku tidak hiks seperti ituuuu! Haaaaahh... aku mau pergiiiii!!! Bawa aku pergi Sarah!! Bawa aku pergi!! Aku tak sanggup terus bertemu dengannya!!! Tolong Sarah... kita pergiiiii... hiks.. haaaaa...'' racau dan raungan Annisa begitu pilu terdengar di telinga Sarah.
''Sabar Nis.. belum waktu nya. Kamu tetap harus bertahan! Ingat tujuan mu Nis! Jika memang kamu sangat mencintai nya, buktikan padanya jika tuduhannya itu salah! Jika apa yang ia tunjukan padamu itu memang benar kamu! Tapi dia 'kan tidak tau, jika adikmuu yang bernama Rayyan mendatangi mu?? Bangun Annisa! Annisa yang ku kenal tidak rapuh seperti ini! Ayo, bangun! Masuk ke kamar. Setelah ini istirahat! Biar nanti aku yang izinkan pada ustadzah Azura. Ayo!'' Sarah memaksa Annisa agar bangun.
Tubuhnya basah kuyup. Sarah membuka paksa baju di tubuh Annisa. Satu persatu ia buka.
Annisa tak melawan. Hati dan tubuhnya saat ini tidak ada tenaga untuk melawan kenyataan yang baru saja ia dapatkan.
Sakit sekali. Ia terluka. Terluka karena ucapan suami yang ia cintai dalam diam dari kecil hingga saat ini.
Sakit tak berdarah. Luka tak terlihat. Luka tak berdarah. Luka yang terasa namun tidak berbekas.
Luka ini yang paling menyakitkan. Annisa rapuh karena Tama. Kelemahan Annisa terletak pada Tama.
Rasa cinta yang selalu ia pupuk sedari kecil dulu hingga ia remaja semakin bertambah. Salahkah Annisa jika sangat mencintai Tama yang ternyata Abang angkat sekaligus Suaminya?
Dimana letak kesalahannya?
Kita tidak pernah tau pada siapa hati kita berlabuh. Seandainya hati bisa berlabuh kepada siapa saja, terang terangan mengatakan cinta, otomatis tidak ada namanya cinta sejati di dunia ini.
__ADS_1
Apakah Tama cinta sejati Annisa?
Annisa pun tak tau. Yang dia tau, hatinya sudah berlabuh kepada Tama sejak dulu. Sejak ia berumur sepuluh tahun.
Aneh sih. Tapi inilah kenyataan nya. Annisa sangat menyukai apapun yang ada pada diri Tama.
Baik itu cara bicara Tama, suaranya, hembusan nafasnya, cara berpakaian Tama yang menurut Annisa selalu bisa membuat degup jantungnya tak berirama.
Senyum lembut Tama yang selalu memabukkan dirinya. Bahkan Annisa begitu candu dengan wangi tubuh Tama.
Sedalam itu Annisa menyukai Tama. Tapi kenapa Tama tega mengatakan, jika Annisa berselingkuh di belakang nya?
Jangan kan untuk selingkuh, berpikir untuk berpaling dari Tama saja Annisa tidak pernah. Lalu kenapa menuduhnya seperti itu.
Entahlah.
Annisa pun tak tau. Yang jelas, Tama telah menuduhnya hingga membuat hatinya begitu terluka dan sakit.
Hingga untuk berdiri pun ia tak mampu. Semua itu karena Tama. Annisa terluka karena terlalu memcintai Tama.
Sang Abang angkat sekaligus suami yang ia cintai.
💕💕💕💕💕
__ADS_1
Hiks.. luka tak berdarah. Penyakit ini sangat sulit untuk disembuhkan. Terkecuali...